Puisi adalah ular kundalini yang semayam dalam diri setiap manusia. Adalah anugerah yang tidak ternilai. Membaca puisi dalam diri adalah membaca semesta kehidupan. Mencintai puisi adalah mencintai kehidupan. Sebab kehidupan adalah puisi yang sesungguhnyaWayan Sunarta
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
#13 : Tentang Puisi
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
18 Mei 2019
Labels:
2011,
kompetisi blog,
puisi,
quote,
sastra,
wayan sunarta
0
kata-kata
Doa Agar Disukai Semua Orang
assalamualaikum
dadaku nabi Adam
suaraku nabi Daud
tampangku nabi Yusuf
tubuhku nabi Muhammad
lailahailallah
siapa memandang siapa menatap
cinta dan sayang kepadaku
kubaca aji Asmara Rembulan
matahari mantap
manusia sayang
cinta tunduk
bayi merah orang sejagad
menyerahkan sayang
tunduk kepada bayi merahku
atas kehendak Allah
(SDD)
dadaku nabi Adam
suaraku nabi Daud
tampangku nabi Yusuf
tubuhku nabi Muhammad
lailahailallah
siapa memandang siapa menatap
cinta dan sayang kepadaku
kubaca aji Asmara Rembulan
matahari mantap
manusia sayang
cinta tunduk
bayi merah orang sejagad
menyerahkan sayang
tunduk kepada bayi merahku
atas kehendak Allah
(SDD)
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
13 Maret 2012
Labels:
disukai,
do'a,
doa,
orang,
puisi,
sapardi djoko damono,
sastra,
sdd,
semua
0
kata-kata
aku bahagia luar biasa. senang tak terkira. gembira melambung diangkasa. bagaimana tidak, sekali waktu aku silaturahim ke rumah seorang sahabat, mendapatan banyak rezeki yang tak terduga-duga. wajahku merah merekah. senyum seperti tak mau lepas dari bibir. ubun-ubunku selaksa berdenyut pelan. jantung berdegup kencang.
bukan uang. bukan makanan. bukan oleh-oleh. bukan pemberian apapun. tapi ini hanya sebuah pinjaman. tapi bagiku, ini pinjaman yang luar biasa. pinjaman barang yang sungguh aku nantikan kehadirannya didalam hidup. mungkin bagi orang lain itu biasa, tapi bagi saya ini bukan biasa.
aku dipinjami 46 judul buku sastra yang semuanya itu sudah susah sekali dipasaran. buku sastra boi, buku sastra! aku seperti mendapatkan durian runtuh dan manggis jatuh. aku seperti menemukan harta yang selama ini ditimbun Karun dalam-dalam di lautan pasifik. atau mungkin sama rasanya seperti mendapatkan uang dari Gayus, yang gara-gara dia salah transfer.
aku berasa bertemu dengan puluhan sastrawan. aku serasa ada dihadapan mereka, berdiskusi, sharing knowledge dan bahkan menanyakan kabar. didepanku, mereka adalah seorang guru besar kehidupan, tentu disamping master dari sebuah kepenulisan. diam aku tertegun, malu aku merunduk. didalam hatiku ada gugup, gembira dan malu.
kebahagiaanku tak lekang juga. masih. dan seterusnya.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
21 Februari 2012
Labels:
46,
buku,
kebahagiaan,
pinjaman,
sastra
0
kata-kata
Ibunda Airmata
Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan.
Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumu menangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian untuk membuat Tuhan
naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis, para Malaikat menjelma
butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para Malaikat itu silau dan marah
kepadamu
Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan.
Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumu menangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian untuk membuat Tuhan
naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis, para Malaikat menjelma
butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para Malaikat itu silau dan marah
kepadamu
Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
Yogya, 1992
(Emha Ainun Nadjib)
Selamat hari Emak.
Baktiku seumur hidupku, takkan bisa membalas setitikpun kebaikanmu padaku.
Baktiku seumur hidupku, takkan bisa membalas setitikpun kebaikanmu padaku.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
22 Desember 2011
Labels:
airmata,
cak nun,
emha ainun najib,
hari ibu,
ibunda,
maiyah,
puisi,
sastra
0
kata-kata
Pesan Sederhana
Pesan paling sederhana yang pernah Ahmad Tohari katakan padaku adalah,
"Pelajarilah ilmu-ilmu dasar, itu penting bagi penulisan sastramu!".
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
18 November 2011
Labels:
2011,
ahmad tohari,
pesan,
sastra,
sederhana
0
kata-kata
flying carpet
sajadah
yang sudah semakin tipis ini,
belum mampu jua,
menerbangkanku,
menuju istana-Mu
yang sudah semakin tipis ini,
belum mampu jua,
menerbangkanku,
menuju istana-Mu
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
10 Juli 2011
Labels:
flying carpet,
pemikiran,
perenungan,
puisi,
sajadah,
sastra
0
kata-kata
Tak Tergenggam
Cinta, ditaburkan dari langit
Pria dan Wanita menengadahkan tangan
Berebut-rebut menangkapnya
Banyak yang mendapat seangkam
Banyak yang mendapat segenggam
Semakin banyak
Semakin tak tergenggam
-- andrea hirata
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
28 Juni 2011
Labels:
2011,
andrea hirata,
maryamah karpov,
padang bulan,
puisi,
sastra
1 kata-kata
Ibu -Zawawi Imron
kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemundian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu
bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
21 Juni 2011
Labels:
ibu,
madura,
puisi,
sastra,
zawawi imron
0
kata-kata
Monolog Butet Kartaredjasa “KUCING”
PURWOKERTO
Rabu, 18 Mei 2011
Pukul 20.00 - Selesai
Gedung Soemardjito UNSOED
Purwokerto
Tiket box:
Permata Aerobic 0281 641 851
HTM. Rp. 10.000
INFORMASI EVENT:
iDea Production 0274 417507
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
16 Mei 2011
Labels:
butet,
kartaredjasa,
kucing,
me,
monolog,
purwokerto,
sastra,
teater
0
kata-kata
#15 : Pernikahan Kata
Seketika juga aku menulis. Kata-kata itu mengalir saja dari jariku, hingga aku tak kuasa untuk membendungnya. Dari jari lalu menghilir ke arah tuts keyboard laptopku. Muncullah di layar LCD.
Aku tidak menganyam kata. Kata itu sendirilah yang membelah diri, menciptakan dirinya sendiri, hingga bersatu dengan yang lain, menjadi kalimat.
Makna itu datang kemudian. Sendiri pula. Keterkaitan antara kata menjadikan kalimat itu indah. Pada waktunya. Tulisan indah. Bermakna.
Jadi, kadang aku sendiri tak tahu apa yang terjadi. Mereka terus saja berlari-lari kecil di layarku. Membentuk barisan satu-persatu. Dibatasi spasi, koma bahkan titik.
Menciptakan tarian-tarian makna. Sebegitu indah. Ya, aku menyaksikan pernikahan antar kata. Menyulam arti. Merajut niat.
13 Mei 2011
18:41
Sejatinya, kata itu siapa?
Aku tidak menganyam kata. Kata itu sendirilah yang membelah diri, menciptakan dirinya sendiri, hingga bersatu dengan yang lain, menjadi kalimat.
Makna itu datang kemudian. Sendiri pula. Keterkaitan antara kata menjadikan kalimat itu indah. Pada waktunya. Tulisan indah. Bermakna.
Jadi, kadang aku sendiri tak tahu apa yang terjadi. Mereka terus saja berlari-lari kecil di layarku. Membentuk barisan satu-persatu. Dibatasi spasi, koma bahkan titik.
Menciptakan tarian-tarian makna. Sebegitu indah. Ya, aku menyaksikan pernikahan antar kata. Menyulam arti. Merajut niat.
13 Mei 2011
18:41
Sejatinya, kata itu siapa?
#13 : Tentang Puisi
Puisi adalah ular kundalini yang semayam dalam diri setiap manusia. Adalah anugerah yang tidak ternilai. Membaca puisi dalam diri adalah membaca semesta kehidupan. Mencintai puisi adalah mencintai kehidupan. Sebab kehidupan adalah puisi yang sesungguhnyaWayan Sunarta
#12 : Sajak Entah
Dan kupingit malam,
mematri bayangmu dalam do’a-do’a panjangku
mentasbihkan namamu di tiap serpihan kata,
membiarkanmu merebahkan diri dalam dzikirku,
menghalau galau yang menawan jiwamu,
agar kilau,
senantiasa terpendar di beningnya matamu
Pebi Purwo Suseno
mematri bayangmu dalam do’a-do’a panjangku
mentasbihkan namamu di tiap serpihan kata,
membiarkanmu merebahkan diri dalam dzikirku,
menghalau galau yang menawan jiwamu,
agar kilau,
senantiasa terpendar di beningnya matamu
Pebi Purwo Suseno
#3 : Sajak Rindu
Aku rindu berdiskusi denganmu,
tentang nasionalisme, bukan saja kulit, tapi masuk kedalam sumsum tulang.
Apa beda antara negara dengan bangsa, hingga ketidaksetujuanmu
atas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.
Aku rindu berinteraksi denganmu,
kami mengeja satu persatu bahasa, kemudian diartikan bersama
menterjemahkan satu persatu makna hidup dan kehidupan.
Apa arti 'ini', apa arti 'itu'?
Aku rindu berdebat dengamu,
akan karya sastra siapa yang terbaik?
Pram? Ahmad Tohari? Leo Tolstoy? Eiji Yoshikawa? Ernest Hemmingway?
Akan siapa peraih nobel sastra selanjutnya.
Aku rindu mengigau denganmu,
tentang musik apa yang kali ini kau sukai.
Apa itu Jazz? Bossa? Blues? Slow Ritme?
Apakah ST 12 akan menjadi pembuka Iron Maiden?
Aku rindu berbantah-bantahan denganmu,
akan perjalanan mana saja yang sudah masing-masing lalui,
sudah kemana? Dapat apa? Bertemu siapa? Pengalaman unik apa?
Lalu, hendak kemana kami selanjutnya.
Aku rindu meracau denganmu,
melupakan masa-masa lalu, meski tak bisa,
mencintai hari ini, saat ini, tempat ini, pertemuan ini,
dan, memimpikan masa depan, akan menjadi apa kelak.
Aku rindu mengacau denganmu,
kejahilan-kejahilan anak muda,
keusilan spontan, kenakalan yang naif,
dari yang membuat emosi, hingga yang menciptakan gelak tawa.
Aku rindu bertemu denganmu.
Membicarakan apapun, denganmu, tak pernah tak indah.
10 Mei 2011
10:05
Menanti Keajaiban - Padi
Hingga saat ini, entahlah. Mbuh ah!
tentang nasionalisme, bukan saja kulit, tapi masuk kedalam sumsum tulang.
Apa beda antara negara dengan bangsa, hingga ketidaksetujuanmu
atas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.
Aku rindu berinteraksi denganmu,
kami mengeja satu persatu bahasa, kemudian diartikan bersama
menterjemahkan satu persatu makna hidup dan kehidupan.
Apa arti 'ini', apa arti 'itu'?
Aku rindu berdebat dengamu,
akan karya sastra siapa yang terbaik?
Pram? Ahmad Tohari? Leo Tolstoy? Eiji Yoshikawa? Ernest Hemmingway?
Akan siapa peraih nobel sastra selanjutnya.
Aku rindu mengigau denganmu,
tentang musik apa yang kali ini kau sukai.
Apa itu Jazz? Bossa? Blues? Slow Ritme?
Apakah ST 12 akan menjadi pembuka Iron Maiden?
Aku rindu berbantah-bantahan denganmu,
akan perjalanan mana saja yang sudah masing-masing lalui,
sudah kemana? Dapat apa? Bertemu siapa? Pengalaman unik apa?
Lalu, hendak kemana kami selanjutnya.
Aku rindu meracau denganmu,
melupakan masa-masa lalu, meski tak bisa,
mencintai hari ini, saat ini, tempat ini, pertemuan ini,
dan, memimpikan masa depan, akan menjadi apa kelak.
Aku rindu mengacau denganmu,
kejahilan-kejahilan anak muda,
keusilan spontan, kenakalan yang naif,
dari yang membuat emosi, hingga yang menciptakan gelak tawa.
Aku rindu bertemu denganmu.
Membicarakan apapun, denganmu, tak pernah tak indah.
10 Mei 2011
10:05
Menanti Keajaiban - Padi
Hingga saat ini, entahlah. Mbuh ah!
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
10 Mei 2011
Labels:
15 menit,
kompetisi blog,
perenungan,
puisi,
Sajak Rindu,
sastra
4
kata-kata
O Muhammad, Puisi Cinta Untuk Nabi
Bila Nabi Muhammad mengunjungimu
barang sehari atau dua
bila ia datang tak disangka-sangka
aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan?
Oh, aku tahu kau akan menyediakan
ruangan terbaik
bagi seseorang tamu yang begitu terhormat
Dan semua makanan yang akan kau
hidangkan padanya
adalah makanan yang terlezat
dan kau akan terus meyakinkannya,
bahwa kau senang dikunjunginya,
bahwa melayaninya di rumahmu sendiri
adalah suatu kebahagiaan tiada
bandingannya
Tetapi... apabila kau melihatnya datang,
akankah kau menemuinya di pintu
dengan tangan terulur menyambut
tamumu nan surgawi?
Atau...
akankah kau mengganti pakaianmu
sebelum kau menyilakannya masuk?
atau menyembunyikan majalah-majalah
dan mengedepankan Al-Quran?
Masih akankah kau menonton
film-film tak senonoh
yang ditayangkan pesawat TV-mu?
Dan membaca buku-buku yang kau baca?
Dan membiarkannya
mengetahui segala sesuatu
yang mengisi pikiran dan semangatmu?
Akankah kau mengajak Nabi bersamamu,
kemana pun kau pergi?
Atau, akankah kau, mungkin,
mengubah rencanamu
untuk berangkat sehari dua?
Akankah kau gembira memperkenalkannya
kepada kawan-kawan karibmu?
Atau akankah kau berharap
mereka menjauh
sampai kunjungannya usai?
Akankah kau senang
bila ia tinggal denganmu
untuk selama-lamanya?
Atau, akankah kau merasa lega dengan
kelegaan yang lapang,
apabila akhirnya ia pergi?
Barangkali menarik juga mengetahui
segala apa yang akan kau lakukan
bila Nabi Muhammad datang secara pribadi
untuk menghabiskan beberapa saat
bersamamu!
Miftah F Rakhmat 1991
barang sehari atau dua
bila ia datang tak disangka-sangka
aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan?
Oh, aku tahu kau akan menyediakan
ruangan terbaik
bagi seseorang tamu yang begitu terhormat
Dan semua makanan yang akan kau
hidangkan padanya
adalah makanan yang terlezat
dan kau akan terus meyakinkannya,
bahwa kau senang dikunjunginya,
bahwa melayaninya di rumahmu sendiri
adalah suatu kebahagiaan tiada
bandingannya
Tetapi... apabila kau melihatnya datang,
akankah kau menemuinya di pintu
dengan tangan terulur menyambut
tamumu nan surgawi?
Atau...
akankah kau mengganti pakaianmu
sebelum kau menyilakannya masuk?
atau menyembunyikan majalah-majalah
dan mengedepankan Al-Quran?
Masih akankah kau menonton
film-film tak senonoh
yang ditayangkan pesawat TV-mu?
Dan membaca buku-buku yang kau baca?
Dan membiarkannya
mengetahui segala sesuatu
yang mengisi pikiran dan semangatmu?
Akankah kau mengajak Nabi bersamamu,
kemana pun kau pergi?
Atau, akankah kau, mungkin,
mengubah rencanamu
untuk berangkat sehari dua?
Akankah kau gembira memperkenalkannya
kepada kawan-kawan karibmu?
Atau akankah kau berharap
mereka menjauh
sampai kunjungannya usai?
Akankah kau senang
bila ia tinggal denganmu
untuk selama-lamanya?
Atau, akankah kau merasa lega dengan
kelegaan yang lapang,
apabila akhirnya ia pergi?
Barangkali menarik juga mengetahui
segala apa yang akan kau lakukan
bila Nabi Muhammad datang secara pribadi
untuk menghabiskan beberapa saat
bersamamu!
Miftah F Rakhmat 1991
Dalam Doaku
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama,
yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu,
yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya,
yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak“Hujan Bulan Juni”, music by : Ananda Sukarlan)
tak ada tendensi apapun dalam memposting puisi ini,
aku hanya suka kata-katanya, terlebih 2 kalimat terakhir...
jadi, teman-teman jangan banyak berprasangka ya, :D
oh ya, dulu pernah diposting disini
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
4 April 2011
Labels:
2011,
ananda sukarlan,
dalam doaku,
me,
puisi,
sapardi djoko damono,
sastra,
video
4
kata-kata
life is curious

if You life,
You talk
if You talk,
You ask.
if You ask,
You think
if You think.
You search.
if You search,
You experience.
if You experience,
You learn.
if You learn,
You grow.
if You grow,
You wish
if You wish,
You find.
if You find,
You doubt.
if you doubt,
You question
if you question,
You know.
if You know,
You want to know more.
if You want to know more,
You life.
life is curious
(A MAGNIFYING WORDS FROM NATGEO TV COMERCIAL)
Dialog Imajiner Dengan Mas Willy
Berbicara Dengan Tubuh Kita Sendiri, Tak Hanya Pikiran.
Siang itu aku tergagap. Mas Willy datang tergopoh-gopoh mendatangiku. Dengan sontak dia membentakku tanpa mula.
"Hei Cung, apa yang kau ketahui tentang sastra?", bentak Mas Willy.
Sacung, itu panggilan darinya untukku. Hanya untukku.
"Sastra itu membelitkan makna pada kata Mas...", aku jawab seadanya.
Pikiranku belum menyatu dengan tubuhku. Aku masih terkaget-kaget dengan kedatangannya yang seperti petir.
"Bodoh! Kau pikir sastra itu hanya kiasan makna? Haha, bukan main dungunya kau!", Mas Willy menimpali. Dia masih tertawa keras terbahak.
"Asal kau tahu, sastra itu adalah bahasa kepada diri kita. Cara berkomunikasi kita terhadap diri kita sendiri, itulah sastra!", Mas Willy masih berbicara.
"Apa yang sudah kau lakukan untuk dirimu sendiri? Apa kau selalu mengajak dirimu berbicara? Apa kau sudah kau lakukan, hah?", Mas Willy setengah berteriak.
"Aku suka merenung Mas, mengolah kata pada pikiran kemudian menuangkannya pada kertas. Aku sudah mewakili pikiranku pada huruf yang kutulis.", aku membela diri.
"Cung, aku sudah katakan, sastra itu adalah bahasa kepada diri kita. Apa aku harus mengulanginya puluhan kali agar kau mengerti? Bodoh!", Mas Willy sedikit meradang.
"Dan apa kau kira, dirimu hanya pikiran itu sendiri? Dan bagian yang lain bukan? Sempitnya kau!", lagi-lagi Mas Willy berbicara sedikit keras.
"Dirimu bukan sebatas pikiran. Kau masih punya jantung, tangan, kaki mata, hidung dan lain sebagainya. Dan juga kemaluan. Apa kau punya? Atau jangan-jangan kau tak punya satupun! Hahahaha...", Mas Willy tertawa. Dan aku masih mendengarkan ucapannya meski masih belum juga kupahami.
"Ajaklah dirimu berbicara. Ajaklah setiap bagian dari tubuhmu berbicara. Ucapkan terimakasih pada mereka. Tanpa mereka, kau hanya jiwa tak berbentuk. Tanpa mereka, kau hanya gelombang tak kentara. Kau tentu sudah sering berdiskusi dengan ratusan orang, mengobrol dengan ribuan orang, atau apapun bentuk komunikasi dengan orang lain. Tapi sudah seringkah kau berkomunikasi dengan dirimu sendiri? Kau sudah menerima banyak sesuatu dari orang lain. Hadiah, jabatan, pangkat, atau apapun bentuknya. Tapi, sudahkah kau berterimakasih pada dirimu sendiri? Hingga kau merasa harus berterimakasih pada Tuhan? Bahwa sebenarnya dirimulah yang menopang semuanya, bahwa Tuhan yang memberikan kekuatan pada dirimu?", kali ini mas Willy melembut. Aku sedikit agak tenang. Mencerna perlahan semua kata-kata langitnya.
"Cung, ingat kataku. Sejatinya, semua jawaban permasalahan hidup itu, ada dalam diri kita. Apapun itu. Tinggal kita mampu mencarinya ke dalam diri, atau enggan memancingnya keluar. Dan itulah yang disebut dengan sastra. Berbahasa dengan diri sendiri.", tutur Mas Willy.
Mas Willy mengeloyor pergi. Sama tiba-tibanya ketika dia datang. Tanpa sapa, tanpa salam, tanpa pertanda apapun.
Aku masih mengunyah pelan-pelan sabdanya. Ah, aku ini terlalu bodoh. Atau terlalu malas? Jutaan hikmah keluar dari mulutnya, tapi aku bebal menerimanya. Dasar Sacung!
10 februari 2011
09:57
San Disco Reaggefornia - jason mraz
berbicaralah, dan ucapkan terimakasih, pada dirimu sendiri.
hari # 13 : tentang menulis

#tentang menulis
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
— Pramoedya Ananta Toer
kalimat ini ampuh sekali.
aku langsung menanamkannya ke pikiranku dalam-dalam. aku harus menulis. kemudian aku banyak membaca buku tentang kepenulisan. aku memahami bahwa menulis itu adalah kewajiban setiap manusia. karena, tanpa tulisan dan kerja nyata, kita bukan apa-apa dimasa depan.
sampai saat ini, aku masih bercita-cita menulis buku. diterbitkan di Pro-U Media, itu obsesiku. aku juga ingin menulis catatan perjalanan, ebook tentang banyumas, puluhan essai, novel hingga artikel-artikel kecil untuk media komunitas.
beberapa tips yang selalu aku ingat adalah kata-kata dari bang darwis tere-liye,
hanya ada tiga resep, 1. ditulis 2. ditulis 3. ditulis itu saja.. jgn pedulikan soal bagus atau jelek.. jangan pikirkan dimuat atau tidak.. jgn pusing2 dgn kalimat pembuka, selesai atau tdk.. ditulis saja.. dan percayalah, sekali kebiasaan itu datang, kita hanya perlu menambahkan sedikit niat yg tulus, sejumput energi kebaikan, maka insya Allah, tulisan kita akan menyentuh dan bermanfaat bagi banyak orang..
Aku menulis karena aku ‘mewajibkan’ diriku untuk membaca…
AWALI setiap pagimu dengan menulis, itu akan membuatmu jadi seorang penulis. Begitulah ungkapan dari Gerald Brenan.
Writing is a journey to the unknown.
--Charlie Kaufman
ah, berjuta kata masih membeku di kepalaku. aku harus mencairkannya.
30 januari 2011
19:49
jubing kristianto, selalu memukauku.
bismisllah, untuk minggu depan.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
2 Februari 2011
Labels:
2011,
me,
menulis,
sastra,
ulang tahun
2
kata-kata
pernahkah

“Pernahkah ketika kau mulai merasa bisa menulis puisi, kau begitu bersemangat. Seolah batinmu mengembang sesak penuh oleh ide dan kata untuk puisimu. Kemudian tiba-tiba kau menulis teramat lancar, deras, dan bertubi-tubi. Tanpa sadar hari itu kau menulis lebih banyak puisi dari yang ditulis oleh penyair kesohor pada hari itu juga? Semua tampak mudah. Semua tampak gembira.”
“Pernahkah pula kau rasakan setelah itu, balon ide dan kantung katamu mengempis. Puisimu pun menetes satu satu. Itu bukan karena kau merasa lelah. Bukan pula kau merasa enggan. Hanya kempis begitu saja.”
“Pernahkah kau coba membaca lagi ke dua kumpulan puisimu tadi; yaitu yang mengalir deras tanpa lelah, dan yang menetes satu satu. Mana yang memikatmu kini? Yang penuh keceriaan kanak-kanak? Atau, yang berdehem kebapakan? Tentu saja, tidak arti apa pun di balik semua pertanyaan ini. Terkadang kita penuh keingintahuan.”
-- sdd
hari #2 : tentang andrea hirata

#tentang andrea hirata
andrea hirata adalah maestro. dan aku memujanya.
aku melihat novelnya di tahun 2007, 2 tahun setelah novelnya terbit. sebelumnya aku sangat tak menikmati novel selain ahmad tohari. namun, untuk kali ini aku tertarik. bukan karena judul, atau sinopsis di sampul belakang. tapi lebih karena biografi singkat dia yang ada di lembar terakhir. aku sungguh terpana. master bidang ekonomi menulis novel? mustahil!
namun dia hebat. menyulap hal mustahil menjadi nyata. menyihir hal yang tidak mungkin jadi bisa terjadi. lintang, arai, enong adalah tokoh buatannya yang membuatku selalu bersemangat. lintang dengan kecerdasan alamnya, arai dengan semangat bajanya untuk hidup dan enong dengan tekad kuatnya dalam menginginkan sesuatu.
aku banyak belajar dari andrea hirata. kata-kata semangatnya banyak mengisi di pikiranku. beberapa bahkan menjadi quote favoritku. buku-bukunya kumiliki semua. kalau dia menulis lagi, akan kubela-belakan untuk membelinya. bagaimaapun caranya.
andrea jadi patronku. persembahan tulisannya kepada guru masa kecilnya, ibu dan ayahnya, selalu membuatku percaya, bahwa dia orang yang luar biasa peduli dengan seseorang di sekelilingnya.
laskar pelangi, sang pemimpi, edensor, maryamah karpov, padang bulan dan cinta di dalam gelas, bisa kubilang karya-karya dahsyat dekade ini.
filma-filmnya tak pernah aku kecewa dengan penggarapan riri riza dan mira lesmana. salut untuk mereka!
dia merelakan dirinya keluar dari pt telkom, bumn besar di indonesia, untuk kemudian berniat mengembangkan kampung halamannya dan berkarir di bidang kepenulisan. bahkan, karenanya pula pulau belitung jadi punya sebutan bumi laskar pelangi. pulau belitung jadi tempat wisata yang menarik karena tulisan-tulisannya. sebuah kebermanfaatan yang mengganda.
andrea, kau tahu, jika aku tak bersemangat, ku buka lagi buku-bukumu..
terimakasih boi!
17:33
15 januari
sembari mendengarkan aku mau-nya Once.
ah, flu memang tidak enak.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
15 Januari 2011
Labels:
2011,
me,
pemikiran,
perenungan,
sastra,
ulang tahun
5
kata-kata
Langganan:
Postingan (Atom)

