Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan

B untuk Blackberry


Blackberry

pin BB-mu berapa hil?
14HILL14

sudah terlalu banyak orang yang menanyakan hal ini kepadaku. sampai bosan aku menjawabnya. handphone biasa saja. sony ericsson yang tutup baterai-nya hilang. dan bb itu bukan cita-citaku.

aku kagum sekali dengan bb. benda sekecil ini bisa dibilang meningkatkan kepercayaan diri manusia. benda semungil ini adalah tanda sebuah eksistensi diri. benda seimut ini adalah simbol pengejawantahan diri.

tentu bukan untuk semua orang, tapi aku pernah menjumpai orang yang demikian. tanpa bb dia tak bisa hidup. ah, bagi saya sempit sekali dunia.

bolehlah punya bb. mungkin bagi mereka bb itu kehidupan sosialnya. teman ada di bbm. kekasih ada di facebook. selingkuhan ada di twitter. tapi, bukankah interaksi dengan orang lain secara tatap muka itu justru lebih menyenangkan?

aku sering pula melihat orang sedang di cafe lebih sibuk dengan bb-nya daripada teman yang ada dihadapannya. pun melihat orang di keramaian lebih menikmati memijit-mijit tuts bb daripada menikmati keadaan sekelilingnya.

bb, terkadang justru membuat kita tidak peka dengan apa yang ada disekitar kita. dunia kita menjadi ada di layar 2,5 inchi. dengan bb, kita mungkin bisa meraba yang ada dijauh sana, tapi tidak bisa melihat apa yang ada disekeliling kita.

ya, meski tidak semua.

jadi, berapa pin bb-mu hill?



A untuk Ambigu


ada hal yang aku rasa perlu dipertegas lagi, tentang kejelasan, tentang kebenaran, tentang kenyatan, tentang semua hal yang menyangkut pada sebuah kesejatian. kita terlalu membiarkan keabsurdan ini menjadi hal yang lumrah. kita selalu memandang abu-abu menjadi warna yang terang. kita merasa pertengahan itu sebagai hal yang tidak perlu di perdebatkan lagi. sudah final. tak usah diutak-atik.

ambigu itu abu-abu. ambigu itu absurd. semu, maya. semua masih perlu kita gali, agar menjadi bahan yang lebih enak untuk ditelan. semua masih perlu kita cari kejelasannya, agar bisa mengambil kesimpulan lebih tepat dan cermat.

selalu cek ricek pada setiap input yang ada serta membersihkan diri dari peluang kemudahpercayaan.

18 Januari 2012
22:21
selalu tabayyun ya kang.
sembari mendengarkan Tarmijah dan Problemnya - Iwan Fals

Lama Sekali

Lama sekali aku tak menulis. Jika dicarikan alasan, maka aku sendiri juga bingung akan mengeluarkan alasan apa.

Aku sedang tak sibuk Tugas Akhir, meski sebenarnya Tugas Pamungkas ini harus kelar akhir juli. Aku sedang tak sibuk jalan-jalan, meski beberapa kali ke jogja n semarang. Aku sedang tak sibuk baca buku, bergulat dengan kata, meski Arus Balik-nya Pram setebal 760 halaman ada dikasurku. Aku sedang tak sibuk berkomunitas, meski latihan gamelan seminggu dua kali cukup menyita energi dan waktuku. Aku sedang tak sibuk mengkonsep, meski sebenarnya ratusan ide bergumul dikepala. Aku sedang tak sibuk apapun.

Kemarin, aku hanya tak ingin menulis. Itu saja.

21 Juni 2011
10:50
Bergulat dengan waktu.

Menulis Kesia-siaan

Aku terdiam. Kembali menggali. Bercermin. Ratusan tulisanku selama ini hanya sampah. Sampah kepala yang mengalir melalui tangan dan tuts-tuts keyboard laptopku. Jadilah ribuan huruf yang tergabung menjadi kalimat, lalu jadi paragraf dan membentuk satu tulisan. Itupun hanya sampah.

Meski disatu sisi aku percaya, sampah pikiran mesti harus dibuang. Daripada menggumpal keras dikepala dan berubah menjadi jerawat-jerawat mungil di wajah.

Aku memasuki frase. Dimana aku harus lebih banyak menulis. Dimana aku harus lebih banyak menghasilkan tulisan. Enak dibaca dan bermanfaat bagi orang lain. Tak hanya menambah kerutan dahi dan cibiran mulut para pembaca.

Ini berarti pula aku harus menambah banyak diskusiku dengan orang lain. Menambah buku bacaanku. Dan tentu saja blogwalking.

Aku harus merubah diri, dari menulis kesia-sian, menjadi menulis kebermanfaatan. Dan aku memulainya dengan mendaftar puluhan judul unik yang akan aku tulis. Memandang segala sesuatunya lebih luas. Menyadarkan diri. Mengambil sudut pandang dari sisi yang berbeda.

Baru saja kumulai.

100211
15:01
Endah n Rhesa - I Dont Remember
jerawat muncul di bawah mulut,
semoga sabtu sudah hilang.

hari # 13 : tentang menulis



#tentang menulis

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
— Pramoedya Ananta Toer

kalimat ini ampuh sekali.
aku langsung menanamkannya ke pikiranku dalam-dalam. aku harus menulis. kemudian aku banyak membaca buku tentang kepenulisan. aku memahami bahwa menulis itu adalah kewajiban setiap manusia. karena, tanpa tulisan dan kerja nyata, kita bukan apa-apa dimasa depan.

sampai saat ini, aku masih bercita-cita menulis buku. diterbitkan di Pro-U Media, itu obsesiku. aku juga ingin menulis catatan perjalanan, ebook tentang banyumas, puluhan essai, novel hingga artikel-artikel kecil untuk media komunitas.

beberapa tips yang selalu aku ingat adalah kata-kata dari bang darwis tere-liye,
hanya ada tiga resep, 1. ditulis 2. ditulis 3. ditulis itu saja.. jgn pedulikan soal bagus atau jelek.. jangan pikirkan dimuat atau tidak.. jgn pusing2 dgn kalimat pembuka, selesai atau tdk.. ditulis saja.. dan percayalah, sekali kebiasaan itu datang, kita hanya perlu menambahkan sedikit niat yg tulus, sejumput energi kebaikan, maka insya Allah, tulisan kita akan menyentuh dan bermanfaat bagi banyak orang..

Aku menulis karena aku ‘mewajibkan’ diriku untuk membaca…
AWALI setiap pagimu dengan menulis, itu akan membuatmu jadi seorang penulis. Begitulah ungkapan dari Gerald Brenan.


Writing is a journey to the unknown.
--Charlie Kaufman


ah, berjuta kata masih membeku di kepalaku. aku harus mencairkannya.

30 januari 2011
19:49
jubing kristianto, selalu memukauku.
bismisllah, untuk minggu depan.