Rizki dan Keuntungan Usaha

 

Tidak banyak manusia yang berpikir bahwa rizki adalah 100% berasal dari Tuhan. Dan bahwa keuntungan yang diperoleh dari usaha, dagang, jual beli atau bercocok tanam, terdapat prosentase hasil dari upaya manusia sendiri, tapi juga ada prosentase dari rizki Tuhan. Sebab tidak semua orang bertani akan panen. Tidak semua orang berdagang akan laba. Ada peran Tuhan di dalam panen dan laba. Sementara ada manusia yang tidak berdagang dan tidak bercocok tanam tapi tetap dilimpahi rizki oleh Tuhan.

Tugas manusia di dunia, ada Covid-19 atau tidak, adalah terus beramal saleh, tetap bekerja keras. Manusia terus menanam, meskipun terkadang tidak mengetam. Manusia tidak berhenti berikhtiar, meskipun bisa mengalami kegagalan. Maka justru karena itu manusia butuh terus memelihara keyakinannya bahwa Tuhan bertanggungjawab kepada janjiNya bahwa Ia melimpahkan rizki kepada semua makhluk-Nya.

Di wilayah usaha dan kerja keras itulah letak hidup manusia. Kecuali kalau manusia adalah Tuhan, maka wilayahnya bisa sampai ke kepastian untuk berhasil.

 

- Emha Ainun Nadjib

senja yang tak sebatas senja.
roda berputaran, beradu waktu.
nafas terburu, keluarga menunggu.

sesampai rumah, teh panas ada.
sepotong gorengan menambah hangat.
dan senyummu, makin meningkat.
Titah, sudah, langkah.

Memahami takdir, memahami kewajiban.

lahan, pelan, jalan

Menuntun diri, menuju sejati.

Guna Manusia - Barasuara


senyap

AKU sudah tidak merindukanmu.

kuucapkan, alhamdulillah.

R14

Dan seiring paruh masa
di selisih larut rasa
kau beranjak penuh asa
melenakan jiwa raya
kau tertawa berpeluk derita bercerita
bersinari masyhur diri yang tak pernah kau acuhkan
dan hantaran dalam sukma
terlatih guratan raja
kau terus berburu asa
meragukan jiwa raya
kau tertawa berpeluk derita bercerita
bersinari masyhur diri yang tak pernah kau acuhkan
kau melati di belantara semak yang berduri
melambai kisah yang akan terus mengujarkan
pelita dunia yang terang
Dan seiring paruh masa
di selisih larut rasa
kau beranjak penuh asa
melenakan jiwa raya
kau tertawa berpeluk derita bercerita
bersinari masyhur diri yang tak pernah kau acuhkan
kau melati di belantara semak yang berduri
melambai kisah yang akan terus mengujarkan
pelita dunia yang terang

- sore

sederhana #6


mumpung

mumpung sepi, kutulis harapan.

jika ramai datang, kuminggir saja.

sederhana #5


sederhana #4


sederhana #3


sederhana #2


sederhana #1


lombo

Sudah banyak janji kau ucapkan, tapi selalu saja meleset kau memenuhinya.
Hampir semuanya.

Belajarlah menepati janji, Hil!

terereret

Marah, kesal, bisa jadi hati ini yang merasa. Apa yang kau harap, tak pernah tercapai. Apalagi itu mungkin hal sepele bagi orang lain, tapi menjadi besar bagimu.

Sedih, merana, bisa jadi.

Tapi ya apa mau seterusnya?