untukmu.
Tampilkan postingan dengan label sapardi djoko damono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sapardi djoko damono. Tampilkan semua postingan
Sajak Kecil Tentang Cinta - Sapardi Djoko Damono
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
13 April 2012
Labels:
cinta,
kecil,
musikalisasi,
puisi,
sajak,
sapardi djoko damono,
tentang,
video,
youtube
0
kata-kata
Doa Agar Disukai Semua Orang
assalamualaikum
dadaku nabi Adam
suaraku nabi Daud
tampangku nabi Yusuf
tubuhku nabi Muhammad
lailahailallah
siapa memandang siapa menatap
cinta dan sayang kepadaku
kubaca aji Asmara Rembulan
matahari mantap
manusia sayang
cinta tunduk
bayi merah orang sejagad
menyerahkan sayang
tunduk kepada bayi merahku
atas kehendak Allah
(SDD)
dadaku nabi Adam
suaraku nabi Daud
tampangku nabi Yusuf
tubuhku nabi Muhammad
lailahailallah
siapa memandang siapa menatap
cinta dan sayang kepadaku
kubaca aji Asmara Rembulan
matahari mantap
manusia sayang
cinta tunduk
bayi merah orang sejagad
menyerahkan sayang
tunduk kepada bayi merahku
atas kehendak Allah
(SDD)
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
13 Maret 2012
Labels:
disukai,
do'a,
doa,
orang,
puisi,
sapardi djoko damono,
sastra,
sdd,
semua
0
kata-kata
di Restoran
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras --
kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.
(SDD, 1989)
jika aku ditanya, bagaimana perasaanku saat ini, maka puisi ini jawabannya.
16 Mei 2011
20:26
Tempat Terakhir - Padi
ah, tiba-tiba saja. belum sempat aku menerjemahkan rasa bahagia, langsung didera jutaan rasa. entah apa.
gambar
Dalam Doaku
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama,
yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu,
yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya,
yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak“Hujan Bulan Juni”, music by : Ananda Sukarlan)
tak ada tendensi apapun dalam memposting puisi ini,
aku hanya suka kata-katanya, terlebih 2 kalimat terakhir...
jadi, teman-teman jangan banyak berprasangka ya, :D
oh ya, dulu pernah diposting disini
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
4 April 2011
Labels:
2011,
ananda sukarlan,
dalam doaku,
me,
puisi,
sapardi djoko damono,
sastra,
video
4
kata-kata
Langganan:
Postingan (Atom)
