Dan kupingit malam,
mematri bayangmu dalam do’a-do’a panjangku
mentasbihkan namamu di tiap serpihan kata,
membiarkanmu merebahkan diri dalam dzikirku,
menghalau galau yang menawan jiwamu,
agar kilau,
senantiasa terpendar di beningnya matamu
Pebi Purwo Suseno
Tampilkan postingan dengan label pebi purwo suseno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pebi purwo suseno. Tampilkan semua postingan
#12 : Sajak Entah
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
12 Mei 2011
Labels:
pebi purwo suseno,
puisi,
sajak entah,
sastra
0
kata-kata
Langganan:
Postingan (Atom)