Tampilkan postingan dengan label 15 menit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 15 menit. Tampilkan semua postingan

Pertanyaan Jilid Malam

Kalau kemudian aku tidak mencapai keinginanku, terus mau apa? Apa dunia kiamat? Apa seluruh orang di dunia jadi memusuhiku?

(Hilmy Nugraha, Juli 2011)

#9 : Iklan TV Favorit (saat ini)



Jika ada acara yang paling kutunggu di televisi, maka iklan inilah jawabannya. :D

Mantapp mamaeeen! Kapan-kapan aku pasti kesana, bismillah cak!

#7 : Prisia Nasution



Sesekali saja, aku boleh mengagumi artis, dan itu artis televisi, maka aku sebut saja, Prisia Nasution.

Aku kenal dia (dia kenal aku ndak ya? haha) waktu pertama kali di SCTV. Sering muncul di layar FTV SCTV. Aktingnya keren. Gayanya yang tomboi selalu jadi pesona. Haha. Kalo wajah jangan ditanya dah.

Mantan atlit silat n basket pula. Wow keren. Dulu pernah jadi presenter olahraga di ANTV. Yang aku suka juga jarang muncul di infotainment, tanda artis baik-baik.

Kenapa Prisia?
Kalau sekedar cantik itu banyak. Tapi cantik, berprestasi, pinter, gayanya oke, itu sedikit. Prisia salah satunya.

Ah, lebay kau hill!

18 April 2011
10:28
Haha, malu abg nulis ginian Mel..

#4 : Dipilihkan


Aku semakin bersyukur atas pilihan-pilihanku hingga saat ini. Aku semakin merasa bahwa pilihan-pilihanku adalah ilham dari Tuhan. Ya, lewat bahasa yang tidak aku mengerti sampai saat ini.

Terlalu banyak pilihan-pilihan dalam kehidupan ini. Dan tentu takkan mampu aku terjemahkan semua dalam kata. Untuk saat ini aku ingin berbicara masalah politik.

Beruntungnya aku memilih BP sebagai bupati Banyumas, meski pada akhirnya tak jadi. Yang jadi justru kuda hitam yang memang hitam dari Patikraja, Mardjoko. Sampai saat inipun aku bisa jamin, para pemilih BP merasa pilihannya benar. Bahkan Gus Anam, Kiai dari Pondok Pesantren Leler, yang memang istikharahnya jatuh pada BP.

Karena hingga saat ini, kepemimpinan Mardjoko memang tak menghasilkan apapun kecuali Alun-alun Purwokerto yang berubah menjadi Alun Purwokerto, Eks terminal lama yang berubah menjadi taman kota berbayar, pembangunan hotel mewah bintang 4 yang tingginya menjulang sendirian, hingga reshuffle kabinetnya di dinas-dinas Pemda yang sangat kontroversial.

Baturraden, ikon pariwisata Banyumas sepertinya tak ada perubahan. Dialami sendiri oleh Pak Rasdi, penjual somay langgananku. Dia yang bilang bahwa Baturrden yang dia kunjungi tiap tahun, untuk menyenangkan anak istrinya tak ada perubahan apapun.

Kata siapa ada reformasi didalam birokrasi pemda? Itu omong kosong, mlompong. Perijinan pasang spanduk saja bisa membutuhkan waktu berhari-hari. Ribet dibuat-buat. Dinas Pendidikan bukan main jutek dan berbelit-belit. Mengurus ijin training, bisa jadi pekerjaan yang membosankan.

Janji investasi dari luar pun hanya buih di lautan saja. Tak ada realisasinya. Membusa diawal, kemudian hanyut tertelan ombak. Banyumas menjadi kabupaten tanpa tema. Tak jelas arahnya mau kemana. Mau jadi kota perdagangankah? industrikah? pariwisatakah? pendidikankah? atau malah justru jadi kota keripik? Hah! Semakin jengah saja.

Masyarakat kini sudah dijamin tidak mau memilih Mardjoko lagi. Aku yakin mereka menyesal. Menyesal menukarkan uang beberapa puluh ribu rupiah dengan janji palsu selama 5 tahun.

Aku semakin percaya, bahwa pilihanku ke BP tidak salah. Ya, mesti dia kemudian tak jadi bupatinya.

Dan, aku juga memilih Jusuf Kalla untuk jadi presidennya, bukan SBY. Aku juga merasa benar kali ini. Sungguh-sungguh benar.

10 Mei 2011
08:36
Sudahlah - Padi
Sudah-sudah, selanjutnya siapa yang memimpin? Silahkan. Rakyat sudah apatis.

#3 : Sajak Rindu

Aku rindu berdiskusi denganmu,
tentang nasionalisme, bukan saja kulit, tapi masuk kedalam sumsum tulang.
Apa beda antara negara dengan bangsa, hingga ketidaksetujuanmu
atas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.

Aku rindu berinteraksi denganmu,
kami mengeja satu persatu bahasa, kemudian diartikan bersama
menterjemahkan satu persatu makna hidup dan kehidupan.
Apa arti 'ini', apa arti 'itu'?

Aku rindu berdebat dengamu,
akan karya sastra siapa yang terbaik?
Pram? Ahmad Tohari? Leo Tolstoy? Eiji Yoshikawa? Ernest Hemmingway?
Akan siapa peraih nobel sastra selanjutnya.

Aku rindu mengigau denganmu,
tentang musik apa yang kali ini kau sukai.
Apa itu Jazz? Bossa? Blues? Slow Ritme?
Apakah ST 12 akan menjadi pembuka Iron Maiden?

Aku rindu berbantah-bantahan denganmu,
akan perjalanan mana saja yang sudah masing-masing lalui,
sudah kemana? Dapat apa? Bertemu siapa? Pengalaman unik apa?
Lalu, hendak kemana kami selanjutnya.

Aku rindu meracau denganmu,
melupakan masa-masa lalu, meski tak bisa,
mencintai hari ini, saat ini, tempat ini, pertemuan ini,
dan, memimpikan masa depan, akan menjadi apa kelak.

Aku rindu mengacau denganmu,
kejahilan-kejahilan anak muda,
keusilan spontan, kenakalan yang naif,
dari yang membuat emosi, hingga yang menciptakan gelak tawa.

Aku rindu bertemu denganmu.
Membicarakan apapun, denganmu, tak pernah tak indah.

10 Mei 2011
10:05
Menanti Keajaiban - Padi
Hingga saat ini, entahlah. Mbuh ah!
Tuhan,
apa untuk mengingat-Mu
aku harus sakit dulu….
Bagi mereka yang
mengupayakan cinta
Hanya ada iklim
hangat dan iklim sejuk
Meski ada goda
aurora pada pelangi khatulistiwa

Bagi mereka yang
mengupayakan cinta
Setiap musim
membagi cinderamata
Kristal salju,
kuntum bunga, pasir pantai, serasah hangat juga payung dan layang-layang.

Bagi mereka yang
mengupayakan cinta
Ditiap cuaca
cerah berbagi harapan, awan bersulam rahmat,
Hujan menyanyi
rizqi, badai mengeratkan peluk
Dan tiba-tiba,
surga mengetuk pintu rumah

Kompetisi bagi Wirausahawan Sosial Kembali Dibuka!

British Council kembali membuka kesempatan bagi Anda, wirausahawan sosial Indonesia, untuk bersaing dalam Arthur Guiness Fund-Community Entrepreneurs Challenge gelombang II.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi http://www.britishcouncil.org/indonesia-entrepreneurship-cec.htm

Belajar

Bila orang menyadari bahwa ia (mereka) hidup untuk belajar, maka mereka (ia) tidak mementingkan gelar atau simbol-simbol seperti ijasah dan diploma, bahkan juga semua implikasi kenikmatan hidup yang menyertainya. Yang terpenting adalah "mengeluarkan" potensi dirinya dan membuat dirinya menjadi nyata bagi sesamanya. Dan proses ini tidak akan pernah kelar, tidak pernah selesai, sampai mereka memperoleh "anugerah" berupa batu nisan di pekuburan.

(Jakob Sumardjo, dalam Harefa 2002)

Andy Warhol


Andy Warhol (lahir 6 Agustus 1928 – meninggal 22 Februari 1987 pada umur 58 tahun), adalah seorang seniman, sutradara avant-garde, penulis dan figur sosial Amerika. Warhol juga bekerja sebagai penerbit, produser rekaman dan aktor. Dengan latar belakang dan pengalamannya dalam seni komersil, Warhol menjadi salah satu pencetus gerakan Pop Art di Amerika Serikat pada tahun 1950an.

Karya-karya Warhol yang paling dikenal adalah lukisan-lukisan (cetakan sablon) kemasan produk konsumen dan benda sehari-hari yang sangat sederhana dan berkontras tinggi, misalnya Campbell's Soup Cans, bunga poppy, dan gambar sebuah pisang pada cover album musik rock The Velvet Underground and Nico (1967), dan juga untuk potret-potret ikonik selebritis abad 20, seperti Marilyn Monroe, Elvis Presley, Jacqueline Kennedy Onassis, Judy Garland, dan Elizabeth Taylor.

Di luar dunia seni, Warhol dikenal dengan ucapannya "Di masa depan semua orang akan menjadi terkenal selama 15 menit". Dia berkata kepada beberapa reporter, "Kalimat terbaru saya adalah, 'Dalam lima belas menit, semua orang akan menjadi terkenal'".

Sumber Dari : Wikipedia

Aku baru sadar, perkataan dari Warhol. Benar. Semua orang akan terkenal dalam 15 menit. Sinta n Jojo, Ariel-Luna Maya, Udin Sedunia, hingga Briptu Norman. Entah, jaman sekarang sudah terbolak-balik semua. Yang penting jadi tidak penting, yang tidak penting jadi penting. Yang terkenal tidak mesti berprestasi, yang berprestasi tidak mesti terkenal. Yang terbaik tidak mesti berguna, yagn berguna tidak mesti yang terbaik. Di mata orang banyak. Media memainkan segalanya. Kita mengamininya. Sekarang.