Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

autumn shade



aku bahagia luar biasa. senang tak terkira. gembira melambung diangkasa. bagaimana tidak, sekali waktu aku silaturahim ke rumah seorang sahabat, mendapatan banyak rezeki yang tak terduga-duga. wajahku merah merekah. senyum seperti tak mau lepas dari bibir. ubun-ubunku selaksa berdenyut pelan. jantung berdegup kencang.

bukan uang. bukan makanan. bukan oleh-oleh. bukan pemberian apapun. tapi ini hanya sebuah pinjaman. tapi bagiku, ini pinjaman yang luar biasa. pinjaman barang yang sungguh aku nantikan kehadirannya didalam hidup. mungkin bagi orang lain itu biasa, tapi bagi saya ini bukan biasa.

aku dipinjami 46 judul buku sastra yang semuanya itu sudah susah sekali dipasaran. buku sastra boi, buku sastra! aku seperti mendapatkan durian runtuh dan manggis jatuh. aku seperti menemukan harta yang selama ini ditimbun Karun dalam-dalam di lautan pasifik. atau mungkin sama rasanya seperti mendapatkan uang dari Gayus, yang gara-gara dia salah transfer.

aku berasa bertemu dengan puluhan sastrawan. aku serasa ada dihadapan mereka, berdiskusi, sharing knowledge dan bahkan menanyakan kabar. didepanku, mereka adalah seorang guru besar kehidupan, tentu disamping master dari sebuah kepenulisan. diam aku tertegun, malu aku merunduk. didalam hatiku ada gugup, gembira dan malu.

kebahagiaanku tak lekang juga. masih. dan seterusnya.

46 buku Emi di aku


Nyanyian Malam - Ahmad Tohari 2000
Bom - Putu Wijaya 1992
Kado Istimewa - Cerpen Pilihan KOMPAS 1992
Dibawah Lindungan Ka'bah - HAMKA 1981
Cerita Pendek Indonesia II - Satyagraha Hoerip, editor
Penjara - Sori Siregar 2006
Titik Temu - Sori Siregar 1996
Sampah Bulan Desember - Hamsad Rangkuti 2000
Keretakan dan Ketegangan - Achdiat K. Mihardja 1956
Sebuah Cinta Sekolah Rakyat - Toti Tjitrawasita 1976
Jantera Bianglala - Ahmad Tohari 1986
Cerita Pendek Indonesia I - Satyagraha Hoerip, editor
Cerita Pendek Indonesia IV - Satyagraha Hoerip, editor
Petualangan Tom Sawyer - Mark Twain 1973
Jalan Menikung - Umar Kayam 1999
Si Kabayan, Manusia Lucu - Achdiat K. Mihardja 1997
Belenggu - Armijn Pane 1954
Senyum Karyamin - Ahmad Tohari 1989
Habis Gelap Terbitlah Terang - R.A. Kartini 1985
90 Menit bersama Confucius - Paul Strahern 2001
Jalan Bandungan - Nh Dini 1989
Sekayu - Nh Dini 1987
Namaku Hiroko - Nh Dini 1989
Surat Cinta Enday Rasidin - Ajip Rosidi 1987
Bibir - Khrisna Mihardja 2001
Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma - Idrus 1948
Perburuan - Pramoedya Ananta Toer 1990
Ziarah - Iwan SImatupang 1969
Pulang - Toha Mohtar 1957
Nyali - Putu Wijaya 1983
Dosa Kita Semua - Motinggo Busye 1986
Hulubalang Raja - N St Iskandar 1948
Isyarat - Kuntowijoyo 1974
Jalan Tak Ada Ujung - Mochtar Lubis 1958
Turun ke Desa - N St Iskandar 1982
90 Menit bersama Plato - Paul Strahern 2001 (2 buku)
90 Menit bersama Descartes - Paul Strahern 2001
90 Menit bersama Hegel - Paul Strahern 2001
Si Dul Anak Jakarta - Aman 1992
Anak Perawan Di Sarang Penyamun - S Takdir Alisjahbana 1940
La Hami - Marah Rusli 1953
Catatan Kecil Bersama Bung Karno - Fatmawati 1978
Hati Yang Damai - Nh Dini 1982
Nyidam - Kumpulan Cerpen 1994
Katak Hendak Jadi Lembu - N St Iskandar 1990

hari#7: tentang buku


#tentang buku

aku rasa tak harus menjadi orang visual untuk mencintai buku. dan juga tak harus menjadi orang auditori untuk mencintai musik. semua orang pasti bisa. yang kuceritakan kali ini adalah buku.

kalau ada teman yang tak pernah khianat, dia adalah buku. kalau ada teman yang setia, dia adalah buku. kalau ada teman yang pintar, dia adalah buku. kalau ada teman yang suka berbagi, dia adalah buku.

bersama buku aku tahu tentang banyak hal. bersama buku aku mengerti akan sesuatu. bersama buku aku bisa tertawa sepuasnya, bahkan menangis seleganya. bersama buku pula, aku bisa keliling dunia, tanpa bergeser satu inchi-pun dari tempatku sebenarnya.

kalau ada tempat yang kusukai untuk dikunjungi di dunia, itu adalah perpustakan, toko buku dan book fair.

aku punya blog juga tentang buku, namun sudahlama tak ku update, bisa dibuka disini

hingga saat ini cita-citaku yang belum kucapaipun adalah menjadi penulis buku. amin.

oh ya hill, sudahkah kau selesaikan buku-buku tergeletakmu dirumah?

05:41
20 januari 2011
sembari menikmati the trees n the wild pagi-pagi,
nikmat sekali, apalagi kalo sudah mandi.

Aku Bercita-cita Menulis di Pro-U

Pertama aku beli buku Pro-U adalah disebuah toko kecil di pojok jalan kampus. satu-satunya toko buku di Purwokerto yang memberikan diskon 20 persen disetiap transaksi. Apapun bukunya. Buku yang kubeli saat itu adalah Nikmatnya Pacaran Saat Pernikahan dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Dua-duanya adalah karya Salim A Fillah. Buku ini luar biasa dahsyat. Memberikan efek yang begitu luar biasa hingga kehidupanku sekarang. Tentu saja, waktu itu aku sedang dalam masa transisi di kehidupan remaja. Masa dimana aku sedang menikmatinya virus merah jambu, jaman jahiliyah dan masa kegelapan. Namun disisi lain, aku juga sedang giat-giatnya mencari ilmu dan segala sumber referensi tentang semua hal yang kulakukan. Apa ini sesungguhnya benar? Apa sesungguhnya ini dianjurkan? Apa ini tidak apa-apa oleh agama? Pertanyaan inilah yang selalu memancingku untuk selalu mencari semua sumber ilmu tentang apa yang kulakukan.

Dan aku menemukan buku ini. Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Apa yang pertama kali menarik dari buku-buku ini? Yang jelas adalah tampilan visual. Cover. Begitu eye catching. Setelah membaca sinopsis dibelakang aku semakin penasaran. Subahnallah, ternyata memang benar, isinya begitu menarik. Satu hal yang kulakukan setelah membaca buku itu adalah menulis surat sama persis seperti yang tertulis di buku Agar Bidadari Cemburu Padamu. Surat ini ditujukan untuk seseorang wanita yang memang aku sedang dekat dengannya. Dengan mantap kuserahkan surat itu. Aku yakin, ini jalan terbaik yang kutempuh saat ini. Kami berpisah karena Allah. Dan ini tak pernah kusesali hingga kini. Alhamdulillah...

Melihat efek yang begitu dahsyat yang terjadi setelah membaca buku ini, aku kemudian semakin giat mencari buku-buku lain dari Pro-U media. Wah, ternyata memang belum banyak. Waktu itu tahun 2004. Buku-buku Pro-U kemudian banyak kuperoleh di kemudian hari. Seiring banyak book fair yang ada di kotaku. Bookmagz termasuk jenis buku yang kusukai. Tampilan grafis yang menarik dan kekinian menjadi faktor utamanya. Konten yang cocok dengan jiwa anak muda serta dikemas dengan bahasa gaul dan enteng membuatku selalu betah menghabiskan beberapa buku sekaligus. Beberapa buku yang kupunya adalah Change Now (Rahman Hanifan), Yes, Ujianku Sukses (Fatan Fantastik), Ramadhan Return (Shofwan Al Banna), Palestine, Emang Gue Pikirin (Shofwan Al Banna), dan Nikah, Emang Gue Pikirin (Shofwan Al Banna). Semuanya kulibas habis dalam sesaat. Mantap!

Penerbit ini unik. Kunjungan ke Pro-U adalah kali pertamanya aku datang ke kantor penerbitan. Yang tergambar dibenakku adalah kantor mewah nan lapang, dengan Front Office yang menarik, hiasan-hiasan formal, serta tentu saja ruang tunggu yang baik. Datanglah aku kesana. Bukan untuk menerbitkan buku namun berniat hendak mencetak poster ukuran A2. Aku diterima baik oleh Mas Fanni, direktur Pro-U. Mas Fanni, meski urusanku remeh (hanya sekedar mencetak) tapi dia melayani kebutuhanku dengan baik. Yang kulihat di kantor Pro-U waktu itu adalah meja tamu seadanya, sampel-sampel percetakan, kesibukan orang-orang yang sedang mendesain di balik komputernya masing-masing juga lalu lalang orang yang entah sedang mengerjakan apa. Dan setelah selesai transaksi, aku berisitirahat di masjid depan. Ketika adzan dhuhur berkumandang yang kulihat dari masjid adalah para pekerja di Pro-U berduyun-duyun keluar dari ruang kerjanya. Mereka meninggalkan semua pekerjaannya dan beringsut menuju ke masjid. Subhanallah. Luar biasa. Bagiku, seorang yang baru selesai kerja di kota besar, pemandangan seperti ini adalah pemandangan yang sungguh menarik, langka dan tentu saja sangat menginspirasi. Boleh saja kantor masih berantakan, tak teratur, namun kepribadian mereka sungguh mencerminkan shunah Rasulullah. Dari situ aku berkesimpulan, penerbit ini memang islami.

Aku pernah membeli buku Bahagianya Merayakan Cinta yang ditulis oleh Salim A Fillah. Buku itu kubaca hingga setengah buku selesai. Namun yang mengecewakan adalah ketika berada ditengah ada beberapa lembar halaman yang hilang. Aku langsung menghubungi nomor Pro-U yang ada di buku. Sebagai solusinya adalah buku itu ditukar dengan yang baru dengan syarat dibawa ke kantor. Setelah itu kontak dengan temanku yang ada di Jogja dan alhamdulillah, dia berbaik hati untuk dititipi buku ini. Sekitar 2 minggu kemudian, buku itu sudah diganti dengan yang baru. Bagiku ini luar biasa. Untuk penerbit yang masih kecil (waktu itu) mau mengganti buku-bukunya yang rusak adalah hal yang luar biasa.

Beberapa kali aku bertemu dengan Mas Salim A Fillah. Penulis muda yang memang berbakat. Aku kagum dengan kepiawaiannya menuliskan kata-kata, menorehkan inspirasi disetiap kalimatnya dan membuat para pembacanya bergairah ketika selesai membaca bukunya. Selain itu juga dia menikah muda sewaktu umurnya masih 19 tahun. Dan yang lebih menarik adalah, modal nikah yang dia gunakan itu berasal dari royalti dia menulis buku Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Luar biasa! Aku ingat dulu ketika sempat mengobrol dengannya, dan dengan polosnya aku menanyakan bagaimana menerbitkan buku di Pro-U. Dia menjawab “Dikirim saja tulisannya ke email Pro-U, nanti dari editor akan menjawab, apakah naskah tersebut layak terbit atau ndak...”. Dan beberapa waktu kemudian aku baru tahu, bahwa dia adalah editor level atas di Pro-U. Hehehe...

Dengan Ustadz Fauzil Adhim aku pernah bertemu dengannya dalam sebuah seminar pernikahan di Unsoed Purwokerto. Aku menyimpulkan bahwa Pro-U memang berisi orang-orang hebat. Lebih tepatnya mungkin orang-orang muda yang hebat. Bahkan, ustadz ngajiku sendiri adalah penulis di Pro-U. Yaitu Mas Ryan Martian. Dia menulis buku tentang pembelajaran yang menyenangkan, buku dengan judul Funtastic Learning. Dia bercerita bagaimana Pro-U begitu peduli dengan para penulisnya. Bagaimana Pro-U benar-benar mempertahankan prinsipnya untuk berjuang menebarkan dakwah lewat buku-buku yang dia terbitkan. Bagaimana Pro-U senantiasa pedulia dengan muslin-muslim di palestina. Bahkan untuk logonya pun aku rasa terinspirasi dari warna bendera palestina. Menurut Mas Ryan, Pro-U memang sedang berjuang melawan penerbit-penerbit lokal yang besar tapi tidak menunjukan kepedulian terhadap Islam. Aku salut.

Aku semakin bergairah. Tidak hanya untuk membacanya, tapi juga menyebarkannya. Dari berbagai hadiah yang kuberikan kepada temanku, pasti selalu kuberikan buku, dan itu adalah terbitan Pro-U. Dari buku pernikahan hingga buku untuk rajin belajar. Pertama kali kucari buku di setiap book fair adalah buku dari Pro-U. Buku Pro-U selalu menjadi rekomendasiku untuk teman yang sedang mencari bacaan tentang Islam.

Aku begitu bersemangat untuk menikah saat membaca buku-bukunya Salim A Fillah. Aku bersemangat untuk menulis ketika membaca buku Inspiring Words For Writers karya Ustadz Fauzil Adhim. Aku bersemangat untuk berubah saat membaca buku Gue Never Die-nya Salim A Fillah, Change Now-nya Rahman Hanifan dan Zero to hero-nya Silokhin Abu Izzudin. Aku semakin tahu hal yang sebenarnya tentang Palestine dan berjanji kepada diriku sendiri untuk lebih peduli terhadap Palestine setelah membaca buku Palestine, Emang Gue Pikirin-nya Shofwan Al Banna. Aku semakin benar dalam belajar, setelah membaca buku karya ustadku, Mas Ryan Martian Funtastic Learning, dan buku karya Fatan Fantastik yang berjudul Yes, Ujianku Sukses. Aku berjanji dalam diriku sendiri untuk tidak melewatkan setiap ramadhan ketika aku selesai membaca Ramadhan Return-nya Shofwan Al Banna.

Yang kutahu, semuanya sungguh mencerahkan dan menginspirasi.

Satu bait kalimat yang berada di halaman 73 buku Inspiring words for writers Ustadz Fauzil menulis, "Aku tidak melihat mata pisau yang lebih tajam melebihi goresan pena seorang penulis. Maka, perhatikanlah ke arah mana ujung penamu membawa gejolak perubahan." Kata-kata yang indah, inspiratif motivatif yang berasal dari kejernihan hati.
Setelah membaca buku-buku Pro-U, melihat semua orang-orang dibalik Pro-U, mengenal para penulis Pro-U, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan menulis. Terus menulis. Menulis dan menggerakan!
Hingga saat ini, aku (masih) bercita-cita tulisanku terbit di penerbit ini, di Pro-U media. Insya Allah...

Saatnya beraksi! Ini giliranku!


Hilmy Nugraha
Senang diskusi, jalan-jalan, membaca sastra, menulis dan bersepeda.
Beralamat di hilmynugraha@gmail.com
Mempunyai Blog : http://menjadihilmy.blogspot.com/


Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html

buku tergeletak

"book collecting is an obsession, an occupation, a disease, an addiction, a fascination, an absurdity, a fate. it is not a hobby. those who do it must do it. those who do not do it, think of it as a cousin of stamp collecting, a sister of the trophy cabinet, bastard of a sound bank account and a weak mind."
— Jeanette Winterson


ramadhan ini kuharap jadi banyak perubahan dalam diriku. mulai dari rajin ibadah, rajin membaca, rajin nulis, rajin bersih-bersih rumah, hingga rajin mandi. namun harapan tinggal harapan. aku tetap mempertahankan tradisi lama yaitu bermalas-malasan dengan itu semua. ah, kau memang tak berubah hill!

apa lagi tentang buku. bulan ramadhan ini targetku adalah menyelesaikan buku api sejarah-nya ahmad surya mansurnegara. buku setebal 584 halaman ini kuniatkan selesai bersamaan selesainya bulan ramadhan. dan kemabli lagi, niat tinggal niat. meski sudah kuperpanjang berkali-kali di perpus, aku tetap saja belum menyelesaikannya. sudah tahu begitu, aku menambah daftar bacaan lagi di bulan ini. aku memperbanyak koleksi buku tentang tulis menulis. aku cari buku-buku hernowo. di perpus, punyaku, pinjam dan di togamas. ku temukan dua judul. vitamin T kudapat di perpus dan quantum writing kupinjem dari Mas Ryan. kutambah lagi daftarnya dengan buku menyusuri lorong-lorong dunia tulisannya mas sigit susanto. diatas buku itu kutumpuk buku marketing is bullshit, penulisnya ippho santosa, kupinjam dari rizky.

sudah banyak daftar buku yang mesti kubaca bulan ini, namun aku tetap saja malas membacanya. dan kegilaanku berikutnya muncul. aku malah membeli buku. burdah (muhammad adib), balthasar odyssey (amin maalouf) , menatap punggung muhammad (fahd djibran) dan galaksi kinanthi (tasaro gk). ah, gila! sudah buku yang kemarin belum kelar, aku malah membeli buku. book shopaholic kau! belum selesai mengagumi kegilaanku yang sebelumnya, aku kembali menambah daftar bacaan lagi. aku pinjam 3 buku tentang kepenuliasan dari hani dan 1 novel muhammad, lelaki penggenggam hujan milik afi. edan!

ya, entah karena kesibukanku atau karena kemalasanku, kesemua buku itu hanya tergelatak di kamar, diatas kasur, diatas printer, bahkan ada beberapa tercecer di lantai. aku jadi malu. berniat menjadi penulis, tapi untuk membaca saja malas bukan main.

aku hanya berdalih, seperti yang di ucapkan frank zappa :

"So many books, so little time."
— Frank Zappa

so, lets read! ojo males rek!


nb : kata melyn : sakit gila no 25, suka beli buku tapi males bacanya. hoho