British Council kembali membuka kesempatan bagi Anda, wirausahawan sosial Indonesia, untuk bersaing dalam Arthur Guiness Fund-Community Entrepreneurs Challenge gelombang II.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi http://www.britishcouncil.org/indonesia-entrepreneurship-cec.htm
Kompetisi bagi Wirausahawan Sosial Kembali Dibuka!
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
28 April 2011
Labels:
15 menit,
2011,
british council,
entrepreneur,
kewirausahaan sosial,
social entrepreneur
0
kata-kata
Chairil Anwar, Sekali Berarti Sesudah itu Mati!
AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
nb : Aku percaya, orang baik itu mati muda. Pun Chairil Anwar, sekali berarti, sesudah itu mati! Selamat Hari Chairil Anwar!
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku [2]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia.
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota. [1] Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. [2]
Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung memengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian.[3]. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.[4] Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.[5][6]
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya, yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun, dia sudah kena sejumlah penyakit. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[7] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.
Sumber : Wikipedia
nb : Aku percaya, orang baik itu mati muda. Pun Chairil Anwar, sekali berarti, sesudah itu mati! Selamat Hari Chairil Anwar!
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
Labels:
2011,
chairil anwar,
sekali berarti,
sesudah itu mati
2
kata-kata
Belajar
Bila orang menyadari bahwa ia (mereka) hidup untuk belajar, maka mereka (ia) tidak mementingkan gelar atau simbol-simbol seperti ijasah dan diploma, bahkan juga semua implikasi kenikmatan hidup yang menyertainya. Yang terpenting adalah "mengeluarkan" potensi dirinya dan membuat dirinya menjadi nyata bagi sesamanya. Dan proses ini tidak akan pernah kelar, tidak pernah selesai, sampai mereka memperoleh "anugerah" berupa batu nisan di pekuburan.
(Jakob Sumardjo, dalam Harefa 2002)
(Jakob Sumardjo, dalam Harefa 2002)
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
27 April 2011
Labels:
15 menit,
belajar,
harefa,
jakob sumardjo
5
kata-kata
Gugur Gunung
Ayo (ayo) … kanca (kanca) … ngayahi karyaning praja
Come (come) … friends (friends) let’s do our work
Kene (kene) … kene (kene) … gugur gunung tandang gawe
Come here (come here) … come here (come here) … together we do the work
Sayuk-sayuk rukun bebarengan ro kancane
Harmoniously (let’s be) together with friends
Lila lan legawa kanggo mulyaning negara
[Work] sincerely for the glory of our country
Siji (loro) telu (papat) … maju papat papat
One (two) three (four) … let’s go (forward) infours
Diulung-ulungake mesthi enggal rampunge
Pass if over to the other, for sure if will finish
Holobis kuntul baris, holobis kuntul baris ( 2x )
nb : lagu ini kemarin dinyanyikan di Maiyah Gambang Syafaat Semarang. membuat aku segera mencari lirik lagu dan maknanya. bagus. ini karyanya Ki Narto Sabdo, seorang dalang terkenal dari Jawa Tengah.
Shohibu baiti
Shohibu baiti… Ya shohibu baiti…
Tuan rumahku… Wahai tuan rumah(ku)
Imamu hayatii… Ya Imamu hayati…
Pemimpin hidupku… Wahai pemimpin hidupku
Mursyidu imanii… Anta syamsu qolbiy…
Penuntun imanku… Engkau (cahaya) mentari hatiku
Qomaru fuadi… Ya qurratu ‘aini…
Rembulan jiwaku… Wahai penyejuk mataku
Syafi’u nashibiy… Ya maula jihadiy…
Penolong (dari) beban(berat)ku… Wahai muara perjuanganku
Ufuqu Syauqi… Ya baabu akhirati…
Cakrawala rinduku… Wahai pintu keabadianku
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
Labels:
cak nun,
kiai kanjeng,
lirik,
maiyah,
shohibu baiti,
shohibu bayti
0
kata-kata
Para Pendendam Indonesia
“Kalau engkau berbuat baik seribu kali, bersiaplah untuk tidak menunggu satu orang pun melirik seribu kebaikanmu itu satu kali saja pun. Sebaliknya, kalau engkau berbuat buruk satu kali saja, bahkan sekedar diduga, dituduh atau difitnah berbuat buruk satu kali saja, maka persiapkan dirimu untuk mendengarkan seribu orang memperkatakan seribu keburukanmu yang mereka karang-karang sebanyak seribu kali.”
-EAN
-EAN
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
23 April 2011
Labels:
2011,
cak nun,
indonesia,
me,
pendendam,
perenungan,
quote
3
kata-kata
Andy Warhol
Andy Warhol (lahir 6 Agustus 1928 – meninggal 22 Februari 1987 pada umur 58 tahun), adalah seorang seniman, sutradara avant-garde, penulis dan figur sosial Amerika. Warhol juga bekerja sebagai penerbit, produser rekaman dan aktor. Dengan latar belakang dan pengalamannya dalam seni komersil, Warhol menjadi salah satu pencetus gerakan Pop Art di Amerika Serikat pada tahun 1950an.
Karya-karya Warhol yang paling dikenal adalah lukisan-lukisan (cetakan sablon) kemasan produk konsumen dan benda sehari-hari yang sangat sederhana dan berkontras tinggi, misalnya Campbell's Soup Cans, bunga poppy, dan gambar sebuah pisang pada cover album musik rock The Velvet Underground and Nico (1967), dan juga untuk potret-potret ikonik selebritis abad 20, seperti Marilyn Monroe, Elvis Presley, Jacqueline Kennedy Onassis, Judy Garland, dan Elizabeth Taylor.
Di luar dunia seni, Warhol dikenal dengan ucapannya "Di masa depan semua orang akan menjadi terkenal selama 15 menit". Dia berkata kepada beberapa reporter, "Kalimat terbaru saya adalah, 'Dalam lima belas menit, semua orang akan menjadi terkenal'".
Sumber Dari : Wikipedia
Aku baru sadar, perkataan dari Warhol. Benar. Semua orang akan terkenal dalam 15 menit. Sinta n Jojo, Ariel-Luna Maya, Udin Sedunia, hingga Briptu Norman. Entah, jaman sekarang sudah terbolak-balik semua. Yang penting jadi tidak penting, yang tidak penting jadi penting. Yang terkenal tidak mesti berprestasi, yang berprestasi tidak mesti terkenal. Yang terbaik tidak mesti berguna, yagn berguna tidak mesti yang terbaik. Di mata orang banyak. Media memainkan segalanya. Kita mengamininya. Sekarang.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
Labels:
15 menit,
2011,
andy warhol,
pemikiran,
perenungan,
seni
4
kata-kata
Mengkaji Terus
Dalam hidup, yang berbahaya adalah bukan mereka yang tidak banyak melakukan sesuatu. Tapi justru mereka yang banyak melakukan sesuatu namun tak mengerti, apa sesungguhnya yang mereka lakukan. Mereka sibuk kesana kemari, merasa bahwa dirinya cukup, tapi tak pernah punya esensi dari semuanya. Mereka mengerjakan sesuatu yang mereka anggap besar, tapi mereka tak pernah menanyakan lagi, melakukan autokritik atas apa yang mereka kerjakan.
Setidaknya inilah yang disebut amal tanpa ilmu. Kata orang ini kosong belaka. Bukan berarti apa yang harus kita lakukan itu harus menunggu berilmu dulu. Tidak. Tapi terus mengkaji, atas apa yang kita lakukan itu adalah penting.
Pun dalam hidup. Setiap pilihan hidup. Kita diharuskan mengkaji, tidak hanya bagaimana untuk melakukan hal ini itu, tapi juga mengapa kita melakukan hal ini itu. Sebuah pertanyaan penting, mengenai akar terkuat kita melakukan sesuatu. Sama pentingnya dengan pekerjaan itu sendiri.
Ah, sering aku merindukan obrolah yang berat semacam ini.
14 April 2011
14:00
Naff ganti vokalis, jadi menye-menye.
Gerimis sedikit, padahal jam 2 siang. Mremun.
Setidaknya inilah yang disebut amal tanpa ilmu. Kata orang ini kosong belaka. Bukan berarti apa yang harus kita lakukan itu harus menunggu berilmu dulu. Tidak. Tapi terus mengkaji, atas apa yang kita lakukan itu adalah penting.
Pun dalam hidup. Setiap pilihan hidup. Kita diharuskan mengkaji, tidak hanya bagaimana untuk melakukan hal ini itu, tapi juga mengapa kita melakukan hal ini itu. Sebuah pertanyaan penting, mengenai akar terkuat kita melakukan sesuatu. Sama pentingnya dengan pekerjaan itu sendiri.
Ah, sering aku merindukan obrolah yang berat semacam ini.
14 April 2011
14:00
Naff ganti vokalis, jadi menye-menye.
Gerimis sedikit, padahal jam 2 siang. Mremun.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
22 April 2011
Labels:
2011,
me,
Mengkaji,
pemikiran,
perenungan
1 kata-kata
O Muhammad, Puisi Cinta Untuk Nabi
Bila Nabi Muhammad mengunjungimu
barang sehari atau dua
bila ia datang tak disangka-sangka
aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan?
Oh, aku tahu kau akan menyediakan
ruangan terbaik
bagi seseorang tamu yang begitu terhormat
Dan semua makanan yang akan kau
hidangkan padanya
adalah makanan yang terlezat
dan kau akan terus meyakinkannya,
bahwa kau senang dikunjunginya,
bahwa melayaninya di rumahmu sendiri
adalah suatu kebahagiaan tiada
bandingannya
Tetapi... apabila kau melihatnya datang,
akankah kau menemuinya di pintu
dengan tangan terulur menyambut
tamumu nan surgawi?
Atau...
akankah kau mengganti pakaianmu
sebelum kau menyilakannya masuk?
atau menyembunyikan majalah-majalah
dan mengedepankan Al-Quran?
Masih akankah kau menonton
film-film tak senonoh
yang ditayangkan pesawat TV-mu?
Dan membaca buku-buku yang kau baca?
Dan membiarkannya
mengetahui segala sesuatu
yang mengisi pikiran dan semangatmu?
Akankah kau mengajak Nabi bersamamu,
kemana pun kau pergi?
Atau, akankah kau, mungkin,
mengubah rencanamu
untuk berangkat sehari dua?
Akankah kau gembira memperkenalkannya
kepada kawan-kawan karibmu?
Atau akankah kau berharap
mereka menjauh
sampai kunjungannya usai?
Akankah kau senang
bila ia tinggal denganmu
untuk selama-lamanya?
Atau, akankah kau merasa lega dengan
kelegaan yang lapang,
apabila akhirnya ia pergi?
Barangkali menarik juga mengetahui
segala apa yang akan kau lakukan
bila Nabi Muhammad datang secara pribadi
untuk menghabiskan beberapa saat
bersamamu!
Miftah F Rakhmat 1991
barang sehari atau dua
bila ia datang tak disangka-sangka
aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan?
Oh, aku tahu kau akan menyediakan
ruangan terbaik
bagi seseorang tamu yang begitu terhormat
Dan semua makanan yang akan kau
hidangkan padanya
adalah makanan yang terlezat
dan kau akan terus meyakinkannya,
bahwa kau senang dikunjunginya,
bahwa melayaninya di rumahmu sendiri
adalah suatu kebahagiaan tiada
bandingannya
Tetapi... apabila kau melihatnya datang,
akankah kau menemuinya di pintu
dengan tangan terulur menyambut
tamumu nan surgawi?
Atau...
akankah kau mengganti pakaianmu
sebelum kau menyilakannya masuk?
atau menyembunyikan majalah-majalah
dan mengedepankan Al-Quran?
Masih akankah kau menonton
film-film tak senonoh
yang ditayangkan pesawat TV-mu?
Dan membaca buku-buku yang kau baca?
Dan membiarkannya
mengetahui segala sesuatu
yang mengisi pikiran dan semangatmu?
Akankah kau mengajak Nabi bersamamu,
kemana pun kau pergi?
Atau, akankah kau, mungkin,
mengubah rencanamu
untuk berangkat sehari dua?
Akankah kau gembira memperkenalkannya
kepada kawan-kawan karibmu?
Atau akankah kau berharap
mereka menjauh
sampai kunjungannya usai?
Akankah kau senang
bila ia tinggal denganmu
untuk selama-lamanya?
Atau, akankah kau merasa lega dengan
kelegaan yang lapang,
apabila akhirnya ia pergi?
Barangkali menarik juga mengetahui
segala apa yang akan kau lakukan
bila Nabi Muhammad datang secara pribadi
untuk menghabiskan beberapa saat
bersamamu!
Miftah F Rakhmat 1991
Harumlah Namanya

KARTINI membuktikan satu hal yg mungkin klise: pena bisa jadi lebih tajam daripada pedang, lebih jauh melesat daripada peluru!
KARTINI membuktikan satu hal: menulis, walau itu hanya surat, ditujukan pada satu orang, bisa jadi inspirasi sebuah bangsa!
KARTINI mengajarkan satu hal: kau boleh saja tunduk, tapi jangan pernah menyerah, jangan berhenti menggugat dan menggugah!
KARTINI meneladankan satu hal: jika ada yg layak kau perjuangkan, berjuanglah, tak harus kau yg menikmati hasil perjuangan itu
- Hasan Aspahani-
dari sini
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
21 April 2011
Labels:
2011,
april,
harum,
hasan aspahani,
kartini,
me
4
kata-kata
Tentang Kembali Ke Salaf
Pertama-tama, yang Anda harus ketahui, berapa persen masyarakat Indonesia yang familiar dengan al-Quran? Yang melek sejarah Islam saja, berapa persen? Paling-paling Cuma 12% yang bisa baca dan familiar dengan al-Quran. Kita ini masih dalam marhalah (fase) dakwah, masih jauh dari Islam yang sebenarnya kita inginkan.
Yang kedua, (bila ada) teman-teman kita yang kembali ke gerakan salaf, itu bagus dan harus, sebab di dalam hadis dikatakan, “Khairu qurun, qurni tsummal ladzina yalunahum” (sebaik-baik masa adalah masaku dan masa-masa setelahku).
Tapi contoh (gerakan salaf) bukan berarti memelihara jenggot dan bercelana di atas mata kaki. Kalau sekadar ingin berjenggot atau bercelana seperti itu, ya silakan.
Kita harus mengetahui bahwa tiga abad pertama Islam itu adalah masa-masa kejayaaan dan keemasan, yaitu masuknya tsaqafah (kebudayaan) hadharah (peradaban), ilmu pengetahuan, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu tajwid, ilmu qiraat, ilmu nahwu, sharaf, balaghah, kedokteran, astronomi, dengan tokoh-tokohnya: Ibnu Sina, al-Farabi, al-Kindi, al-Khauqa, al-Idrisi yang ahli ilmu bumi. Semua terjadi di abad ketiga Hijriah, di samping Syafi’i, Maliki, Hambali, Hanafi, Bukhari, Muslim.
Jadi, kalau kita mau bicara kembali ke salaf, ayo, saya setuju, tapi ilmunya (peradabannya) bukan hanya simbol sorbannya, jenggotnya dan juga celana yang di atas mata kaki itu. Ayo kita kembali membangun kejayaan Islam seperti salaf
Aku suka sekali kutipan ini. Kata-kata dari Dr Said Aqil Siradj.
Menulis Cinta
kau minta aku menulis cinta
aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
kubolak-balik seluruh abjad
kata-kata cacat yang kudapat
jangan lagi minta aku menulis cinta
huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu
sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut
(“Menulis Cinta”, Sitok Srengenge)
aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
kubolak-balik seluruh abjad
kata-kata cacat yang kudapat
jangan lagi minta aku menulis cinta
huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu
sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut
(“Menulis Cinta”, Sitok Srengenge)
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
16 April 2011
Labels:
me,
menulis cinta,
puisi,
sitok srengenge
5
kata-kata
Eliana
Hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika itu memang cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali para pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia mengenggamnya erat-erat.
-- tereliye
-- tereliye
Ayo!
Berburu lomba, mencari kompetisi,
apapun itu! selama aku mampu.
beri aku seusuatu yang paling sulit, aku akan belajar.
apapun itu! selama aku mampu.
beri aku seusuatu yang paling sulit, aku akan belajar.
Pandangan Bijak

Aku jadi teringat pesan mas Imam, teman yang kukenal saat i'tikaf di Mafaza 2 tahun yang lalu. Bahwa saat belajar agama, luas pandangan kita. Aku tahu, dia ikut salah satu firkoh. Yaitu Jamaah Tabligh. Tapi meski demikian, dia begitu luas dalam memandang islam.
Yang kutangkap dari obrolannya adalah, bagaimana dia tidak memandang buruk orang lain. Tidak menganggap orang lain. Serta tidak memandang alirannya adalah yang paling baik.
Aku suka prinsip ini. Jarang kutemui.
Waktu aku ditanya, ngaji apa saat ini. Ya aku bilang saja seadanya, halaqah. Dan dia dengan bijak berkata, bahwa dia dulu juga pernah ngaji halaqah. Tapi semua hal pantas dicoba. Untuk menemukan apa yang sreg di hati. Bila perlu ikuti semua kajian. Biar nanti kita sendiri yang menentukan, mana yang lebih pas dengan diri kita.
Aku rasa ini sebuah pandangan yang bijak. Menemukan sesuatu dengan pencarian, bukan dengan taklid. Andaipun masih belum sreg, toh tidak ada paksaan darimanapun. Pun tidak merasa benar sendiri dengan hal yang ia putuskan.
Aku belajar banyak dari mas Imam.
11 April 2011
06:31
Kesan dimatamu - Chrisye
aku tak marah, insya Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)

