Tampilkan postingan dengan label jakob sumardjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakob sumardjo. Tampilkan semua postingan

Belajar

Bila orang menyadari bahwa ia (mereka) hidup untuk belajar, maka mereka (ia) tidak mementingkan gelar atau simbol-simbol seperti ijasah dan diploma, bahkan juga semua implikasi kenikmatan hidup yang menyertainya. Yang terpenting adalah "mengeluarkan" potensi dirinya dan membuat dirinya menjadi nyata bagi sesamanya. Dan proses ini tidak akan pernah kelar, tidak pernah selesai, sampai mereka memperoleh "anugerah" berupa batu nisan di pekuburan.

(Jakob Sumardjo, dalam Harefa 2002)