Tampilkan postingan dengan label lirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lirik. Tampilkan semua postingan

#24 : Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan


“Lalu mataku merasa malu. Semakin dalam, ia malu kali ini.
Kadang juga ia takut tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya.
Di malam hari menuju pagi, sedikit cemas banyak rindunya”

#19 : semuanya bernyanyi


semuanya bernyanyi saksikanlah
orang-orang riang hati
semuanya gembira bersorakan
wajah-wajah suka ria

mensyukuri rahmat illahi rabbi
matahari terbit kembali
sesudah duka bertubi-tubi
cahaya benderang kembali

betapa indahnya kebebasan
kecerahan menerpanya

pintu tlah terbuka kegelapan
kebuntuan telah sirna
betapa lamanya menantikan
cahayanya dipancarkan

kini Tuhan memenuhi janji
dibuka olehnya terali
beban seakan tak teratasi
kini mereka lahir kembali

betapa agungnya anugerah
sangat cerah hadiahnya

kalau waktunya telah datang
kalau pagi telah benderang
kalau tlah tiba janji Tuhan
mereka yang disengsarakan
diberi kemuliaan

bangbang wetan


Bang-bang wus rahina, bang-bang wus rahina (fajar t'lah tiba)
Srengengene muncul, sunar sumamburat (mentari terbit sinarnya semburat)
Cit-cit cuwit-cuwit cit-cit cuwit-cuwit,
cit cuwit rame swara ceh-ocehan (bercicit-cicit suara burung bersiulan)
Krengket gerat-geret, krengket gerat-geret (berderak-derik)
Nimba aneng sumur, (menimba air di sumur)
adus gebyar-gebyur (untuk mandi berguyur)
Segere kepati, segere kepati, kepati bingah (segarnya luar biasa, senang)
Bagas kuwarasan (sehat wal afiat)

semau-maumu


kalau memang itu maumu
mencari bahagia dengan menuruti nafsu
terserah kamu

pandailah sendiri
dan bodohlah sendiri

kehidupan dan kematian
keuntungan dan kerugian
kau sendiri yang menentukan sesudah Tuhan

ke utara atau ke selatan
cahaya atau kegelapan
kau sendiri yang mengambil keputusan

buat apa ku mengingatkan
kalau Tuhan saja tiada engkau dengarkan
silakan jalan

hebatlah sendiri
dan konyollah sendiri

kenikmatan dan kepuasan
bukanlah pada khayalan
tapi didalam sehatnya akal pikiran

mencari rahasia Tuhan
sejatinya kebahagiaan
memijakkan kaki di bumi kenyataan

lampiaskan semau-maumu
hanyutkanlah diri sesuka-sukamu
telanlah api dunia sekenyangmu
tapi jangan sesalkan akan cepat datang mautmu

vocal by : Emha Ainun Nadjib dan novia Kolopaking
music by : Kiai Kanjeng

New Nutrilon Royal - LIFE STARTS HERE

Lets call on the interested The wide eyed The hopeful The princesses And the princess Their believer Lets some on the generals The queens, The kings, and The knights start ride adventures trail Lets call on the ledgers The lovers The big ones The small ones The boundaries The attendance Discoverers The conductor The scientist The CEO’s lets call on the Sky walkers The movers The shakers Lets call on the curious And bring on the hope LIFE STARTS HERE 

Bidadari Pemberani - Ahluddin

Kapankah datang bidadari pemberani
Raih tanganku dan tak takut terkena lumpur

Kapankah datang bidadari pemberani
Angkat tubuhku dan tak takut ikut tenggelam

Masihkah ada bidadari pemberani
Ataukah ku harus terus disini sampai ku mati

Aku hanya menunggunya
Atau ku harus disini
Terus sampai terus sampai mati

da'uni


Da`uni da`uni unaji habibi
Wa la ta’dzuluni fa ‘adzli haram

(Biarlah, biarlah aku mengeluh kepada kekasihku
jangan hardik aku jangan ganggu kemesraanku)

Kita adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan - Payung Teduh



Kita tak semestinya berpijak diantara
Ragu yang tak berbatas
Seperti berdiri ditengah kehampaan
Mencoba untuk membuat pertemuan cinta

Ketika surya tenggelam
Bersama kisah yang tak terungkapkan
Mungkin bukan waktunya
Berbagi pada nestapa
Atau mungkin kita yang tidak kunjung siap

Kita pernah mencoba berjuang
Berjuang terlepas dari kehampaan ini
Meski hanyalah dua cinta
Yang tak tahu entah akan dibawa kemana

Kita adalah sisa-sisa keikhlasan
Yang tak diikhlaskan
Bertiup tak berarah
Berarah ke ketiadaan
Akankah bisa bertemu
Kelak didalam perjumpaan abadi

berjalan-jalan - wsatcc


ke pulau bintan, ke tanjung pinang
bergayut hati berkeliling senang-senang
ke surabaya, pulau madura
mampir ke malang jalan-jalan hingga petang

tiada cukup merasa puas
pergi ke amerika, jepang, kanada
terbang ke hongkong, jerman, thailand
tapi hati terpaku di nusantara

dari sumatera, ke pulau jawa
kalimantan sulawesi nusa tenggara
pergi ke timur, irian jaya
berlibur kita menuju pulau dewata
la la la la la la la la la la la la

Bengawan Sore - Manthous




Ning pinggiring bengawan
Tansah setyo ngenteni sliramu
Eling eling jamane semono
Wis ndungkap petung ketigo
Ning pinggiring bengawan
Saben saben mung tansah kelingan
Wus prasetyo ing janji kang suci
Ing lahir terusing ati
Sanadyan koyo ngopo manungso
Mung biso ngreko lan njongko
Gusti kang paring idi lan pesti
Kito sak dermo nglampahi
Ning pinggiring bengawan
Wayah sore tan soyo kelingan..
Gawang gawang esemu cah ayu..
Gawe sedihing atiku..

nb : Aku suka lagu ini, bikin damai di hati, hehe... 

Shohibu baiti


Shohibu baiti… Ya shohibu baiti…
Tuan rumahku… Wahai tuan rumah(ku)

Imamu hayatii… Ya Imamu hayati…
Pemimpin hidupku… Wahai pemimpin hidupku

Mursyidu imanii… Anta syamsu qolbiy…
Penuntun imanku… Engkau (cahaya) mentari hatiku

Qomaru fuadi… Ya qurratu ‘aini…
Rembulan jiwaku… Wahai penyejuk mataku

Syafi’u nashibiy… Ya maula jihadiy…
Penolong (dari) beban(berat)ku… Wahai muara perjuanganku

Ufuqu Syauqi… Ya baabu akhirati…
Cakrawala rinduku… Wahai pintu keabadianku