hari # 13 : tentang menulis



#tentang menulis

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
— Pramoedya Ananta Toer

kalimat ini ampuh sekali.
aku langsung menanamkannya ke pikiranku dalam-dalam. aku harus menulis. kemudian aku banyak membaca buku tentang kepenulisan. aku memahami bahwa menulis itu adalah kewajiban setiap manusia. karena, tanpa tulisan dan kerja nyata, kita bukan apa-apa dimasa depan.

sampai saat ini, aku masih bercita-cita menulis buku. diterbitkan di Pro-U Media, itu obsesiku. aku juga ingin menulis catatan perjalanan, ebook tentang banyumas, puluhan essai, novel hingga artikel-artikel kecil untuk media komunitas.

beberapa tips yang selalu aku ingat adalah kata-kata dari bang darwis tere-liye,
hanya ada tiga resep, 1. ditulis 2. ditulis 3. ditulis itu saja.. jgn pedulikan soal bagus atau jelek.. jangan pikirkan dimuat atau tidak.. jgn pusing2 dgn kalimat pembuka, selesai atau tdk.. ditulis saja.. dan percayalah, sekali kebiasaan itu datang, kita hanya perlu menambahkan sedikit niat yg tulus, sejumput energi kebaikan, maka insya Allah, tulisan kita akan menyentuh dan bermanfaat bagi banyak orang..

Aku menulis karena aku ‘mewajibkan’ diriku untuk membaca…
AWALI setiap pagimu dengan menulis, itu akan membuatmu jadi seorang penulis. Begitulah ungkapan dari Gerald Brenan.


Writing is a journey to the unknown.
--Charlie Kaufman


ah, berjuta kata masih membeku di kepalaku. aku harus mencairkannya.

30 januari 2011
19:49
jubing kristianto, selalu memukauku.
bismisllah, untuk minggu depan.

hidup adalah...

Hidup adalah malam hari, dan ketika malam setiap hari itu, pekerjaan kita adalah mencari cahaya terus menerus.

-ean

Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta Di Luar Angkasa - Frau



Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal, gelap membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa

Seperti takkan pernah pulang (yang menghilang) kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan,
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan


Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang,
karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

nb : frau, bikin aku selalu bergetar, membeku dan menyublim. super!

hari # 12 : tentang musik



#tentang musik

jika ada sejuta alat musik, maka sejuta itu pula aku tidak bisa memainkannya dengan mahir. aku ingin menguasai gitar, namun sekarang saja masih terbatas di kunci-kunci dasar. menyetem gitar saja masih blero. aku ingin menguasai dram, tapi memukul secara ritme saja masih kacau. aku ingin memainkan piano, tapi menekan tutsnya saja masih gemetaran. haha. aku ingin bisa main kendang. untuk sekarang ini.

musik bisa jadi hal yang tak terpisahkan di dalam diriku. orang boleh saja memfatwakan musik itu sesat, tapi bagiku, orang yang tidak menikmati musik itu adalah sesat. ya, ini adalah keajaiban dunia. banyak orang hebat muncul dari dunia musik. banyak orang terpengaruh dari musik. banyak kejadian-kejadian luar biasa juga karena musik. dan banyak juga kampanye, gerakan sosial, hingga aksi massa yang ditimbulkan oleh musik. bagiku ini luar biasa. harus diapresiasi dengan luar biasa pula.

sejak sd, aku sudah menikmati musik. sejak masih mengenal musik-musik melayu macam search, iklim hingga exist. band-band indonesia masih jarang. acara musik kampung juga aku selalu hadir. meski sajiannya masih bertema dangdut. menginjak smp, aku terinfluence dengan musik rock dan punk. teman smpku menyuntikkan rock dan teman mainku memberikan punk sebagai pilihan tepat untuk jenis musik. di masa smk aku lebih moderat, aku mencoba menyukai semua jenis musik. melalaui teman-teman, aku dijejali iwan fals hingga indie musik. namun, hingga kini, aku suka jazz, ethnic, dan keroncong.

musik memberikan banyak inspirasi bagiku. jika saat gundah gulana, aku senang mendengarkan norah jones dengan senandung ballads santainya atau bossanova-nya olivia. jika aku sedang bersemangat aku mencari lagu-lagu macam netral, michael buble, maupun coldplay. jika aku sedang rilex, aku menikmati musik instrumen dari sunda. widiiih, serasa di saung. jika aku sedang kritis, aku menyetel musik dari bang iwan fals. jika aku sednag disisi religiusitas tinggi, aku lebih menikmati kiai kanjeng dibandingkan musik-musik nasyid. jika sedang bekerja, aku akan mencari musik-musik yang pas. indie musik mungkin.

lagu di laptopku makin banyak, harddiskku makin tak muat.

selanjutnya, aku mau beli iPod sebelum beli hp. hehe.

selamat menikmati musik, insya Allah halal.

22:07
24 januari 2011
topi jerami - pertunjukan hari esok
sesak, penuh harap, untuk esok.

hari #11 : tentang kenangan



#tentang kenangan

betapa susahnya menghapus kenangan, ataukah memang kenangan tak harus dihapus?

22:12
24 januari 2011
tika - you belong to me
ah, malam ini aku beku.

Tapi dia rapih bajunya...

Cewek #1: "Eh, kamu kan dari SMA X, kenal sama Pak Y dong, kepala sekolahnya..."
Cewek #2: (Semangat) "Oh, Pak Y! Ya tau lah, secara kepala sekolah. Botak, gendut, tukang korup gitu. Gila aja, gak ada pelajaran komputer gara-gara semua komputer di lab dijualin buat kepentingan pribadi..."
Cewek #1: "Oh, itu pamanku..."

Kampus di Jakarta, didengar oleh mahasiswa lain yang ingin menggali lubang buat cewek #2.

dari : sini

hari # 9 : tentang mimpi banyumas



#tentang mimpi banyumas

aku melihat beribu potensi yang ada di banyumas. sama seperti bang goris mustaqim yang melihat ribuan potensi yang ada di garut. orang-orang banyumaspun menurutku moderat dan mudah berkembang. hanya saja diperlukan letupan-letupan untuk memancing keluarnya potensi mereka. hanya perlu didampingi, bahasa simpelnya.

jangan pernah salah melihat banyumas, bahasa ngapak mungkin terdengar lucu bagi orang lain. namun jangan salah, bahasa ngapak itu bahasa yang dekat dengan bahasa jawa kuno. bisa dibilang kebudayaan orang banyumas itu jauh lebih tua daripada kebudayaan orang mataram. dibanyumas masih ada ebeg (kuda lumping), lengger (ronggeng), kentongan, dan berbagai kesenian yang lain yang tak mungkin saya jabarkan. dan mungkin hal-hal seperti itu menjadi budaya tertua di kalangan masyarakat orang jawa.

ekonomi kita dahsyat luar biasa. kota kita, purwokerto, terletak di tengah-tengah kabupaten. sehingga sangat membantu kecamatan-kecamatan di sekelilingnya. tak ada kecamatan mati disini. tak ada kecamatan yang tak besar disini. perdagangan tidak terpusat di purwokerto, ada beberapa sentra-sentra kecil di pinggiran wilayah yang tak kalah ramai daripada purwokerto.

potensi bisnis di banyumas sangat luar biasa besar. banyumas bisa jadi titik sumbu dari semua kabupaten yang ada di sekelilingnya. purbalingga, kebumen, cilacap, banjarnegara, semua mengarahkan perdagangan ke banyumas. keramaian di banyumas smembuat potensi-potensi usaha kreatif di perkotaan semakin berkembang. berbagai usaha di bidang kreatif banyak muncul meski masih di perkotaan. berkeliling saja di purwokerto, sudah terlihat bahwa kota ini berpotensi besar maju, layaknya solo dan jogja. wow!

pertanian di banyumas tak kalah dahsyat. kita punya ribuan petani gula disini. kita punya ribuan petani padi dengan kualitas unggul. kita punya ratusan budidaya ikan air tawar yang tak kalah hebat. sentra-sentra pertanian dan peternakan hampir merata disetiap daerah dibanyumas.

dan jangan lupa, banyumas sebenarnya daerah yang kaya akan destinasi pariwisata juga. sebut saja baturaden, daerhah yagn berpotensi untuk menjadi destinasi level nasional. puluhan curug yang ada di banyumas juga sangat indah. wisata budaya tak kalah menarik. wisata malam tentu saja ada. dan beragam wisata kuliner dipersembahkan dengan biak oleh masyarkat banyumas.

hanyas aja mungkin, dari keseluruhan pemetaan potensi ini, kita punya masalah di dalam diri kita sendiri. kita, masyarakat banyumas, masih rendah diri, masih belum percaya bahwa kita bisa maju. semua potensi-potensi ini terbengkelai begitu saja. masyarakat kini cenderung apatis. pemerintahannya juga tidak peduli, seakan kekuasaan yang mereka amanati dipergunakan hanya untuk memperkaya diri mereka sendiri. pemuda-pemuda desa lari ke kota besar, karena merasa tidak mungkin menemukan penghidupan yang layak di desa, di daerah. mahasiswa-mahasiswa kita setelah lulus dari universitas-universitas ternama di indoneisapun enggan kemabli ke kota asalnya, untuk mengimplementasikan ilmu yang dia peroleh selama kuliah. mereka cenderung masuk ke dunia industri dan hidup di kota besar.

keadaan yang membuat aku miris. daerah berpotensi, namun masyarakatnya rendah diri, dan pemerintahannya payah bukan main.


apa kita hanya cenderung diam saja? mengkritisi tanpa bertindak sesuatu? apa itu yang dilakukan bung tomo ketika melihat rakyat surabaya terdesak oleh tentanra belanda? apa itu yang dilakukan bung karno melihat penjajahan tak kelar-kelar? apa itu yang dilakukan juga oleh goris mustaqim melihat potensi kampung halamannya yang begitu besar?

ya, saatnya bergerak. kumpulkan teman-teman kita, satukan visi, samakan persepsi, lakukan aksi. dimulai dari diri kita sendiri, dimulai dari yang kecil, dan dimulai dari saat ini. tetap semangat, kita maju bersama!

bukan tidak mungkin, banyumas menjadi kota yang besar selanjutnya, di bidang budaya, pertanian, pariwisata, ekonomi dan juga aspek-aspek lainnya.

bismillah.
amin Ya Allah..

07:01
membayar hutang kedua tulisanku,
sembari tetap semangat - bondan feat fade to black.
ayo semangat!

hari #10 : tentang kuliah



#tentang kuliah

harapanku untuk menjadi orang yang pintar dibidang akademis nampaknya pupus sudah. apalagi melihat kondisiku sekarang yang mampu mencapai derajat kesempurnaan dalam mengakhirkan masa studi. 5 tahun untuk ukuran D3 adalah hal yang paling menyeramkan. bagai telur di ujung tanduk. kalau saja aku tak seimbang, ya DO bisa jadi reward untuk semua kenakalanku selama ini.

ditambah dengan nilai yang kucapai tak pernah mencapai angka yang membahagiakan diri sendiri, apalagi orang tua. justru malah aku mengikuti saran purdie chandra untuk jangan mendapat IPK baik. haha, saran yang sungguh menyesatkan.

teknik telekomunikasi adaah studi 4 tahun terakhir. namun untuk menghitung gain antena, tinggi BTS, atau bahkan redaman fiber optik saja aku sungguh pusing bukan kepalang. haha, 4 tahun aku dapat apa di kampus?

pembenaranpun aku cari-cari. tempat kuliah yang tak menyenangkan, dosen yang membosankan, perpus yang tidak lengkap, hingga birokrasi akademik yang rumit kujadikan alasan utama.

namun sebenarnya, kalau aku mau menggali lebih dalam dan lebih detail, justru selama 4 tahun inilah aku mendapat banyak ilmu dahsyat dari para guru-guru dahsyat pula. meski aku tak mendapatkannya di kampus. ya, seperti kata azis, fungsi dari kuliah itu adalah membuka wawasan dan cara pandang. dan itu sungguh kudapatkan benar-benar. aku yang 5 tahun yang dulu, sangat berbeda dengan aku yang sekarang. tentu saja perubahan-perubahan baik, insya Allah.

aku pernah berpikir nakal. jika aku diberi kesempatan lagi untuk kuliah, dengan tenaga yang optimal, dengan otak yang cemerlang, dengan cara pandangku seperti saat ini dan tanpa mengurangi masa hidupku di dunia, studi apa yang akan ambil? akan aku jawab dengan sedikit alasan yang menarik, hehe.

- pertanian
beberapa tahun terakhir aku menempatkan pertanian sebagai passionku. tentu saja setelah mengetahui arti dari 'passion' itu sendiri. pertanian adalah tema yang menarik. ilmu yang luar biasa. kebermanfaatannya bagi masyarakat sungguh nyata. apalagi untuk orang desa macam aku. haha. aku pengen belajar menanam padi dengan kualitas tinggi, hingga bisa ekspor dan orang-orang mampu menirunya. aku ingin bertani dengan teknologi tepat guna sehingga masyarakat disekitar bisa menirunya dengan mudah. wah, niat yang mulia. oh ya, aku akan ambil di IPB. bogor tetap jadi kota yang menarik untukku. ada sesuatu dari dulu disana...

- dkv
desain komunikasi visual. dari namanya saja sudah membentuk persepsi bahwa studi ini penuh dengan teknologi dan ilmu kreasi. benar. aku suka menggambar sejak kecil, meski tak ada orang yang mengatakan gambarku baik. hehe. dkv bisa jadi pelampiasan akan hobi menggambarku. itu saja. akan aku ambil di ITB. wow. sekolah teknik terbaik yang ada di indonesia. cita-citaku!

- seni musik
suaraku fals, memegang gitar hanya bisa kunci dasar, menabuh dram bukan main kacaunya, dan meniup sulingpun hanya bisa membawakan lagu ibu kita kartini. haha. tapi bukankah kita mempelajari sesuatu karena kita tidak bisa akan hal itu? ya, aku aku ingin bisa menabuh alat-alat musik. mengerti mengaransemen musik. membuat lagu. hingga membuat album. hoho. menggabungkan musik tradisional dengan muasik modern itu cita-citaku. macam saharadja, kiai kanjeng dan new project lah. kereeeen! aku ambil di jogja saja, di ISI mungkin. lingkungan seni jogja selalu membuatku nyaman.

- pariwisata
jalan-jalan dan jalan-jalan. hehe, harapanku kalo masuk jurusan pariwisata. berkenalan dengan bule, banyak teman, hinga mengunjungi tempat-tempat ternaik di dunia. wow! awesome! semoga ya Allah... amin. akan ku ambil di bali, aku percaya, ilmu pariwisata disana adalah yang terbaik di Indonesia. universitasnya? udayana mungkin.

haha, itu semua hanya khayalanku saja. aku tentu tak mungkin mengambil ke semuanya dengan memasuki gerbang kuliah reguler. aku tak mau usiaku hanya habis di kampus, pindah dari kampus satu ke kampus lainnya. jadi satu persatu saja kuakali, dengan mempelajarinya dengan studi informal. membaca buku, browsing, berkunjung, silaturahmi ke guru dan diskusi. akan kukerahkan semua usahaku untuk mempelajari itu semua. seperti kata cak nun, seharusnya yang menajdi perhatian kita adalah hal yang tidak kita kuasai, bukan hal yang setiap hari kita jalani. wow, nice words!

selanjutnya, aku akan kembali ke dunia nyata, bahwa aku harus mengambil tugas akhir di februari ini. tugas akhir boi! ya, ini adalah pintu keluarku dari kawah candradimuka yang bernama kampus, haha.

hampir februari ya Allah,
bulan kasih sayang, semoga rahmat-Mu selalu menyelimutiku...

23 januari 2011
09:20
slank selalu enak di dengar, apalagi lagu maafkan.
sudah kenyang, tadi sarapan pisang.

hari #8 : tentang silaturahmi



#tentang silaturahmi

banyak perjalanan yang kulalui, dan tak satupun aku melakukannya tanpa melakukan silturahmi. sekecil apapun itu. perjalanan ke jakarta, bogor, jogja, tasik, hingga malang, kulakukan dengan niat utama adalah bersilaturahmi.

aku sangat percaya ada hubungan khusus antara silaturahmi, rejeki dan keberkahan hidup. apalagi didukung dengan hadist rasul yang memang bersabda demikian. pak haikal hassanpun, dalam suatu pelatihan pernah berkata, rejeki itu didapat dengan cara banyak berkunjung.

dan memang menyenangkan bertemu dengan orang lain. baik itu yang sudah lama dikenal, maupun yang baru dikenal. aku bisa tahu kabar mereka, apa yang mereka lakukan, dan apa saja yang ingin mereka ceritakan.

jangan anggap semua 'rejeki' itu pasti dalam bentuk materi. sungguh tidak. ada banyak hal yang kita dapatkan, selain dari bentuk materi. sharing, berbagi, entah ilmu atau pengalaman, nampaknya memang 'rejeki' tersendiri bagi orang yang suka bersilaturahmi.

aku sudah niatkan memang, untuk selalu menambah teman. entah itu yang satu visi ataupun tidak. kalau salah satu temanku pernah berkata, aku lebih baik punya teman sedikit tapi yang ngertiin aku, tapi kalo aku mungkin, lebih baik punya banyak teman dan saling mengerti. hoho. indah nian.

selalu menambah teman, tetap bersilaturahmi dengan teman lama. sowan ke rumah guru-guru kehidupan, sudah menjadi targetan besar dalam hidupku. bisa jadi, ini salah satu jalan mencapai keridhoan-Nya.

mungkin sebulan sekali ke mbah mo di jogja, cak nun di bantul, ahmad tohari di jatilawang, dan beberapa pertemuan kecil dengan sahabat lain cukup untuk menggugurkan targetku bersilaturahmi.

bismillah,
ya Rabb, cip lah.
terimalah ikhtiar kami, yang kecil ini....


23 januari 2011
06:35
senandung dari sherina memang cukup menyenangkan di pagi ini,
aku mau mandi.
oh ya, aku hutang 3 tulisan untuk diriku sendiri. hehe

fight the future - the trees and the wild


FIGHT THE FUTURE

so much to say
but i won’t make it quick
i lose my mind
each time i look at your eyes
so why don’t you close them?

and all those sleepless nights
reminds me of one thing though
how fast time passes us by
so why don’t we hold them?

i’ll fight the future for you (maybe)
i’ll fight the future for you (maybe)

i’m passing this old neighborhood
and see how it meant to you
i’m hoping you’ll be there
i’m hoping you’ll be there

i’ll fight the future for you (maybe)
i’ll fight the future for you (maybe)

and hope we’ll reach morning
hope we’ll reach morning
i thought you saw it too

i’ll fight the future for you (maybe)
i’ll fight the future for you (maybe)


nb: band ini termasukband yang cutting the edge,melompati zaman. aransemennya mantap. sederhana tapi keren. enak didenger pagi-pagi setelah bangun tidur, sambil gosok gigi n jingkrak-jingkrak. hehe..

hari#7: tentang buku


#tentang buku

aku rasa tak harus menjadi orang visual untuk mencintai buku. dan juga tak harus menjadi orang auditori untuk mencintai musik. semua orang pasti bisa. yang kuceritakan kali ini adalah buku.

kalau ada teman yang tak pernah khianat, dia adalah buku. kalau ada teman yang setia, dia adalah buku. kalau ada teman yang pintar, dia adalah buku. kalau ada teman yang suka berbagi, dia adalah buku.

bersama buku aku tahu tentang banyak hal. bersama buku aku mengerti akan sesuatu. bersama buku aku bisa tertawa sepuasnya, bahkan menangis seleganya. bersama buku pula, aku bisa keliling dunia, tanpa bergeser satu inchi-pun dari tempatku sebenarnya.

kalau ada tempat yang kusukai untuk dikunjungi di dunia, itu adalah perpustakan, toko buku dan book fair.

aku punya blog juga tentang buku, namun sudahlama tak ku update, bisa dibuka disini

hingga saat ini cita-citaku yang belum kucapaipun adalah menjadi penulis buku. amin.

oh ya hill, sudahkah kau selesaikan buku-buku tergeletakmu dirumah?

05:41
20 januari 2011
sembari menikmati the trees n the wild pagi-pagi,
nikmat sekali, apalagi kalo sudah mandi.

hari #6 : tentang idealisme



#tentang idealisme

berbicara tentang idealisme cenderung berbicara tentang masa muda yang meluap-luap. namun bukan berarti pula orang tua tak punya idealisme. idealisme memang tumbuh dikala muda. kadang disaat kita belum melihat dunia seutuhnya. sehingga kita selalu mendambakan kehidupan yang selalu ideal dengan pikiran dan harapan kita. sehingga pula, banyak orang tua yang hidup lebih fleksibel terhadap idealisme mereka sendiri karena kalah perang dengan realitas.

aku pernah berkata pada nadia, teman diskusiku,

"anak muda seperti kita hanya punya idealisme nad, kita harus jaga, jangan sampai ilang."

apalagi yang dimiliki anak muda ingusan macam kita, selain pikiran dan harapan akan kehidupan sesuai dengan apa yang kita inginkan. inilah idealisme.

anak muda selalu punya pikiran yang banyak berseberangan dengan orang tua. meski kadang berseberangan tidak selamanya buruk. namun yang perlu ditekankan adalah, bagaimana kita tetap berjalan pada idealisme kita, tanpa luntur oleh relitas yang terjadi keseharian.

aku punya harapan besar tentang bagaimana hidupku dimasa datang. bukan berarti aku mendikte Allah, tapi inilah harapan, justru keyakinanku terhadap Dia diuji disini. harapanku adalah hidup sebagai pengusaha, yang mempunyai banyak usaha dan beberapa aktivitas sosial. tentunya menyenangkan dalam bayanganku.

nah, yang terjadi adalah sebaliknya. yang kulakukan kini tampak tidaklah menyenangkan bagi orang lain, termasuk keluargaku. waktu kerjaku tak tentu. kadang pagi sekali, shubuh bahkan. kadang tengah hari terik, kadang sore hari senja atau kadang bahkan tengah malam pekat. tempat kerjakupun tak jelas. kadang bisa didepan laptop sipu, diskusi bareng teman di alun-alun, atau bahkan keluar ke kota antah berantah. hal ini yang mungkin belum bisa diterima oleh keluargaku.

apalagi ditambah apa yang kuusahakan selama ini belum menunjukan hasil finansial yang prima. meski aku tak pernah menyalahkan Allah, disinilah idealisme dan realisme ditarungkan. aku berhadapan dengan kondisi bahwa lapar itu nyata, bukan angan-angan. lapar itu harus terobati dengan makan, bukan dengan suplemen motivasi seperti sabar, ikhlas, atau syukur.

idealismeku adalah menjadi pengusaha sedang realitasnya adalah aku belum aman secara finansial dengan jalan ini.

sering yang terjadi, lunturnya idealisme bukan karena faktor malas menjaga, namun lebih ke faktor luar diri kita. kadang keluarga kita tidak setuju dengan apa yang kita usahakan. kadang orang yang kita sayangi tidak mendukung dengan apa yang kita lakukan.

disinilah, kita perlu strategi. kita tentu saja bisa hidup dengan idealisme kita, tapi orang-orang didekat kita, apakah mereka selalu menerimanya? rasanya tidak selalu. kita butuh cara meyakinkan mereka, bahwa apa yang kita lakukan itu selalu butuh proses. sekecil apapun, termasuk dalah hal usaha.

komunikasikan idealisme kita, tak perlu ngotot. pelanlah, supaya orang -orang didekat kita paham, apa yang sedang kita perjuangkan.

sepertinya memang benar, setiap idealisme butuh pengorbanan.
berat, tapi lebih berat lagi hidup tanpa idealisme.

syukurku di hari ini ya Rahman..

07:05
19 januari 2011
pagi yang indah,
mendengaran etalase-nya Sore,
mantap ni album.

hari #5 : tentang pemerintah, negara atau apa itu namanya



#tentang pemerintah, negara atau apa itu namanya

aku apatis.
terhadap pemerintah, negara atau apa itu namanya.

aku sudah berulang kali melihat kecurangan didalamnya. namun selalu saja bisa tertutupi dengan sempurna oleh media. century sekarang entah kemana, tertutup oleh nazril irham. kasus gayus yang begitu besar, terkubur oleh pemalsuan paspor sony laksono. ratusan bahkan ribuan kasus yang ada di indonesia menguap entah kemana. diuapkan media. ah, yang punya media saja orang pemerintah.

aku tahu pemerintah itu serius. serius menutupi kesalahan-kesalahannya. aku tahu pemerintah itu peduli. peduli dengan perut mereka sendiri. aku tahu pemerintah itu berjuang. berjuang untuk membohongi rakyat. aku tahu pemerintah itu cinta. cinta pada kepentingannya sendiri.

pemerintah nampaknya tak sadar kalo selama ini rakyat melihat apa yang mereka lakukan. rakyat mencatat apa yang mereka lakukan. dan mungkin rakyat membiarkannya. karena sejatinya rakyat memang tak membutuhkan pemerintah. rakyat bisa hidup damai tanpa pemerintah. lihat saja, masyarakat desa nampaknya bisa hidup tanpa campur tangan pemerintah.

pemerintah nampaknya tak sadar kalo sebenarnya mereka hidup dari rakyat. gaji mereka, mobil mereka, rumah mereka itu adalah pemberian dari rakyat. sesungguhnya rakyatlah yang lebih berkuasa dari pada pemerintah. karena rakyat yang membayar semua kehidupan pemerintah. oh, hinanya..

korupsi tak kunjung usai. birokrasi payah bukan main. pendidikan parah luar biasa. sumber daya dicuri orang. orang-orang berebut kekuasaan. ekonomi tak pernah membaik. penghasil beras harus impor beras. kasus tak kelar-kelar. pajak di korup. bencana dimana-mana. kriminal jadi kebiasaan. ketidakjujuran dimana-mana. media mendukung ini semua.

aku takkan bisa menulis kebobrokan pemerintah ini. jadi satu kitabpun rasanya belum cukup untuk menjelaskan semuanya. semakin diusut semakin kusut. pusing aku memikirkan ini semua. karena memang bukan kompetensiku.
lebih baik aku kembali ke desa, ngadem. bali ndeso, mbangun ndeso.

aku kembali apatis.
terhadap pemerintah, negara atau apa itu namanya.

06:57
18 januari 2011
bangunlah putra putri pertiwi - iwan fals,
aku berharap garuda, bisa terbang membumbung tinggi diangkasa.
jangan malu, indonesiaku.
aku bangga pada indonesia, bukan institusinya.

hari #4 : tentang L22

#tentang L22

sejak desember 2006, kami menempati kontrakan dengan luas 2 kapling type 29. satu kapling berisi rumah dengan tiga kamar, satu lagi masih berupa kebun penuh dengan rumput dan sampah entah apa.

kontrakan ini bernomor L22. kami meniru konsep kosan 212 yang menyebut nomornya sebagai nama basecamp. lalu, kami benar-benar memberi nama L22.

belum ada kegiatan yang signifikan saat itu, selain membuat pin dan memulai koran dinding semangat donk. kontrakan masih kosong, tak ada perkakas apapun. plong-plongan. rumput masih tinggi, hingga kini.

kami mulai mengenal rumah depan dan samping. pak intang, pak orin juga pak feri. mereka semua orang baik. sangat baik.

kami mulai menempelkan berbagai macam tempelan ditembok. ada kertas sebesar gajah, yang kami tempel, yang kami sebut dengan kertas mimpi. masih sampai sekarang. kami mulai mencari peta-peta di wilayah terdekat, kami mulai menempelkannya.

sekat belum ada, kami mulai membuatnya. aku masih ingat, ketika membuat benar-benar menggunakan tenaga kami sesungguhnya. aku bersama karyanto menggergaji dan rizky membeli sup buah sebagai suplemen.

aku masih ingat betul. ketika dulu kita mengurus halaman L21, ingin dijadikan lapangan sepakbola kecil. panas terik kami bersama membersihkan lapangan dari rumput liar. aku masih ingat betul. ketika kami beristirahat seusai distribusi kording hingga banjarnegara yang begitu melelahkan. aku masih ingat betul, LDPK yagn menjadi cikal bakal kebersamaan kami. aku masih inagt betul, mimpi-mimpi kami disini dibuat, dipupuk dan dibuktikan. satu demi satu.

sudah hampir 4 tahun berlalu.

banyak perabot yang kini sudah kami miliki. mesin cuci, meja kantor, lemari, kompor gas, komputer, meja-meja kecil, dispenser, kursi-kursi, kasur, bantal, hotspot area dan banyak lagi yang lain.

disini aku banyak belajar, tentang persahabatan, tentang persaudaraan, tentang cinta, tentang bisnis, tentang idealisme, tentang mimpi dan maish banyak lagi. aku menemukan banyak saudara baru disini. 4 tahun bersama sudah seperti saudara sendiri.

puluhan ide bisnis pernah tercetus disini. pinmaker, koran dinding, sdtc, penerbit SD, SMC, rental LCD, jus, bakmi pakman, STI, iPoint, SPC, Fosma, martabak unyil, berbagai usaha kuliner dan usaha yang lain juga.

disini kami pernah mengalami kebangkrutan yang paling parah, dan mungkin kejayaan yang belum pernah kami capai selama ini.

Fosma lahir disini. fosma besar disini. fosma kumpul disini. dulu, jauh sebelum IHT unsoed.

L22, sudah banyak kenangan, bahkan terlalu banyak.

L22, kini kami masih bingung, apa mau diperpanjang lagi?
bismillah...

12:23
17 januari 2011
selesai dari harina,
mau ke kampus.

pernahkah



“Pernahkah ketika kau mulai merasa bisa menulis puisi, kau begitu bersemangat. Seolah batinmu mengembang sesak penuh oleh ide dan kata untuk puisimu. Kemudian tiba-tiba kau menulis teramat lancar, deras, dan bertubi-tubi. Tanpa sadar hari itu kau menulis lebih banyak puisi dari yang ditulis oleh penyair kesohor pada hari itu juga? Semua tampak mudah. Semua tampak gembira.”

“Pernahkah pula kau rasakan setelah itu, balon ide dan kantung katamu mengempis. Puisimu pun menetes satu satu. Itu bukan karena kau merasa lelah. Bukan pula kau merasa enggan. Hanya kempis begitu saja.”

“Pernahkah kau coba membaca lagi ke dua kumpulan puisimu tadi; yaitu yang mengalir deras tanpa lelah, dan yang menetes satu satu. Mana yang memikatmu kini? Yang penuh keceriaan kanak-kanak? Atau, yang berdehem kebapakan? Tentu saja, tidak arti apa pun di balik semua pertanyaan ini. Terkadang kita penuh keingintahuan.”

-- sdd