Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan

politik ala anak SD

Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK. Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya. 

Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan penjelasan, "Baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan dengan perumpamaan."

"Misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah. Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mu, jadi kita menyebut engkau rakyat."

"Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja, dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahami?" 

Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya. 

Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak. 

Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya.

Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti POLITIK. 

Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya :

"Politik adalah hal dimana para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap, Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang menyedihkan." 

Belum saya habisin soalnya...


Tukang sampah: (teriak) "Sampaaah, sampaaaah, Bu, sampaaaahnya, Buuu!"

Ibu-ibu: (teriak juga) "Enggaaak, baaaang, masiiiih banyaaaaak!"

Kota Bambu, didengar oleh tetangga yang mempertanyakan hobi si ibu.
-ngupingjakarta

just wkwkwk


Saya mah jujur aja.

Penjual nasi goreng: (Sambil menyerahkan bungkusan pesanan) "Mas, nanti kalau rasanya kurang enak, nggak apa-apa ya..."

Didengar oleh pelanggan lain yang kagum atas kejujuran penjual itu.




Pengunjung: "Bu, udah, bu... mau bayar..."
Pemilik warung: (siap mencatat) "Pake apa, mas?"
Pengunjung: "Pake duit, bu..."

Warung Tegal di belakang Mal Ambassador, didengar pengunjung lain yang ingin makan recehan.

Kirain mau pake jengkol...


#14 : Lucu

Bukannya setiap hari?

Mahasiswa: "Eh, eh, bawa kamera ya? Fotoin gua dong, mumpung gua lagi najis-najisnya!"

Mall di Jakarta, didengar oleh teman-temannya yang ingin mencuci si mahasiswa pakai tanah.




Sebegitu parahnya?

Graphic Designer: "Iya, nanti mau ngelayat orang sakit..."

Mall Of Indonesia, didengar semua rekan satu tim yang merasa orang itu berada di antara dua dunia.
Kecuali kalau alatnya nyentuh duluan.
Pemandu: "Nanti kalau sudah di sana, adik-adik dimohon tidak sembarangan menyentuh alat apa pun ya! Ada yang tahu kenapa?"
Murid #1: "Nanti rusak, pak!"
Murid #2: "Soalnya tangannya kotor, pak!"
Murid #3: "Bukan muhrim, pak!"

Didengar oleh peserta study tour lain yang yakin murid #3 akan jadi menteri kalau sudah besar.


Aman pula!
Di sebuah acara keluarga,
Anak SD: "Kak, emang pake kondom bagus ya?"
Mahasiswi: (Terpana dan diam lama) "... emang siapa yang pake?" (Berusaha tenang)
Anak SD: "Kakak aku yang cowok, dia pake kondom!"
Mahasiswi: "..."
Anak SD: "Iyaaa, tapi katanya pake kondom itu bisa menghalangi sinyal hape. Emang betul ya, kak?"
Mahasiswi: (Kembali bernafas)

Didengar oleh si mahasiswi yang akhirnya lega tidak perlu menjelaskan tentang bunga dan kumbang.

Jadi supporter tidak perlu mitimitika!

Reporter: "Mbak, di sini saya lihat bawa posternya Christian Gonzales, nge-fans ya?"
Supporter: (Antusias) "Iyaaa, saya suka banget sama Gonzales! Dia maennya jago banget!"
Reporter: "Oke, oke, prediksi mbak, di pertandingan ini, Gonzales bisa nyetak berapa gol nih?"
Supporter: (Masih antusias) "Errr, hari ini dia pasti nyetak tiga gol, mbak!"
Reporter: "Kalau begitu, berapa prediksi skor pada pertandingan hari ini?"
Supporter: (Semangat) "DUA KOSONG!"

Liputan berita, didengar oleh penonton yang langsung merasa kalah di awal.

ngupingjakarta.blogspot.com

Tapi dia rapih bajunya...

Cewek #1: "Eh, kamu kan dari SMA X, kenal sama Pak Y dong, kepala sekolahnya..."
Cewek #2: (Semangat) "Oh, Pak Y! Ya tau lah, secara kepala sekolah. Botak, gendut, tukang korup gitu. Gila aja, gak ada pelajaran komputer gara-gara semua komputer di lab dijualin buat kepentingan pribadi..."
Cewek #1: "Oh, itu pamanku..."

Kampus di Jakarta, didengar oleh mahasiswa lain yang ingin menggali lubang buat cewek #2.

dari : sini

Pertama dan terakhir!

Presenter #1: "Punya saudara berapa?"
Artis: "Gak ada, saya anak tunggal..."
Presenter #2: "Jadi, kamu anak keberapa?"

Acara infotainment, didengar seorang penonton yang merasa rugi bayar pajak.

ngupingjakarta.blogspot.com

Garis aja atau diarsir, pak?

Pelajar Iseng: "Pak, nama ditulis pak?"
Guru Killer : "Ya, ditulis dong!"
Pelajar Iseng: "Ooh... ditulis! tanggal lahir?"
Guru Killer : "Ya ditulis dong! Gimana sih kamu?"
Pelajar Iseng: "Oh... ditulis juga ya? Kalau kelamin?"
Guru Killer : (dengan nada kesal) "NGGAK! DIGAMBAR AJA!"

SMP di Jakarta Selatan, didengar oleh seisi kelas yang hampir saja menggambar sesuatu di kuesioner mereka.

sumber : ngupingjakarta.blogspot.com