hari #25 : tentang sabar dan syukur

#tentang sabar dan syukur

"Kami adalah pasangan surgawi. Pasangan yang penuh dengan kesyukuran dan kesabaran. Bagaimana tidak, aku bersyukur mendapatkan dia, dan dia bersabar mendapatkan aku. Hehehe..."

Sabar dan syukur itu bukan 2 keping mata uang. Yang kita harus menerima satu sisi tapi meniadakan yang lain. Bukan itu. Sabar dan syukur itu harus kita telan bersamaan ketika mendapatkan sesuatu.

Bukan berarti sabar itu hanya untuk hal yang buruk dan syukur itu hanya untuk hal yang baik. Tidak. Seratus persen tidak.

Mendapatkan keburukan lalu bersabar itu hal biasa. Tapi mendapatkan keburukan kemudian kita bersyukur itu hal yang luar biasa. Mendapatkan kebaikan lalu bersyukur itu hal wajar. Tapi mendapatkan kebaikan lalu kita bersabar itu hal yang super.

Bisa jadi yang baik bagi kita, sesungguhnya buruk bagi Allah. Atau mungkin sebaliknya.

Nah, tugas kita adalah mengantisipasi semua hal yang terjadi dengan menelan semua pil sabar dan syukur secara bersamaan.

Kita tak pernah tahu apa rencana Allah dibalik ini semua, kecuali kita bisa menyikapinya dengan sabar dan syukur.

Oh, indahnya.

080211
10:25
God Put a Smile Upon Your Face - Coldplay
sabar dan sykurku, untuk hari ini

hari #24 : tentang sederhana



#tentang sederhana

"lebih baik jadi orang kaya yang sederhana, daripada orang miskin yang sederhana."

Sederhana identik dengan zuhud. Dan zuhud identik dengan ketidakpunyaan, kepapaan. Itu kata orang banyak.

Sebenarnya ada perspektif lagi yang lebih rasional. Zuhud bukanlah berarti ketidakpunyaan. Tapi bagaimana menggunakan kekayaannya secara proporsional, mengukur berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Betapa banyak orang kaya yang tidak proporsional, sehingga membelanjakan hartanya untuk barang-barang yang sebenarnya tak berguna banyak untuk dirinya apalagi umat. Nah, suhud itu ada pada posisi dimana orang yang mampu membelanjakan hartanya sesuai dengan kebutuhan dan proporsinya.

Orang tidak punya mah tidak usah disuruh hidup zuhud sudah pasti hidupnya zuhud. Kalau orang yang mampu itu zuhud, justru inilah letak kemuliaannya. Ah, analogi yang indah ini kudapatkan dari Mas Ryan.

Bisa jadi memakai Blackberry itu zuhud, jika memang sebuah kebutuhan. Atau bisa jadi memakai satu baju terus menerus itu riya, karena ingin dianggap zuhud. Betapa tipisnya batas ini...

Dan sederhana itu adalah bagian dari zuhud.

So, apa yang harus dilakukan? Apa kita harus menjadi orang yang biasa saja untuk menjadi sederhana? Tentu saja, jadilah pribadi yang kaya juga sederhana.

080211
09:34
aku masih mencari sosok yang sederhana itu,
siapa dia? dia siapa?

gambar dari : sini

hari #23 : tentang keberkahan

#tentang keberkahan

berkah
ber.kah
[n] karunia Tuhan yg mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III (2001)


Aku ingin hidupku berkah!
Sekecil apapun yang kulakukan. Sesedikit apapun yang kudapatkan. Seringan apapun yang kuberikan.

Ya Rabb, kabulkanlah...
Aku ingin jadi pembayar zakat terbesar di Purwokerto-Mu ini...
Mudahkanlah... Apa sulitnya bagi-Mu...

080211
10:29
A Whisper - Coldplay
Berkahilah ya Rabb...

hari #22 : tentang inspirasi


#tentang inspirasi

Sekecil apapun yang bisa membuatmu berpikir akan hidup dan kehidupan, itulah yang disebut dengan inspirasi. Carilah dimanapun kau berada, kapanpun kau ada, dan dengan siapapun kau bertemu. Inspirasi pasti selalu ada.

Tak melulu kita harus ketempat jauh untuk mendapatkan inspirasi. Bahkan bepergian ala kadarnya ke pasar bisa-bisa membuahkan pikiran selepas kita pulang. Tak harus bertemu dengan orang-orang yang hebat dalam hidupnya, dalam setiap orang yang kita temui bisa kita petik pelajaran hidupnya dan kita jadikan inspirasi. Tak mesti harus memenangkan ratusan juara kompetisi untuk mendapatkan inspirasi, tapi berada pada titik paling rendah dalam hidup bisa menjadi inspirasi tersendiri.

Keramaian dan kesepian, masing-masing bisa membawa inspirasinya sendiri. Kita tidak bisa mencemooh satu atau yang lain.

Pekalah terhadap apapun yang bisa menjadi inspirasi. Buka mata, lebarkan pendengaran, luaskan pemikiran dan banyak-banyaklah bertemu dengan orang lain. Meski kadang dalam kesendirianpun banyak kita temukan inspirasi.

Cari inspirasi, kemudian ikuti kata hati, lakukan yang seharusnya!
Lalu, perhatikan apa yang terjadi.

080211
10:07
inspirasian belum terbit.
ayolah.

gambar dari sini

hari #21 : tentang masa kecil

#tentang masa kecil

Sejak bayi aku sudah hidup nomaden. Mungkin inilah yang membuatku mencintai perjalanan. Sejak SD aku suka bertemu teman. Mungkin inilah yang membuatku menjadi sanguinis. Sejak SMP aku suka membaca. Mungkin inilah yang membuatku betah berlama-lama dengan kata.

Masa kecil ternyata berperan penting untuk membuat peta besar kehidupan seseorang. Lihat saja masa kecil orang-orang hebat, pasti lebih banyak menderitanya dibanding dengan meleluasakan keinginan-keinginannya. Mereka terbiasa berjuang demi kehidupannya. Hingga kelak dewasa mampu menjadi orang yang besar berkat perjuangannya.

Aku melihat ini sebuah titik cerah. Kelak, bukan berarti menyulitkan, tapi akan kudidik anak-anakku dengan prinsip bahwa mendapatkan sesuatu itu harus penuh dengan perjuangan bahkan pengorbanan. Tidak semudah kita memencet tombol kemudian mendapat apa yang ktia inginkan. Aku tak ingin anak-anakku menjadi anak yang manja yang tak bisa selaras dengan kerasnya jaman.

Ya, belajar dari diriku. Masa kecilku. Semua keinginan harus ada perjuangannya.

Makasih Bapak...

080211
10:16
what if - coldplay
purwokerto, aku datang!

hari #20 : tentang ikhlas

"Ikhlas, adalah menerima Tuhan dengan segala kebenarannya. Tidak bertanya lagi!"
- MTGW

Obrolan dengan sahabat-sahabatku tentang tema ini nampaknya takkan pernah berakhir. Ikhlas itu susah sekali dilakukan, meski mudah diucapkan. Banyak orang mengatakan ikhlas itu hanya mengharap pembalasan dari-Nya, atau apapun dari-Nya. Ya, memang benar.

Aku bertanya kepada Mas Ryan tentang makna ikhlas. Dia menjelaskan dengan analogi aneh namun sederhana.

"Ikhlas itu seperti kamu buang air besar. Kamu tak pernah mengungkit-ungkit seberapa banyak yang kau buang, berbentuk apa, atau implikasinya kepada orang lain atas pembuanganmu. Seperti itulah ikhlas dalam beramal."

Ah, dalam dan sederhana sekali.

Aku pernah berpikir, bahwa apa yang kita liat selama ini baru sebatas dimensi fisik. Belum pada taraf dimensi ikhlas. Kita melihat orang tua yang sudah sepuh, yang mengisi mimbar jumat dengan suara nggrememeng tak jelas pasti membosankan dan lebih menyenangkan melihat ulama muda yang berbicara dengan bahasa indah serta gaya yang memukau. Namun kita lupa, bahwa ada dimensi ikhlas dalam setiap amal kita. Bisa jadi yang sepuh itu jauh lebih ikhlas daripada kita yang muda-muda.

Ah, betapa jauh kita dari ikhlas ini. Hati kita sudah penuh dengan kotoran-kotoran niat, sripilan-sripilan kepentingan, gumpalan-gumpalan maksud sampai ke kepingan-kepingan keinginan. Amal-amal kita menguap entah kemana karena keikhlasan kita dipertanyakan. Malu kita...

Sungguh, ikhlas pada diri kita hanya Allah yang Mengetahui. Sungguh, benar-benar hanya Allah. Bahkan malaikatpun tidak tahu!

080211
09:49
Ya Rabb, di Februari ini aku ingin ikhlas.

nb : silakan dipilih, mau tukang ojek yang mana? sama-sama bermotor supra x 125, berjaket merah. dan yang jelas, sama-sama bersertifikat sebagai tukang ojek.

nasihatku untuk hilmy

fokuslah saja kau untuk mengurus hidupmu dulu.
kerjakan bisnismu, usahamu, rencana-rencanamu.
bayar hutang-hutangmu.
selesaikan kuliahmu, tugas akhirmu.
berbaktilah pada orang tua, berbuat baiklah. manut.
sayangi teman-temanmu.
buat perubahan pada dirimu.
rajinlah mendekat padaNya, di waktu malam dan pagi hari.
perbanyak memberi sesuatu pada orang lain.
pelajari bahasa orang lain, watak orang lain dan sifat orang lain.
bantu orang-orang yang membutuhkan bantuanmu, sedikit apapun.
teruslah belajar, membaca dan menulis tentang kehidupan.
kuatkan fisikmu dengan olahraga.
teguhkan mentalmu dengan mengaji.
sering-sering silaturahmi dengan orang baik dan sholeh.
berkunjunglah ke guru-gurumu. yang pernah terlupakan maupun yang akan kau cari ilmunya.
berkelanalah, meski hanya sejauh lemparan batu. ambil hikmah setiap perjalananmu.
syukuri setiap detik hidupmu, setiap detik.
dan tersenyumlah.

tak usah berpikiran macam-macam dulu, itu menguras energi.

3 februari 2011
05:43
maiyah B - kiai kanjeng
meski udara dingin, aku ingin es teh.

hari #19 : tentang belajar, ilmu dan sekolah

#tentang belajar, ilmu dan sekolah

belajar tak hanya di sekolah. ilmu tak hanya di sekolah.
meskipun sekolah itu juga baik.
jangan pernah terkotaki, bahwa semua hal tentang belajar dan ilmu bisa kita peroleh di sekolah.


1 februari 2011
09:06
ye good ol'days - WSTCC
sudah februari. lekas sekali.

hari #18 : tentang sepeda



#tentang sepeda

“I thought of that while riding my bike.”
ALBERT EINSTEIN
On the theory of relativity

itu ucapan Om Albert. orang yang kata orang ditakdirkan menjadi orang terjenius didunia. aku ikut mengamini kata-katanya. memang benar. kesukaanku bersepeda sudah timbul sejak aku masih bayi. sejak menikmati sepeda roda tiga di tempat mbah. karena memang aku tak pernah punya sepeda macam ini. aku lupa bagaimana berlatih dan sejak kapan mulai bisa bersepeda roda dua. tau-tau, sudah tk aku bisa naik roda dua. menikmati alam pedesaaan kroya dengan sepeda. menikmati pagi setelah shubuh bersama saudara seumuran. alangkah senangnya.

sewaktu awal-awal masuk sekolah dasar, aku begitu bersemangat naik sepeda. sepeda apapun aku naiki (tentu saja asal sadelnya sampe). apalagi karena memang aku tinggal di daerah yang datar dan sepi. ah, tambah mantab dramatisasinya. namun kecelakaan juga pernah menimpaliku. saking bersemangatnya sepeda, kadang hati-hati menjadi faktor kedua yang diperhatikan setelah jalan. mata kiriku hampir kena stang. 2 cm saja meleset, aku hampir buta seumur hidupku. alhamdulillah, hanya luka kecil, meski penyembuhannya lama.

kelas dua SD aku pindah rumah. rumahku di daerah yang tidak datar. bergelombang dan banyak tikungan. namun ternyata tak menyurutkan langkah anak-anak disini untuk tetap bersepeda. aku masih ingat teman-teman sepermainanku dulu. dan sampai sekarangpun masih akrab, meski sudah punya kesibukan masing-masing. aku masih ingat bagaimana miko menggunakan sepeda federal (istilah MTB jaman dulu), berwarna hijau dan cukup tangguh. masih ingat pula aku akan anto, yang punya BMX torpedo, yang cukup mengerem dengan cara mengayuh kearah belakang. masih ingat pula ade, yang dia punya sepeda federal yang benar-benar bermerk federal. dan aku sendiri, sepeda BMX, peninggalan omku, yang benar-benar bermerk BMX. so oldies...

semasa smp aku semakin menggilai sepeda. kali ini sudah bukan smk pertanian saja sasaran sepedaku. tapi sudah hingga goa maria, banyumas, papringan, banyumas, bahkan ke purwokerto. masih ingat aku dulu, sebegitu gilanya hingga pergi berenang ke purwokerto dengan menaiki sepeda, yang jaraknya hampir pulang pergi 25 KM. weleh. namun dulu tak terasa lelah, apalagi karena bersepeda bareng teman-teman.

meski SMK aku dipurwokerto, dan tak mengendarai sepeda untuk ke sekolah, dan selalu pulang sore dari sekolah, bukan berarti aku vakum dari sepeda. galih, teman baikku dari cilacap, dia selalu menaiki sepeda untuk pergi ke skolah. rumahnya sekitar 5 km dari sekolah. cukup jauh dan cukup menderita untuk ukuran anak skolah jaman dulu. sepeda galih pula yang menjadi sarana perjalananku mengelilingi purwokerto. alun-alun gor, unsoed, dan tempat-tempat ramai lainnya tak pernah luput dari kunjungan-kunjunganku dengan sepeda. jika orang lain suka menggunakan angkot untuk pergi kelain tempat, berbeda dengan aku. aku cukup naik sepeda. alasannya? uang tentu saja. sepeda murah, bahkan cenderung gratis. selain harus mengisi tenaga dengan porsi lebih banyak dari biasanya.

masa kuliah aku lama tak bersepeda. galih pergi kesemarang, dan sepedanya hilang ketika di kosan teman. sepeda BMW masa kecilku sudah terlupakan marah, dan dia marah dengan cara meng-karatkan diri. dan sekarang, aku tak punya sepeda. namun bukan berarti pula aku mandeg bersepeda. bapak membeli sepeda tua, hummber merknya. dan aku sudah mencoba bersepeda dari gentasari kroya hingga kerumahku, kalibagor. mencoba ke terminal purwokerto, berkeliling ke notog, dan ketempat-tempat aneh lainnya. aku juga naik sepeda dari petanahan ke suwuk ketika aku berlibur di rumah iwan. juga pernah aku berkeliling jogja hingga kotagede bersama nadia dan teman-temannya.

sekarang, aku punya damar. sepeda lipat merk fold-x, merah warnanya. sudah menjadi kewajiban atas mimpiku selama ini. kemana-mana pergi naik sepeda. aku tak peduli orang lain berkata apa. mencari sensai lah, cuma ikut tren lah, orang gila lah, yang pnting aku tidak menganggu mereka, dan mereka tidak menggangguku. aku rasa itu prinsipnya. toh, bersepeda itu juga baik untuk kesehatanku, juga tidak berpolusi.

bismillah....

30 januari 2011
19:43
di depan tv, menemani neysa,
mau tidur.

hari #17 : tentang indonesia



#tentang indonesia

apalagi yang harus kukatakan tentang indonesia?

tanah kaya yang subur, penuh dengan minyak, emas dan jutaan sumber daya yang lain. negeri ini dulunya atlantis. negeri ini pernah berjaya menaklukan negeri-negeri seberang. negeri ini sejatinya tak pernah miskin kecuali dalam angka statistik. negeri ini sejatinya tak pernah kelaparan parah. negeri ini luar biasa.

mau berkeliling ke seluruh indonesiapun seumur hidupmupun takkan mampu. jutaan tempat indah ada di indonesia. setiap meternya merupakan mahakarya maestro terhebat di alam raya, Dia.

semua kekayaan di dunia ada di indonesia. tak terbantahkan. ribuan budaya ada di indonesia. semua terjaga hingga bikin iri tetangga. ribuan bahasa ada disini, namun rakyat kita rukun saling bersaudara.

kita punya laut, kita punya gunung, kita punya danau, kita punya daratan, kita punya hutan, kita punya padang, kita punya semuanya.

orang kita hebat-hebat. berperan besar di ratusan perusahaan penting di amerika. bersekolah di havard, oxford, mit hingga sorbonne. insiyur kita dipakai di jepang, korea dan amerika latin. anak-anak mudanya juara kompetisi bergengsi level internasional.

kurang apa lagi negeri ini?

1 februari 2011
09:00
kampus kemarau - white shoes n the couples company
retro pop, oh indahnya.

hari #16 : tentang perjalanan dan petualangan



#tentang perjalanan dan petualangan

"Berkelana tak hanya membawaku ke tempat - tempat spektakuler sehingga aku terpaku, tak pula hanya memberiku tantangan ganas yang menghadapkanku pada keputusan hitam putih, sehingga aku memahami manusia seperti apa aku ini.
Pengembaraan ternyata memiliki paru - parunya sendiri, yang dipompa oleh kemampuan menghitung setiap resiko, berpikir tiga langkah ke depan sebelum langkah pertama diambil, integritas yang tak dapat ditawar - tawar dalam keadaan apapun, toleransi, dan daya tahan.
Semua itu lebih dari cukup untuk mengubah mentalitas manusia paling bebal sekalipun." (Transendental, Edensor)


1 februari 2011
08:50
hacienda - white shoes n the couples company
sembari menunggu tukang tambal ban, membenahi roda si upa.

hari #15 : tentang cita-cita

#tentang cita-cita

jadi dokter? jadi tni? jadi pengusaha? jadi pegawai negeri? jadi karyawan bank?

apapun itu, asal kau niatkan semata-mata untuk Dia. entah apa itu, asal kau benar-benar jadi abdiNya selama hidupmu. nama apapun itu, asal kau tanggung jawab untuk nafkah dirimu dan keluargamu. entah apa cita-citamu, asal kau tak melanggar syariatNya.

semua boleh-boleh saja. tak ada yang lebih mulia dimataNya berdasarkan nama cita-citanya.
percayalah, Dia Maha Adil.

1 februari 2011
08:54
senja menggila - white shoes n the couples company
kadang, dalam hidup, memang butuh berhenti sejenak.

hari # 14 : tentang menikah

#tentang menikah

ini hal paling berat dari yang sering ku tulis. tentang menikah.

menurut ust fauzil adhim, ada 3 hal yang harus kita miliki menuju ke jenjang pernikahan. niat yang lurus, proses yang benar, dan ilmu yang memadai. 3 itu, cukup. membuat pernikahan menjadi barokah.

apalagi yang dicari dalam pernikahan selain kebarokahan? kebahagiaan itu hanya efek dari kebarokahan. banyak nian pasangan menikah bahagia namun tak barokah. kalau barokah bisa dibilang pasti bahagia. subhanallah ya..

niatmu apa hill? prosesmu benar? ilmumu sudah cukup?
ah, rasanya ingin mati saja. meng-undo semua kejadian yang pernah terjadi. niatku masih labil, kanan kiri tak jelas. kadang baik, kadang cukup baik, bahkan kadang kurang baik. prosesku selama ini hancur tak keruan. apa saja kulakukan, tanpa melihat baik buruknya kelak. ilmu? ngaji saja malas, gimana mau dapat ilmu?

aku tak ingin berbicara banyak tentang menikah. karena sudah lama aku berbicara tentang topik ini. dan tak usai kurampungkan juga.

3 hal saja. niat yang lurus, proses yang benar dan ilmu yang memadai.

bismillah.

1 februari 2011
08:30
i wanna hold your hand, aku dengar versi akustiknya om Jubing.
pagi ini sudah hujan, aku ingin malas.

hari # 13 : tentang menulis



#tentang menulis

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
— Pramoedya Ananta Toer

kalimat ini ampuh sekali.
aku langsung menanamkannya ke pikiranku dalam-dalam. aku harus menulis. kemudian aku banyak membaca buku tentang kepenulisan. aku memahami bahwa menulis itu adalah kewajiban setiap manusia. karena, tanpa tulisan dan kerja nyata, kita bukan apa-apa dimasa depan.

sampai saat ini, aku masih bercita-cita menulis buku. diterbitkan di Pro-U Media, itu obsesiku. aku juga ingin menulis catatan perjalanan, ebook tentang banyumas, puluhan essai, novel hingga artikel-artikel kecil untuk media komunitas.

beberapa tips yang selalu aku ingat adalah kata-kata dari bang darwis tere-liye,
hanya ada tiga resep, 1. ditulis 2. ditulis 3. ditulis itu saja.. jgn pedulikan soal bagus atau jelek.. jangan pikirkan dimuat atau tidak.. jgn pusing2 dgn kalimat pembuka, selesai atau tdk.. ditulis saja.. dan percayalah, sekali kebiasaan itu datang, kita hanya perlu menambahkan sedikit niat yg tulus, sejumput energi kebaikan, maka insya Allah, tulisan kita akan menyentuh dan bermanfaat bagi banyak orang..

Aku menulis karena aku ‘mewajibkan’ diriku untuk membaca…
AWALI setiap pagimu dengan menulis, itu akan membuatmu jadi seorang penulis. Begitulah ungkapan dari Gerald Brenan.


Writing is a journey to the unknown.
--Charlie Kaufman


ah, berjuta kata masih membeku di kepalaku. aku harus mencairkannya.

30 januari 2011
19:49
jubing kristianto, selalu memukauku.
bismisllah, untuk minggu depan.