Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan

hari #18 : tentang sepeda



#tentang sepeda

“I thought of that while riding my bike.”
ALBERT EINSTEIN
On the theory of relativity

itu ucapan Om Albert. orang yang kata orang ditakdirkan menjadi orang terjenius didunia. aku ikut mengamini kata-katanya. memang benar. kesukaanku bersepeda sudah timbul sejak aku masih bayi. sejak menikmati sepeda roda tiga di tempat mbah. karena memang aku tak pernah punya sepeda macam ini. aku lupa bagaimana berlatih dan sejak kapan mulai bisa bersepeda roda dua. tau-tau, sudah tk aku bisa naik roda dua. menikmati alam pedesaaan kroya dengan sepeda. menikmati pagi setelah shubuh bersama saudara seumuran. alangkah senangnya.

sewaktu awal-awal masuk sekolah dasar, aku begitu bersemangat naik sepeda. sepeda apapun aku naiki (tentu saja asal sadelnya sampe). apalagi karena memang aku tinggal di daerah yang datar dan sepi. ah, tambah mantab dramatisasinya. namun kecelakaan juga pernah menimpaliku. saking bersemangatnya sepeda, kadang hati-hati menjadi faktor kedua yang diperhatikan setelah jalan. mata kiriku hampir kena stang. 2 cm saja meleset, aku hampir buta seumur hidupku. alhamdulillah, hanya luka kecil, meski penyembuhannya lama.

kelas dua SD aku pindah rumah. rumahku di daerah yang tidak datar. bergelombang dan banyak tikungan. namun ternyata tak menyurutkan langkah anak-anak disini untuk tetap bersepeda. aku masih ingat teman-teman sepermainanku dulu. dan sampai sekarangpun masih akrab, meski sudah punya kesibukan masing-masing. aku masih ingat bagaimana miko menggunakan sepeda federal (istilah MTB jaman dulu), berwarna hijau dan cukup tangguh. masih ingat pula aku akan anto, yang punya BMX torpedo, yang cukup mengerem dengan cara mengayuh kearah belakang. masih ingat pula ade, yang dia punya sepeda federal yang benar-benar bermerk federal. dan aku sendiri, sepeda BMX, peninggalan omku, yang benar-benar bermerk BMX. so oldies...

semasa smp aku semakin menggilai sepeda. kali ini sudah bukan smk pertanian saja sasaran sepedaku. tapi sudah hingga goa maria, banyumas, papringan, banyumas, bahkan ke purwokerto. masih ingat aku dulu, sebegitu gilanya hingga pergi berenang ke purwokerto dengan menaiki sepeda, yang jaraknya hampir pulang pergi 25 KM. weleh. namun dulu tak terasa lelah, apalagi karena bersepeda bareng teman-teman.

meski SMK aku dipurwokerto, dan tak mengendarai sepeda untuk ke sekolah, dan selalu pulang sore dari sekolah, bukan berarti aku vakum dari sepeda. galih, teman baikku dari cilacap, dia selalu menaiki sepeda untuk pergi ke skolah. rumahnya sekitar 5 km dari sekolah. cukup jauh dan cukup menderita untuk ukuran anak skolah jaman dulu. sepeda galih pula yang menjadi sarana perjalananku mengelilingi purwokerto. alun-alun gor, unsoed, dan tempat-tempat ramai lainnya tak pernah luput dari kunjungan-kunjunganku dengan sepeda. jika orang lain suka menggunakan angkot untuk pergi kelain tempat, berbeda dengan aku. aku cukup naik sepeda. alasannya? uang tentu saja. sepeda murah, bahkan cenderung gratis. selain harus mengisi tenaga dengan porsi lebih banyak dari biasanya.

masa kuliah aku lama tak bersepeda. galih pergi kesemarang, dan sepedanya hilang ketika di kosan teman. sepeda BMW masa kecilku sudah terlupakan marah, dan dia marah dengan cara meng-karatkan diri. dan sekarang, aku tak punya sepeda. namun bukan berarti pula aku mandeg bersepeda. bapak membeli sepeda tua, hummber merknya. dan aku sudah mencoba bersepeda dari gentasari kroya hingga kerumahku, kalibagor. mencoba ke terminal purwokerto, berkeliling ke notog, dan ketempat-tempat aneh lainnya. aku juga naik sepeda dari petanahan ke suwuk ketika aku berlibur di rumah iwan. juga pernah aku berkeliling jogja hingga kotagede bersama nadia dan teman-temannya.

sekarang, aku punya damar. sepeda lipat merk fold-x, merah warnanya. sudah menjadi kewajiban atas mimpiku selama ini. kemana-mana pergi naik sepeda. aku tak peduli orang lain berkata apa. mencari sensai lah, cuma ikut tren lah, orang gila lah, yang pnting aku tidak menganggu mereka, dan mereka tidak menggangguku. aku rasa itu prinsipnya. toh, bersepeda itu juga baik untuk kesehatanku, juga tidak berpolusi.

bismillah....

30 januari 2011
19:43
di depan tv, menemani neysa,
mau tidur.

Suka - Suka -- The Changcuters




kasih hatiku janganlah kau bermuram durja
lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka

kasih hatiku hilangkanlah semua duka lara
lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka 2x

kasih hatiku janganlah kau bermuram durja
lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka 3x

kasih hatiku hilangkanlah semua duka lara
lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka 3x

lalalalala...lalalalala..( suka suka )


yuk, sepedaan!

damar

setelah lama kupertimbangkan, dari beberapa usulan teman, akhirnya aku mengambil keputusan bahwa nama sepedaku adalah "DAMAR". artinya? damar itu singkatan dari 2 kata bahasa arab yaitu 'darojatul ahmar', yang kedua kata itu artinya sepeda merah. darojatul itu sepeda, ahmar itu merah.

wah, sesuai banget dengan karakteristik sepedaku.

cip!

makasih buwat teman-teman yang banyak nyumbang nama sholeh, redfox, bedul, thole, meriam belina, cimel, cungkring, selimer, merbok, mybike maupun damar.

dan saya sudah mantap, memilih nama 'damar'.

ini adalah sumbangan nama dari melyn.

darojatul ahmar, cip lah!

memberi nama



pekerjaan yang paling susah buwatku bukanlah mendesain produk, mengonsep program, melaksanakan kewajiban. justru pekerjaan terberatku adalah memberi nama.

aku teringat ucapan nadia sewaktu menengok kambing di cilongok.

"kambingpun harus dikasih nama, biar kamu bisa manggil dia mas, bisa akrab n sayang sama dia.."

aku menganggapnya aneh. nadia memang aneh.

dari hani, aku tahu bahwa dia menamai motor dan laptopnya. motornya namanya fluffy, laptopnya coqi. bebekpun demikian, dia punya motor bernama jupe. haha.

motorku diberi nama oleh hani. upa namanya. hoho. nama yang lucu. upa itu singkatan unik dari supra, seri motorku. laptopku kuberi nama sendiri. siputih. nama sesuai warnanya. tak ada makna apapun. hanya karena warna saja.

aku kedatangan 4 tamu istimewa dalam hidupku saat ini. 3 kambing dengan 1 induk dan 2 anak yang baru lahir dan 1 sepeda folding bike merah.

dan kembali lagi, pekerjaan tersulitku adalah memberi mereka nama.

ada saran untukku, kawan?

gambar dari : sini

pare

berikutnya aku ke pare, 3 bulan cukup.

agar aku bisa mendengarkan BBC london dengan lancar, agar aku bisa membaca kitab al hikam dengan hikmah, agar aku bisa ke bromo, agar aku bisa ikut obor illahi, agar aku bisa sepedaan disana, agar aku bisa ke malang (ketemu adin), agar aku bisa ke jember, dan agar aku bisa lebih mengerti hakikat hidup.

insya Allah.

bike quote

"When the spirits are low, when the day appears dark, when work becomes monotonous, when hope seems hardly worth having, just mount a bicycle and go out for a good spin down the road, without thought of anything but the ride you are taking."

hari yang indah

sehari kemarin aku mendapat banyak hal luar biasa. dan semua adalah kabar baik. kadang aku berpikir, aku ini siapa. usahaku tak pernah maksimal, ibadahku biasa saja, infak sedikit-sedikit. tapi memang, rahmat Allah tak pernah berputus, ada saja hal-hal dalam hidupku yang selalu membuatku tersenyum sendiri dan bersyukur setiap hari. termasuk kemarin.

aku memulai hari dengan bersepeda ke bumper kendalisada. pukul 6 pagi. aku sudah berjanji, jauh-jauh hari, aku akan berolahraga rutin jika ada sepeda dirumah, namun rasanya baru bisa kulakukan kemarin hari.

kemudian, di menjelang siang hari aku ada janji dengan temanku azis, dia menyampaikan beberapa kabar gembira, yang tentunya buatku dan buatnya. mengubah masa depan. kami menemui orang tua teman azis yang sungguh luar biasa orangnya. ini sangat memberikan efek luar biasa buatku untuk kedepan.

di siang harinya, saudaraku dari jeruklegi datang ke purwokerto. dia adalah mbakku, saudara sepupuku, satu lifting, yang denganku hanya terpaut 4 hari kelahirannya. sewaktu kecil, banyak yang bilang bahwa kita mirip. tapi setelah besar, nyata kami berbeda. dia cantik, dan aku ganteng. haha. namun bukan ini kenyataan ini kabar gembiranya, tapi dia datang dengan temannya dari jogja dan cilacap dan memintaku untuk menemani mereka berjalan-jalan keliling purwokerto. guide tour. okey, ini adalah hal yang paling menyenangkan dalam hidupku, menjadi guide. sama seperti kedatangan-kedatangan temanku dari jauh, aku pasti akan menyerocos sendiri tanpa diminta. kuajak ke tempat makan yang khas, ketempat-tempat khas, dan spot-spot khusus di purwokerto. dan yang lebih menyenangkan lagi adalah, aku diijinkan menyetir mobil saudaraku. taukah kawan, apa mobilnya? SUZUKI SWIFT! mobil impianku sejak 2007. hoho, jadi seperti ini to rasanya, gumamku dalam hati. mantap benaar!

sampai malam aku baru puang, menuju kerumah. dan kembali menaiki upa, motor supra tersetiaku. hidup harus terus berjalan. naik swift, bisa lain waktu, semoga lain waktu aku diajak nyupir lagi, hehe.

cihui dah!

nb : btw, aku gak bisa buka tutup bensin swift, malu rasanya, hihi

23 September 2010
05:24

sembari mendengarkan Ikhlas - Bossanova Jawa,
menunggu terang, siap-siap bersepeda.

aku dan sepeda

“I thought of that while riding my bike.”
ALBERT EINSTEIN
On the theory of relativity

itu ucapan Om Albert. orang yang kata orang ditakdirkan menjadi orang terjenius didunia. aku ikut mengamini kata-katanya. memang benar. kesukaanku bersepeda sudah timbul sejak aku masih bayi. sejak menikmati sepeda roda tiga di tempat mbah. karena memang aku tak pernah punya sepeda macam ini. aku lupa bagaimana berlatih dan sejak kapan mulai bisa bersepeda roda dua. tau-tau, sudah tk aku bisa naik roda dua. menikmati alam pedesaaan kroya dengan sepeda. menikmati pagi setelah shubuh bersama saudara seumuran. alangkah senangnya.

sewaktu awal-awal masuk sekolah dasar, aku begitu bersemangat naik sepeda. sepeda apapun aku naiki (tentu saja asal sadelnya sampe). apalagi karena memang aku tinggal di daerah yang datar dan sepi. ah, tambah mantab dramatisasinya. namun kecelakaan juga pernah menimpaliku. saking bersemangatnya sepeda, kadang hati-hati menjadi faktor kedua yang diperhatikan setelah jalan. mata kiriku hampir kena stang. 2 cm saja meleset, aku hampir buta seumur hidupku. alhamdulillah, hanya luka kecil, meski penyembuhannya lama.

kelas dua SD aku pindah rumah. rumahku di daerah yang tidak datar. bergelombang dan banyak tikungan. namun ternyata tak menyurutkan langkah anak-anak disini untuk tetap bersepeda. aku masih ingat teman-teman sepermainanku dulu. dan sampai sekarangpun masih akrab, meski sudah punya kesibukan masing-masing. aku masih ingat bagaimana miko menggunakan sepeda federal (istilah MTB jaman dulu), berwarna hijau dan cukup tangguh. masih ingat pula aku akan anto, yang punya BMX torpedo, yang cukup mengerem dengan cara mengayuh kearah belakang. masih ingat pula ade, yang dia punya sepeda federal yang benar-benar bermerk federal. dan aku sendiri, sepeda BMX, peninggalan omku, yang benar-benar bermerk BMX. so oldies...

semasa smp aku semakin menggilai sepeda. kali ini sudah bukan smk pertanian saja sasaran sepedaku. tapi sudah hingga goa maria, banyumas, papringan, banyumas, bahkan ke purwokerto. masih ingat aku dulu, sebegitu gilanya hingga pergi berenang ke purwokerto dengan menaiki sepeda, yang jaraknya hampir pulang pergi 25 KM. weleh. namun dulu tak terasa lelah, apalagi karena bersepeda bareng teman-teman.

meski SMK aku di purwokerto, dan tak mengendarai sepeda untuk ke sekolah, dan selalu pulang sore dari sekolah, bukan berarti aku vakum dari sepeda. galih, teman baikku dari cilacap, dia selalu menaiki sepeda untuk pergi ke skolah. rumahnya sekitar 5 km dari sekolah. cukup jauh dan cukup menderita untuk ukuran anak skolah jaman dulu. sepeda galih pula yang menjadi sarana perjalananku mengelilingi purwokerto. alun-alun gor, unsoed, dan tempat-tempat ramai lainnya tak pernah luput dari kunjungan-kunjunganku dengan sepeda. jika orang lain suka menggunakan angkot untuk pergi kelain tempat, berbeda dengan aku. aku cukup naik sepeda. alasannya? uang tentu saja. sepeda murah, bahkan cenderung gratis. selain harus mengisi tenaga dengan porsi lebih banyak dari biasanya.

masa kuliah aku lama tak bersepeda. galih pergi kesemarang, dan sepedanya hilang ketika di kosan teman. sepeda BMW masa kecilku sudah terlupakan marah, dan dia marah dengan cara meng-karatkan diri. dan sekarang, aku tak punya sepeda. namun bukan berarti pula aku mandeg bersepeda. bapak membeli sepeda tua, hummber merknya. dan aku sudah mencoba bersepeda dari gentasari kroya hingga kerumahku, kalibagor. mencoba ke terminal purwokerto, berkeliling ke notog, dan ketempat-tempat aneh lainnya. aku juga naik sepeda dari petanahan ke suwuk ketika aku berlibur di rumah iwan. juga pernah aku berkeliling jogja hingga kotagede bersama nadia dan teman-temannya.

sekarang?
aku tak punya sepeda, dan sedang merindukan sepeda lipat. untuk apa? agar aku semakin suka berolahraga dan bisa berkeliling kemanapun dengan murah. mungkin belum bisa kucapai dalam waktu dekat ini. karena ada beberapa agenda keuangan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. namun, tidak tertutup kemungkinan, bagi teman-teman yang mau menyumbangkan, aku begitu terharu menerimanya. merknya Element Aero 20". klik info di sini.