aku tidak mampu menikmati tidur sebagai acara tidur. maksudku, aku harus selalu bekerja keras sampai badanku tidak kuat dan lantas secara alamiah aku tidur. aku tidak pernah akrab dengan ranjang dan kasur, sebab aku mendatanginya hanya ketika aku sudah sangat mengantuk dan kesadaranku tinggal lima watt. tak mungkin aku bergaul intensif dengan siapapun dan dengan apapun hanya dengan bekal kesadaran lima watt.
bukannya aku meremehkan tidur. tidur itu sangat penting. tetapi bagiku tidur itu bukan terutama merupakan mekanisme budaya atau kegiatan budaya dalam hidupmu. tidur itu kegiatan alam. pekerjaan natural. itu keharusan atau sunnah dari Allah pada momentum tertentu setiap hari. oleh karena itu sering aku heran kepada orang-orang yang begitu sibuk mengurusi ranjang, membeli kasur dengan segala keindahannya. padahal kasur itu urusannya orang tidur. dan tidur itu urusannya orang mengantuk. dan kalau orang sudah dalam keadaan sangat mengantuk, ia hampir tidak perduli apakah didepannya itu kasur ataukah tikar. oleh karena itu bagiku, tidur tidak perlu aku programkan dalam kebudayaan. ia alamiah. (CN)
Tampilkan postingan dengan label CN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CN. Tampilkan semua postingan
#34 : tidur.
#22 : pesen CN di juni.
Sekarang memang kita membutuhkan revolusi pindah kiblat, Kiblat ibadah mahdhah kita sudah jelas, namun kiblat kebudayaan, pola pikir, ideologi, bahkan kiblat lidah untuk menentukan makanan itu enak atau tidak sudah harus pindah. Inilah yang sebenarnya bisa disebut dajjalisasi, yakni kita semua dipindah kiblatnya, bahkan mungkin dalam ibadah mahdhah-pun, kiblat muatan hati dan pikiran kita juga telah dipindah. Artinya kita melakukan ibadah mahdhah, niatnya boleh jadi bukan lagi 'Ka'bah'. Dan hampir di semua bidang, yang terjadi saat ini adalah dipindahnya kiblat kita menjadi manipulasi Masjidil Aqsha, yakni bahwa Masjidil Aqsha yang kita ketahui saat ini, bukanlah masjidil aqsha yang sebenarnya. Maka, kita semua adalah korban dari tipu daya. Prinsip Dajjal sangat sederhana: kamu diajari untuk merasakan surga sebagai neraka dan sebaliknya. Maka, yang saat ini kita kejar-kejar, sebenarnya adalah neraka. Dan yang kita takuti dan jauhi habis-habisan justru adalah surga. Sehingga kita menjadi keliru kapan harus bersedih dan kapan harus bergembira, kapan marah kapan sabar, dan seterusnya.
Hidup itu yang nomor satu bukanlah kesiapan menikmati hasil, melainkan kesiapan untuk berjuang. Kalau mau lebih tinggi, adalah kesiapan menikmati proses perjuangan, yang pasti susah dan sengsara. Tetapi dengan manajemen ruhani yang tepat untuk menikmati kesusahan dan kesengsaraan dengan mencari hikmah dari Tuhan dalam setiap kesusahan dan kesengsaraan perjuangan. Dengan begini, dalam kesusahan dan kesengsaraan apapun, masih akan ditemukan banyak alasan untuk bergembira, sebab setiap kesengsaraanmu adalah harapanmu di hadapan Allah. #emhaainunnadjib
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
13 Juni 2012
Labels:
2012,
cak nun,
CN,
emha ainun najib,
juni,
pesan
0
kata-kata
#19 : semuanya bernyanyi
semuanya bernyanyi saksikanlah
orang-orang riang hati
semuanya gembira bersorakan
wajah-wajah suka ria
mensyukuri rahmat illahi rabbi
matahari terbit kembali
sesudah duka bertubi-tubi
cahaya benderang kembali
betapa indahnya kebebasan
kecerahan menerpanya
pintu tlah terbuka kegelapan
kebuntuan telah sirna
betapa lamanya menantikan
cahayanya dipancarkan
kini Tuhan memenuhi janji
dibuka olehnya terali
beban seakan tak teratasi
kini mereka lahir kembali
betapa agungnya anugerah
sangat cerah hadiahnya
kalau waktunya telah datang
kalau pagi telah benderang
kalau tlah tiba janji Tuhan
mereka yang disengsarakan
diberi kemuliaan
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
10 Juni 2012
Labels:
cak nun,
CN,
cnkk,
emha ainun najib,
kiai kanjeng,
lirik,
semuanya bernyanyi
3
kata-kata
Kita belum pernah sanggup membuktikan satu saja kata kebenaran di mulut kita
sendiri dengan perbuatan nyata, kita sudah merasa menjadi pejuang yang paling pejuang. Kemudian seiring dengan itu kita menumpuk ilmu, terus memfestivalkan kata kebenaran di bibir dan kepalan tangan kita, sehingga kita punya utang sangat banyak kepada nilai kebenaran yang kita ucap-ucapkan.
-Cak Nun-
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
7 April 2012
Labels:
cak nun,
CN,
festival,
kiai kanjeng,
Kita belum pernah sanggup,
kutipan,
pejuang,
quote
0
kata-kata
kalau ada seminar atau diskusi, atau mungkin konsultasi pribadi, atau mungkin obrolan di warung, atau bercengkrama dengan sahabat atau handai-taulan. setiap kali kita merumuskan masalah. kemudian kita menggagas, mengurai dan meraba-raba kemungkinan solusi. ketika solusi hampir tersentuh. biasanya ada satu dua celetukan di sekitar kita, 'tapi sulit itu'. seolah-olah kesulitan adalah sesuatu yang tidak boleh ada dalam kehidupan kita.
saya ingin mengatakan kepada anda, 'loh, kenapa kalau sulit? kalau sulit terus tidak kita kerjakan? memangnya apa yang tidak sulit? memangnya melahirkan anak tidak sulit? memangnya menempuh hidup ini tidak sulit? memangnya yang tidak sulit apa? kenapa kesulitan menjadi fobi kita? kenapa kita tidak mencoba akrab-akrab untuk mengantisipasi kesulitan kita?'. jadi kesulitan tidak usah dijadikan trauma. memang kesulitan adalah teman hidup kita. dan kita harus mampu memperlakukan kesulitan sampai dia kita taklukan sehingga menjadi kemudahan.
karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. dan jarak antara kesulitan dan kemudahan, sesungguhnya bersama atau sesudah kesulitan tetap mendapat kemudahan. untuk itu siapa yang melakukan transformasi dari kesulitan menjadi kemudahan. Tuhan saja? atau anda juga? saya kira ada kerjasama antara Tuhan dengan kìta. jadi Tuhan menjamin bahwa itu akan bisa dari sulit menjadi mudah. tetapi kerja kita atau bagian kita adalah menemukan metode, menemukan cara, menemukan etos, menemukan posisi batin, akal pikiran sehingga kita mampu menemukan transformasi diri dari sulit menjadi mudah. jadi ayat Allah bekerjasama dengan kita. kita sendiri adalah partner si ayat itu tadi. jadi kesulitan tolong jangan jadi trauma. kesulitan adalah sesuatu yang sehari-hari menjadi milik kita dan oleh karena itu kita terus menerus berlatih dan belajar untuk menjinakkannya, menaklukannya.
(CN)
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
saya ingin mengatakan kepada anda, 'loh, kenapa kalau sulit? kalau sulit terus tidak kita kerjakan? memangnya apa yang tidak sulit? memangnya melahirkan anak tidak sulit? memangnya menempuh hidup ini tidak sulit? memangnya yang tidak sulit apa? kenapa kesulitan menjadi fobi kita? kenapa kita tidak mencoba akrab-akrab untuk mengantisipasi kesulitan kita?'. jadi kesulitan tidak usah dijadikan trauma. memang kesulitan adalah teman hidup kita. dan kita harus mampu memperlakukan kesulitan sampai dia kita taklukan sehingga menjadi kemudahan.
karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. dan jarak antara kesulitan dan kemudahan, sesungguhnya bersama atau sesudah kesulitan tetap mendapat kemudahan. untuk itu siapa yang melakukan transformasi dari kesulitan menjadi kemudahan. Tuhan saja? atau anda juga? saya kira ada kerjasama antara Tuhan dengan kìta. jadi Tuhan menjamin bahwa itu akan bisa dari sulit menjadi mudah. tetapi kerja kita atau bagian kita adalah menemukan metode, menemukan cara, menemukan etos, menemukan posisi batin, akal pikiran sehingga kita mampu menemukan transformasi diri dari sulit menjadi mudah. jadi ayat Allah bekerjasama dengan kita. kita sendiri adalah partner si ayat itu tadi. jadi kesulitan tolong jangan jadi trauma. kesulitan adalah sesuatu yang sehari-hari menjadi milik kita dan oleh karena itu kita terus menerus berlatih dan belajar untuk menjinakkannya, menaklukannya.
(CN)
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Langganan:
Postingan (Atom)
