berjalan-jalan - wsatcc
ke pulau bintan, ke tanjung pinang
bergayut hati berkeliling senang-senang
ke surabaya, pulau madura
mampir ke malang jalan-jalan hingga petang
tiada cukup merasa puas
pergi ke amerika, jepang, kanada
terbang ke hongkong, jerman, thailand
tapi hati terpaku di nusantara
dari sumatera, ke pulau jawa
kalimantan sulawesi nusa tenggara
pergi ke timur, irian jaya
berlibur kita menuju pulau dewata
la la la la la la la la la la la la
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
9 November 2011
Labels:
berjalan-jalan,
lirik,
vakansi,
white shoes and the couple company,
wsatcc
0
kata-kata
White Shoes & The Couples Company - Vakansi
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
Labels:
2011,
klip,
vakansi,
video,
white shoes and the couple company
0
kata-kata
La même histoire - FEIST
ah, entah... saya suka lagu ini, tiba-tiba.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
Labels:
feist,
france,
klip,
La même histoire,
ost paris je'taime,
perancis,
video
0
kata-kata
artis dadakan maleber
poundra dengan maga-maga, wawan dengan harmonika, aco dengan kekacauannya, akbar dengan lagu hari minggu, kaka eli dan kaka fredryk dengan mopnya, kamil dengan salam kampusnya, syauqi dengan debatnya, asroru dengan bahasa papua berlogat batak, jong celebes dengan yel favoritnya, fahmi dengan kabokabokakaka..
dahsyat!
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
dahsyat!
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
che
"This isn't a tale of derring-do, nor is it merely some kind of 'cynical account'; it isn't meant to be, at least. It's a chunk of two lives running parallel for a while, with common aspirations and similar dreams. In nine months a man can think a lot of thoughts, from the height of philosophical conjecture to the most abject longing for a bowl of soup – in perfect harmony with the state of his stomach. And if, at the same time, he's a bit of an adventurer, he could have experiences which might interest other people and his random account would read something like this diary."
(Ernesto Guevara, The Motorcycle Diaries)
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
Labels:
che,
ernesto,
film,
guevara,
quote,
the motorcycles diaries
0
kata-kata
Agenda dalang Kukuh Bayu aji Nopember
8...tipar rawalo
9...ayam alas
10...ciklapa
12.pekalongan
14 candirengo ayah kebumen
16 bunton..adipala
17 widara payung wetan
18 langgen
19 bogangin sumpyuh
20 buayan ayah kbm
21 lakbok
22 jangrana kesugihan
23 cipicung wanareja
26 kalimanah purbalingga
27 baturaden
29 kembaran pwt
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
9...ayam alas
10...ciklapa
12.pekalongan
14 candirengo ayah kebumen
16 bunton..adipala
17 widara payung wetan
18 langgen
19 bogangin sumpyuh
20 buayan ayah kbm
21 lakbok
22 jangrana kesugihan
23 cipicung wanareja
26 kalimanah purbalingga
27 baturaden
29 kembaran pwt
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
GD
GUS DUR: Saat saya mengalami kehilangan sebagian besar penglihatan, dan mengalami penyakit berat setahun sebelum pelantikan presiden, saya pikir yang utama adalah saya harus menerima nasib yang telah diberikan Allah kepada saya. Namun saya juga tahu bahwa saya harus melakukan yang terbaik untuk menangani keadaan. Oleh karena itu, saya tidak pernah menyesali nasib saya. Sebaliknya, saya terus melakukan berbagai usaha untuk mencegah diri saya berhenti bekerja.
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Untuk Para Orang Tua dan calon Orang Tua pada umumnya ada 11 Pernyataan Tak Terucap Dari Anak :
1. Cintailah aku sepenuh hatimu
2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
3. Cobalah megerti aku dan cara belajarku
4. Jangan marahi aku di depan orang banyak
5. Jangan bandingkan aku dengan kakak dan adikku
6. Bapak Ibu lupa, aku adalah fotocopy mu
7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku sebagai anak kecil
8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu bila aku salah
9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku
10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku
11. Aku adalah LADANG PAHALA BAGIMU.
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
1. Cintailah aku sepenuh hatimu
2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
3. Cobalah megerti aku dan cara belajarku
4. Jangan marahi aku di depan orang banyak
5. Jangan bandingkan aku dengan kakak dan adikku
6. Bapak Ibu lupa, aku adalah fotocopy mu
7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku sebagai anak kecil
8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu bila aku salah
9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku
10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku
11. Aku adalah LADANG PAHALA BAGIMU.
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
doa hari ini
Untuk engkau yang kedamaiannya
dikalahkan oleh kekhawatirannya,
bisikkanlah
Tuhanku Yang Maha Penyayang,
Sesungguhnya,
kekhawatiranku tidak membatalkan
masalah dan kesulitan
yang bisa terjadi di masa depanku,
tapi pasti akan mengurangi kedamaian
dan kekuatanku hari ini
untuk membangun kesiapan
menghadapi masalah dan kesulitan apa pun.
Tuhan, tenagailah upayaku
untuk keluar dari kegelisahanku,
agar wajahku ramah, tidurku dalam,
senyumku renyah, keluargaku bahagia,
dan rezekiku meruah.
Amin
(Mario Teguh)
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
dikalahkan oleh kekhawatirannya,
bisikkanlah
Tuhanku Yang Maha Penyayang,
Sesungguhnya,
kekhawatiranku tidak membatalkan
masalah dan kesulitan
yang bisa terjadi di masa depanku,
tapi pasti akan mengurangi kedamaian
dan kekuatanku hari ini
untuk membangun kesiapan
menghadapi masalah dan kesulitan apa pun.
Tuhan, tenagailah upayaku
untuk keluar dari kegelisahanku,
agar wajahku ramah, tidurku dalam,
senyumku renyah, keluargaku bahagia,
dan rezekiku meruah.
Amin
(Mario Teguh)
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
untuk FIM
senang bisa bergabung dengan FIM, tambah ilmu, inspirasi, ide, teman dan saudara.
saya sudah dpurwokerto sejak minggu kemarin.
terimakasih atas kebersamaan ini, semoga kita bertemu lagi, dengan kondisi yamg jauh lebih baik.
mari berjuang, keluarga kunang-kunang!
indonesia membutuhkan kita..
salam dari kami,
salam merdesa,
hilmy, purwokerto
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
saya sudah dpurwokerto sejak minggu kemarin.
terimakasih atas kebersamaan ini, semoga kita bertemu lagi, dengan kondisi yamg jauh lebih baik.
mari berjuang, keluarga kunang-kunang!
indonesia membutuhkan kita..
salam dari kami,
salam merdesa,
hilmy, purwokerto
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Puisi Dari Taufiq Ismail
SYAIR UNTUK SEORANG PETANI DARI WAIMITAL, PULAU SERAM, YANG PADA HARI INI PULANG KE ALMAMATERNYA
(dari Kembalikan Indonesia Kepadaku , TAUFIQ ISMAIL) Darmaga, 22 September1979
I
Dia mahasiswa tingkat terakhir
ketika di tahun 1964 pergi ke pulau Seram
untuk tugas membina masyarakat tani di sana.
Dia menghilang
15 tahun lamanya.
Orangtuanya di Langsa
memintanya pulang.
IPB memanggilnya
untuk merampungkan studinya,
tapi semua
sia-sia.
Dia mahasiswa tingkat terakhir
ketika di tahun 1964 pergi ke pulau Seram
untuk tugas membina masyarakat tani di sana.
Dia menghilang
15 tahun lamanya.
Orangtuanya di Langsa
memintanya pulang.
IPB memanggilnya
untuk merampungkan studinya,
tapi semua
sia-sia.
II
Dia di Waimital jadi petani
Dia menyemai benih padi
Orang-orang menyemai benih padi
Dia membenamkan pupuk di bumi
Orang-orang membenamkan pupuk di bumi
Dia menggariskan strategi irigasi
Orang-orang menggali tali air irigasi
Dia menakar klimatologi hujan
Orang-orang menampung curah hujan
Dia membesarkan anak cengkeh
Orang kampung panen raya kebun cengkeh
Dia mengukur cuaca musim kemarau
Orang-orang jadi waspada makna bencana kemarau
Dia meransum gizi sapi Bali
Orang-orang menggemukkan sapi Bali
Dia memasang fondasi tiang lokal sekolah
Orang-orang memasang dinding dan atapnya
Dia mengukir alfabet dan mengamplas angka-angka
Anak desa jadi membaca dan menyerap matematika
Dia merobohkan kolom gaji dan karir birokrasi
Kasim Arifin, di Waimital
Jadi petani.
Dia di Waimital jadi petani
Dia menyemai benih padi
Orang-orang menyemai benih padi
Dia membenamkan pupuk di bumi
Orang-orang membenamkan pupuk di bumi
Dia menggariskan strategi irigasi
Orang-orang menggali tali air irigasi
Dia menakar klimatologi hujan
Orang-orang menampung curah hujan
Dia membesarkan anak cengkeh
Orang kampung panen raya kebun cengkeh
Dia mengukur cuaca musim kemarau
Orang-orang jadi waspada makna bencana kemarau
Dia meransum gizi sapi Bali
Orang-orang menggemukkan sapi Bali
Dia memasang fondasi tiang lokal sekolah
Orang-orang memasang dinding dan atapnya
Dia mengukir alfabet dan mengamplas angka-angka
Anak desa jadi membaca dan menyerap matematika
Dia merobohkan kolom gaji dan karir birokrasi
Kasim Arifin, di Waimital
Jadi petani.
III
Dia berkaus oblong
Dia bersandal jepit
Dia berjalan kaki
20 kilo sehari
Sesudah meriksa padi
Dan tata palawija
Sawah dan ladang
Orang-orang desa
Dia melintas hutan
Dia menyeberang sungai
Terasa kelepak elang
Bunyi serangga siang
Sengangar tengah hari
Cericit tikus bumi
Teduh pohonan rimba
Siang makan sagu
Air sungai jernih
Minum dan wudhukmu
Bayang-bayang miring
Siul burung tekukur
Bunga alang-alang
Luka-luka kaki
Angin sore-sore
Mandi gebyar-gebyur
Simak suara azan
Jamaah menggesek bumi
Anak petani mengaji
Ayat-ayat alam
Anak petani diajarnya
Logika dan matematika
Lampu petromaks bergoyang
Angin malam menggoyang
Kasim merebah badan
Di pelupuh bambu
Tidur tidak berkasur.
Dia berkaus oblong
Dia bersandal jepit
Dia berjalan kaki
20 kilo sehari
Sesudah meriksa padi
Dan tata palawija
Sawah dan ladang
Orang-orang desa
Dia melintas hutan
Dia menyeberang sungai
Terasa kelepak elang
Bunyi serangga siang
Sengangar tengah hari
Cericit tikus bumi
Teduh pohonan rimba
Siang makan sagu
Air sungai jernih
Minum dan wudhukmu
Bayang-bayang miring
Siul burung tekukur
Bunga alang-alang
Luka-luka kaki
Angin sore-sore
Mandi gebyar-gebyur
Simak suara azan
Jamaah menggesek bumi
Anak petani mengaji
Ayat-ayat alam
Anak petani diajarnya
Logika dan matematika
Lampu petromaks bergoyang
Angin malam menggoyang
Kasim merebah badan
Di pelupuh bambu
Tidur tidak berkasur.
IV
Dia berdiri memandang ladang-ladang
Yang ditebas dari hutan rimba
Di kakinya terjepit sepasang sandal
Yang dipakainya sepanjang Waimital
Ada bukit-bukit yang dulu lama kering
Awan tergantung di atasnya
Mengacungkan tinju kemarau yang panjang
Ada bukit-bukit yang kini basah
Dengan wana sapuan yang indah
Sepanjang mata memandang
Dan perladangan yang sangat panjang
Kini telah gembur, air pun berpacu-pacu
Dengan sepotong tongkat besar, tiga tahun lamanya
Bersama puluhan transmigran
Ditusuk-tusuknya tanah kering kerontang
Dikais-kaisnya tanah kering kerontang
Dan air pun berpacu-pacu
Delapan kilometer panjangnya
Tanpa mesin-mesin, tiada anggaran belanja
Mengairi tanah 300 hektar luasnya
Kulihat potret dirimu, Sim, berdiri di situ
Muhammad Kasim Arifin, di sana,
Berdiri memandang ladang-ladang
Yang telah dikupasnya dari hutan rimba
Kini sekawanan sapi Bali mengibas-ngibaskan ekor
Di padang rumput itu
Rumput gajah yang gemuk-gemuk
Sayur-mayur yang subur-subur
Awan tergantung di atas pulau Seram
Dikepung lautan biru yang amat cantiknya
Dari pulau itu, dia telah pulang
Dia yang dikabarkan hilang
Lima belas tahun lamanya
Di Waimital Kasim mencetak harapan
Di kota kita mencetak keluhan
(Aku jadi ingat masa kita diplonco
Dua puluh dua tahun yang lalu)
Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca
Kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi
Kuludahi bayanganku di air itu karena rasa maluku
Ketika aku mengingatmu, Sim
Di Waimital engkau mencetak harapan
Di kota, kami …
Padahal awan yang tergantung di atas Waimital, adalah
Awan yang tergantung di atas kota juga
Kau kini telah pulang
Kami memelukmu.
Dia berdiri memandang ladang-ladang
Yang ditebas dari hutan rimba
Di kakinya terjepit sepasang sandal
Yang dipakainya sepanjang Waimital
Ada bukit-bukit yang dulu lama kering
Awan tergantung di atasnya
Mengacungkan tinju kemarau yang panjang
Ada bukit-bukit yang kini basah
Dengan wana sapuan yang indah
Sepanjang mata memandang
Dan perladangan yang sangat panjang
Kini telah gembur, air pun berpacu-pacu
Dengan sepotong tongkat besar, tiga tahun lamanya
Bersama puluhan transmigran
Ditusuk-tusuknya tanah kering kerontang
Dikais-kaisnya tanah kering kerontang
Dan air pun berpacu-pacu
Delapan kilometer panjangnya
Tanpa mesin-mesin, tiada anggaran belanja
Mengairi tanah 300 hektar luasnya
Kulihat potret dirimu, Sim, berdiri di situ
Muhammad Kasim Arifin, di sana,
Berdiri memandang ladang-ladang
Yang telah dikupasnya dari hutan rimba
Kini sekawanan sapi Bali mengibas-ngibaskan ekor
Di padang rumput itu
Rumput gajah yang gemuk-gemuk
Sayur-mayur yang subur-subur
Awan tergantung di atas pulau Seram
Dikepung lautan biru yang amat cantiknya
Dari pulau itu, dia telah pulang
Dia yang dikabarkan hilang
Lima belas tahun lamanya
Di Waimital Kasim mencetak harapan
Di kota kita mencetak keluhan
(Aku jadi ingat masa kita diplonco
Dua puluh dua tahun yang lalu)
Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca
Kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi
Kuludahi bayanganku di air itu karena rasa maluku
Ketika aku mengingatmu, Sim
Di Waimital engkau mencetak harapan
Di kota, kami …
Padahal awan yang tergantung di atas Waimital, adalah
Awan yang tergantung di atas kota juga
Kau kini telah pulang
Kami memelukmu.
dibacakan saat Forum Indonesia Muda 22-28 Oktober 2011, kemarin. kami semua, tertegun, tak terasa, menitikkan air mata...
Langganan:
Postingan (Atom)
