ANAK SUKSES BERMULA DARI BANGUN PAGI

(TIPS PARENTING)

Bendri Jaisyurrahman

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang

4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas

5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya

8. Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan cara yg ia bilang

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam

11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus ke hati

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh transisi

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-mudahan jadi pola

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan

15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami

20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci.

Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi subuh.. Semoga bermanfaat


nb : dapat dari whatsapp
Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

Binar

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

setahun yang lalu.

Itu menyebabkan saya membiarkan diri "gedhe rumongso" mengaku-ngaku mereka sebagai anak saya, didalam pesawat rohaniyah kegembiraan dan kebanggaan hidup saya dalam penugasan yang ini. Anak-anakku itu terampil dan prigel mengolah Bumi, untuk diakhiratkan. Anak-anakku itu canggih dan tekun mengelola materi dan materialitas tidak menjadi materialisme dan tanpa pernah menjadi materialistis. Anak-anakku yang dilimpahi juguran syafaat oleh Kanjeng Nabi itu sangat memiliki kewaspadaan intelektual dan spiritual untuk tidak menjalani kehidupan ini dengan adrenalis keserakahan mencari laba-laba sebanyak-banyaknya karena beranggapan seolah-olah mereka akan hidup selama-lamanya. Kemudian mengakali dan mengeliminir kerakusannya itu dengan kerajinan ibadah yang dilokalisir dan dimanipulir sebagai satu-satunya tindakan yang bermakna akhirat. Tidak. Anak-anakku Juguran Syafaat mengolah bumi, bekerja keras, mengendalikan materi, untuk justru diakhiratkan, ditemukan makna keabadiannya, ditarikati akurasi keakhiratannya. Anak-anakku Juguran Syafaat menggenggam batu, kayu, logam, lembaran-lembaran dan cairan-cairan, tidak untuk mendirikan Monumen Bumi, melainkan dirohanikan menjadi Kesejatian Sorga. Sebab mereka bukan sekedar "ka-annaka taísyu abadan", seakan-akan hidup selama-lamanya, melainkan "li-annaka taísyu abadan" — karena memang engkau hidup hingga abadi, karena ujung perjalananmu adalah menyatu dengan dan kepada Allah, bahkan meniada "menjadi" Allah, karena engkau dan kita semua tidaklah sesungguh-sungguhnya ada. Dan Allah itu abadi. Siapakah selain Allah yang pasti abadi?

Mbah Nun

11 April 2015
Yogyakarta.

- sent from my Lenovo Android

darinya untukku

Ia menatap ke jalan. Matanya nyalang. Senyumnya tajam. Siap menebarkan api kemana ia pergi. Ransel merah dipundaknya pun penuh dengan mimpi. Pakaian andalannya? Sudah bisa ditebak. Jeans belel dan kaos yang jarang diganti. Penuh dengan tambal sulam pemikiran yang menggelora.

Aku jadi ingin bertanya, apa keinginannya saat ini. Pernah ia berkata, aku ingin menguasai dunia. Ah, ambisius sekali pikirku. Hanya kujawab dengan tegukan kopi.

Waktu baginya pun selalu berjalan dengan cepat. Tik tok tik tok. Berlari melaju, seperti ia yang senang dengan kecepatan motor besarnya. "Dengan ini, aku mengendarai waktu," katanya saat itu.

Hidupnya pun ia buat penuh dengan patokan. Tidak sepertiku yang senang bersantai, ia benci sekali berjalan tanpa tujuan. "Ah, kau membosankan," lepasku malam itu. Ia pun berlalu dengan senyum, "Banyak yang harus kukerjakan."

Ia menatap ke jalan. Matanya terang. Senyumnya dalam. Tidak hanya membawa api, tapi juga siap menebar air, tanah, udara kemana ia pergi. Ransel hitam dipundaknya penuh dengan doa. Pakaian andalannya? Tetap jeans belel dan kaos yang seperlunya berganti. Penuh dengan berbagai persiapan sejak jauh hari.

Kali ini, aku masih ingin bertanya, apa keinginannya. Lalu ia menjawab, "Aku sudah tidak menginginkan apapun untuk diriku." Dan aku hanya tersipu kemudian tertunduk pada kopi.

Kini, waktu baginya berjalan lebih tepat. Tak tik tuk, tak tik tuk. Setepat kecepatan motor 70an kesayangannya. "Dengan ini, aku lebih menghikmahi waktu," terangnya padaku.

Terimakasih untuk segala metamorfosa yang terjadi di hidupmu. Terimakasih untuk hidup yang kau persembahkan untuk kami. Terimakasih untuk semua, kekasihku, sahabatku, rivalku, mentorku, suamiku, dan ayah dari anakanakku. Teruslah hidup. Teruslah urup.

Selamat ulangtahun. Aku mencintaimu, selalu.

#20 : Kemis, Legenda Tukang Kayu

Tak ada kayu yang disentuhnya yang tidak menjadi karya. Tangannya ajaib. Mungkin saudara kandung dengan kayu. Pernah bermain bersama dengan pasah, gergaji dan tatah. Sehingga akrab bukan main.

70% perabot rumah saya dibuatnya. Halus, rapi dan memuaskan. Memang ada orang yang diciptakan demikian. Punya keahlian spesifik tanpa tanding.

Dan dia orang yang sudah tahu, mengapa ia turun ke bumi.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#19 : Farid Gaban, Sederhanais

Rumahnya ada di Wonosobo. Bukan rumah gedong, untuk ukuran wartawan senior sukses dan sekarang memimpin majalah baru di Indonesia. Rumah kayu dengan halaman belakang kali, halaman depan kolam ikan. Damai. Tentram.

Farid Gaban mengatakan, hidupnya simple living. Berguru pada Thoreau, filosof Amerika penulis Walden. Sampai saya ketemu, dia tidak memiliki mobil, baginya kalau memang cukup hidup dengan motor, ya sudah. Makan sederhana. Perabot rumah seadanya. Saya lihat sendiri. Ada banyak sekali hal yang bisa saya pelajari darinya. Tentang kesederhanaan hidup.

Meski begitu, ia tidak lepas berkarya. Anaknya kuliah di Jerman.
Ukuran luar biasa.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#18 : Elyas, Papua Itu Saya

Diperawakannya yang atletis, pantas saja, orang Papua selalu kuat berolahraga. Kondisi alamnya yang pegunungan membuat orang Papua selalu bergerak mencari makan. Ketika kemarin saya menonton film dokumenter dari Watcdoc berjudul the Mahuzes, saya semakin percaya Papua itu kaya. Disana tidak perlu menanam atau merawat untuk makan, cukup mengambil seperlunya apa yang ada di alam.

Elyas, teman baik saya ini lulusan Universitas Cendrawasih, Jayapura. Otaknya cerdas, usai S1 dia pergi ke Prancis untuk studi lanjutan. Koneksinya banyak.

Pantas saja, dia kan sekretaris gerakan mahasiswa papua, underbow-nya OPM. Sewaktu bersama, saya tanya, apa kamu mendukung untuk berpisah dengan Indonesia. Lantang ia jawab, ia! Indonesia tidak ada bedanya dengan Belanda, sama-sama penjajah. Mungkin detik itu saya berfikir bahwa dia terlalu termakan propaganda OPM atau doktrinasi seniornya, tapi sekarang saya paham. Betapa Indonesia menjadi hal yang asing di tanah Papua. Yang mereka kenal hanyalah kerakusan orang Jakarta. Patriotisme Elyas pada Papua tidak diragukan lagi. Tanahnya itu tanah Papua.

Yang lebih penting dari itu. Kami tetap bersahabat baik. Saling berkirim kabar. Meski kami nantinya akan berbeda negara, mungkin. Tapi kami junjung satu nilai sama, kemanusiaan. Dan itu yang ia pelajari selama ini.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#15 : Andri Triyanto, Pemburu Tutorial

Meski bangun pagi menjadi kesulitan hidupnya, tapi nomor satu kalau diajak melek malam. Rokok kopi teman setianya. Berkacamata tebal, khas penyandang predikat orang pintar. Yang selalu saya terjemahkan rajin menengok layar komputer.

Andri menjadi semangat saya untuk belajar. Dalam etos belajarnya, ia selalu terdepan. Tidak malu bertanya ke orang lain, bahkan yang lebih muda umurnya. Ikhlas mengendarai motor tuanya, melaju ratusan kilometer untuk menyambung ilmu dengan orang baru yang perjumpaan sebelumnya hanya lewat pesan. Belajar malam hari, via online menjadi fokusnya saat ini.

Dia teman SMP saya. Saya ingat waktu itu bermain playstation bersama, sepulang sekolah. Menyandang tas eiger, naik sepeda. Kami menjadi berandalan kecil, menerobos pagar sekolah yang akhirnya kena guru bahasa. Berolahraga bersama, menendang bola.

Andri, si pemburu tutorial. Hobinya masih, mendownload tutorial. Belajar dari internet.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#17 : Ginanjar Adhi, Teman Jalan

Kalau ada teman jalan yang asyik, itu Adhi namanya. Cerdas, punya banyak kawan, pendiam tapi punya banyak ide. Sekilas orangnya seperti tertutup, tapi sebenarnya menyenangkan diajak diskusi.

Saya berpetualang dengannya berkali-kali. Dari Jawa Timur sampai Aceh, tidak pernah ada perjalanan yang mengecewakan.

Mimpi kami nisbatkan. Perjalanan ke pelosok negeri kami idamkan. Menjelajahi laut, menelusuri kota kecil dan berlatih membuat catatan.
Tak terasa masing-masing kami sudah punya anak. Meski ada segudang mimpi kami yang belum tercapai, kami simpan rapat dalam brankas langit.

Dan diam-diam, dialah yang memperkenalkan Kiai Kanjeng pada saya.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#16 : Tantri Rinukti, Bidan Sakti

Mungkin sudah ribuan bayi lahir yang ditolongnya. Mengingat sudah separuh baya, dan sebagian besar hidupnya ia abdikan sebagai bidan. Dan dirunut-runut, dahulu ibunya adalah memang seorang bidan. Apalagi sekarang anaknya pun menjadi bidan juga. Sudah seperti titisan saja.

Sabar, pro normal, open minded dan sangat keibuan. Keluasan hatinya yang luar biasa, meski ada pertentangan dari lawan kerjanya yang tak pernah ia anggap lawan. Jika ia sedang bingung, pelariannya adalah Tuhan. Ini asyiknya. Kawan dekat saya pernah diminta untuk cesar karena posisi bayinya yang sungsang, dan dengan kesabarannya dbaliknyalah posisi itu dengan berbagai usaha. Menarik.

Pernak pernik dirumahnya sangat menarik. Dari interior sofa, hiasan dinding, keramik, sampai kalender jayabaya saya sangat suka. Gaya bicaranya sangat sederhana, tidak pernah menekan.

Baru pernah saya bertemu bidan yang memang tahu bahwa tugasnya di dunia adalah sebagai bidan. Dan saya kagum setiap kali bertemu dengannya.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#14 : Harianto, MultiTalent

Fikirannya seperti tidak pernah berhenti. Bahkan dalam setiap guyonannya. Mungkin dalam tidurnya ia berfikir. Atau setidaknya mimpinya berfikir juga. Seperti jalan terus, seperti berputar terus. Seperti bekerja terus.

Dalam landasan berfikirnya yang sangat realistis ternyata juga sangat idealis. Dia mampu menggambar kreasi manual maupun digital. Menguasai teori pergerakan kiri sembari praktikum menulis sastra dan berteater. Dalam bidang agama, ekonomi Islam jadi fokus belajarnya. Tapi tasawufpun mampu ia selami. Public speakingnya yang saya salut. Bisa menguasai forum tanpa menjatuhkan orang lain. Terakhir ia didapuk jadi wakil dari Kadipiro, sejajar dengan profesor-profesor lulusan universitas ternama.

Disiplin, dan ternyata sangat berakhlak. Jarang saya menemukan kata meminta dalam dirinya. Bentuk kemandirian yang sudah mengakar. Gagasannya hidup. Mengalir kesana kemari. Dan ternyata memang, tidak pernah berhenti. Beberapa koleksi dirumahnya sungguh aneh. Batu kali sampai batu pra sejarah. Pelan-pelan jadi arkeolog juga.

Mungkin satu yang dia tidak bisa, menyanyi. Meski tampang seperti Bebi Romeo..


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#13 : Hirdan Ikhya, Lurus Panutan

Sekarang dia menjadi bassist Ki Ageng Juguran. Sepulangnya ia menjadi juru tata tata sound music, lalu merangkap menjadi supir perkap. Terkadang ia ikut menulis, atau meng-index buku-bukunya Cak Nun. Bagi saya ini pekerjaan berat. Disela-sela itu semua, ia ikut berfikir tema apa yang cocok untuk diskusi bulan depan. Atau untuk juru asang usung, kurir barang, ia siap stanby 24 jam.

Usianya yang sangat muda, dan sudah mampu mencerna apa yang kami kunyah. Kadang timbul ketakutan, takut limbung ditengah jalan. Tapi dengan wadah yang luar biasa, ia bisa menampungnya pelan-pelan.

Lurus, setia, tak kenal kejahatan, baik dan manutan. Abdi dalem sejati. Pamomong umat. Tentunya ada beberapa life skill yang harus dilatih, tapi itu proses. Bisa dikerjakan sambil jalan. Kesetiaan yang dipegang. Nilai sejati yang digenggam. Bukan pamrih yang dia cari.

Saya penasaran, endingnya seperti apa nanti...

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#12 : Reiza, Pengendara Awan

Dalam setiap penerbangan yang saya ikuti, saya selalu membayangkan disupiri mas Reiza. Meski ternyata, saya baru terbang beberapa kali. Hehe.

Reiza orang yang sangat sederhana. Berkaos tin tin, bercelana jeans biasa. Tapi siapa mengira dia seorang pilot senior penerbangan internasional. Sekarang tinggal di Malaysia. Sebuah bentuk perlawanan dan kekecewaannya terhadap Indonesia. Dan sudah bertahun-tahun dia tidak mengikuti berita tv Indonesia. Meski, setiap seminggu sekali ia berjadwal ke Indonesia.

Yang mengagumkan adalah pencariannya akan kebenaran. Rela melakukan apa saja asal bisa mencapainya. Sikap terbukanya terhadap semua orang sangat menyenangkan. Tidak sombong dan humble luar biasa.

Saya seperti menemukan saudara lama di Malaysia. Bertemu disana dan dijamu sangat luar biasa pula. Di Bali kami ketemu kembali, dan rasanya menyenangkan sekali.

Kesederhanaannya, sikap open minded, mau mendengarkan cerita orang lain, bagi saya luar biasa, untuk ukuran seoranf pengendara awan yang berpuluh tahun menyeberangi angkasa.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#11 : Toto Rahardjo, Penggerak Gerakan

Wajah tuanya yang kokoh, menandakan sebagian besar umurnya habis dilapangan. Bertemu masyarakat, meminang konflik, beranak gerakan. Namanya sudah pasti jadi bahan rujukan gerakan sosial di Indonesia dari tahun 80an. Dari kasus ibu hamil hingga tambang multi nasional. Dari Aceh, Nusa Tenggara hingga Papua. Dari urusan perut sampai konflik agama.

Konsistensinya teruji. Sampai sesenja ini pun masih bergerak dalam gerakan. Bergerak gerak menggerakan gerakan.

Orang sering salah memahaminya. Mereka pikir orang ini komunis sosialis anti tuhan. Padahal dalam dirinya, dia berTuhan sangat sejati. Spiritualis. Beriman penuh. Meski mungkin penampilannya tidak mendukung itu semua.

Dalam dua tahun terakhir, saya belajar padanya tentang struktur berfikir, analisis sosial, kritik masyarakat, gerakan wacana, filsafat tani dan pangan hingga gerakan madinah kanjeng Nabi. Rasa-rasanya kok belum genap semuanya saya serap. Masih dalam sumur yang musti saya timba. Belum cukup waktu saya mempraktekannya.

Ah, haus sekali.

Toto Rahardjo, potret menarik si manusia senja...


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#10 : Ujang, Vokalis Sosialis

Vokalis. Suara melengkingnya bikin merinding. Cocok pula dengan tubuhnya yang ceking. Kalau dirunut, ternyata penyebab utama kurusnya dia karena kebanyakan tirakat dan puasa. Jadilah dia 'wadah' yang luar biasa luasnya yang bisa menampung apapun.

Tidak ada teman yang tidak dekat dengan dia. Semua berhubungan baik. Mau musuh sekalipun, bisa bersahabat baik dengannya. Kuncinya satu, tak mau punya musuh. Senyumnya yang khas, mengalahkan siapa saja. Guyonannya yang pas dirindukan semua teman.

Sosial. Orang sangat sosial. Siap membantu apapun kondisi teman-temannya. Dan tidak ada yang tidak pernah dibantunya. Apapun. Meski sekedar dorong motor ke tambal ban.

Riwayat yang luar biasa hidupnya, penuh perih penderitaan, menyedihkan kalau diceritakan. Tapi justru tak pernah membuatnya bersedih. Air mukanya tetap ceria. Mimik wajahnya menyenangkan. Apa-apanya selalu pas. Dan gestur tubuhnya meladeni semuanya.

Yang selalu jadi masalah buat saya sesama vokalis hanya satu. Dibalik suaranya yang sangat luar biasa saat suluk sholawat, dia sangat pemalu.

Fuh, paling berat mengubahnya!!


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android