Puteri

di saat seperti ini,
izinkan aku mempertanyakan,
dimana engkau letakkan aku?
adakah aku seberharga buku-bukumu itu?
ataukah aku senyaman sepatu tuamu yang tak terasa lagi bila dipakai?
akankah kau pertahankan aku layaknya nyawamu sendiri,
ataukah namaku hanya akan melintas sekilas di detik-detik terakhirmu?
untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot surga
mengertikah kini, puteri?
karna itulah aku ingin hidup nyata
tak lagi menjejak mimpi

-- ksatria

10 kata-kata:

Kantong Plastik mengatakan...

karena kau ksatria, kuletakkan kau ditempat seharusnya. :)

hei, abang..
ada apa?
kebetulan aku baru selesai baca bukunya, nyari di perpus kampus, lgsung dapet. :D

Mentari pagi mengatakan...

Hem, semoga sang puteri segera menjawabnya...

kini, nanti atau entah kapan..

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

Puterinya dah dateng tuh ...

Hilmy Nugraha mengatakan...

@melyn, hehe, ada deh.
@siska, amin.
@ajeng, mana mana?

haniemaria mengatakan...

surprised.

:)

haniemaria mengatakan...

surprised.

:)

Hilmy Nugraha mengatakan...

@hanie, hihihihi

muda berani dan berbahaya mengatakan...

komentarku ndak dipasang ya buat post yang ini?
ehe :P

muda berani dan berbahaya mengatakan...

justru puisi ini bukan untuk mempertanyakan dimana aku tempatkan dirimu kan, wahai ksatria?
tapi untuk memberikan alasan, kenapa kau memilih meninggalkanku.

muda berani dan berbahaya mengatakan...

justru puisi ini bukan untuk mempertanyakan dimana aku tempatkan dirimu kan, wahai ksatria?
tapi untuk memberikan alasan, kenapa kau memilih meninggalkanku.