malam tadi indah sekali,
cuaca terang, udara sejuk, langit bersih, bulan sempurna dan kamu.

--------------------------

sent from my Samsung C3322

tetap.

diantara sibukmu, kalau nggak terlalu capek, sempatkan buat nulis, baca, atau merenung...
jadi kamu juga punya waktu buat diri sendiri, memperkaya diri. tidak terjebak dengan rutinitas ataupun pekerjaan terus.

--------------------------

sent from my Samsung C3322

kembali mencoba

apa jadi postingan?

--------------------------

sent from Samsung C3322

#71 : PAHLAWAN SEJATI

Kepada seorang Ibu sederhana di sebuah dusun, yang pekerjaannya
mencintai dan menemani wong cilik di desanya sepanjang hidup, saya
mengajukan pertanyaan yang agak muluk: "Bu, siapakah pahlawan sejati?"


Ia menjawab: "Pahlawan sejati ialah orang yang berani omong tentang
perjuangan sosial dan membela rakyat hanya sesudah ia sendiri sanggup
bertanggung jawab secara mandiri atas perutnya sendiri. Pahlawan
sejati ialah orang yang membela rakyat dengan kekuatan dan uang
pribadinya, bukan dengan dana dari luar yang apalagi ia sendiri diupah
untuk apa yang diperjuangkannya. Tapi yang terpenting adalah bahwa
pahlawan sejati tidak pernah sempat menganggap dirinya pahlawan bahkan
tidak punya waktu untuk mengingat kata pahlawan".


Saya bereaksi: "Waduh, Bu, kok berat dan muluk sekali syarat untuk
menjadi pahlawan sejati?" Ibu itu menjawab lagi: "Memang berat dan
muluk. Maka tidak akan berminat. Maka tidak populer dan tidak dipakai.
Kalau ada yang memakainya, mungkin malah dikutuk, dirasani dan
difitnah di mana-mana..."


(Emha Ainun Nadjib/Seri PadangBulan (187)/PadhangmBulanNetDok)

#70 : pala.

ada apa di buah pala? bogor? ungaran? atsiri? kepercayaan?
mozaik apa ini?

#69 : dari Rumi

Kesalahan ada pada orang yang menyalahkan.
Ruh melihat tidak perlu ada yang dikritik.
Kawan-kawan menjadi musuh karena kita melihat mereka sebagai terpisah dari kita.
Namun, dalam kenyataannya, kita bertengkar dengan diri kita sendiri.
Meskipun engkau tidak mempunyai kesalahan yang sama dengan orang yang engkau kritisi, mungkin engkau akan membangun kesalahan itu dalam hidupmu kelak.
Pikirkanlah hal itu!
Dunia adalah sebuah gunung dan perbuatan kita adalah teriakan-teriakan
yang bergema kembali kepada kita.
[Jalalaludin Rumi]

#68 : berhenti.


"Berhentilah mencari. Maka dengan sendirinya, kita telah tiba di ujung perjalanan. Selamat datang di rumah."
Berhentilah mencari.... Maka boleh jadi urusan ini yang justeru mencari kita. 

#67 : guru

Sebaik-baik guru adalah yang tidak mengajar. Kalau dia masih punya nafsu mengajar, dia tidak begitu punya mental guru.

#66 : spasi


Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung. Pegang tanganku tapi jangan terlalu erat, karna aku ingin seiring, bukan digiring.

(Spasi - Filosofi Kopi, Dewi Lestari)

#65 : Padhang Bulan by Anda Perdana (OST RAYYA)

saya menunggu film ini rilis. bagus.

Cahaya kasih sayang menaburi malam
Hidayah dan rembulan menghadirkan Tuhan
Alam raya, cakrawala pasrah dan sembahyang
Yang palsu ditanggalkan yang sejati datang
Yang dusta dikuakkan, topeng-topeng hilang
Jiwa sujud, hati tunduk pada-Mu Tuhan
Beribu hamba-Mu bernyanyi rindu
Bergerak menari bagai gelombang
Sepi mereka karena dipinggirkan
Oleh kedzaliman kekuasaan dan kesombongan
Suara mereka merobek langit
Bergolak suara sunyi mereka semua
Waktu berhenti, alam menanti
Tuhan kekasih akan mengakhiri
Kekasih mendampingi setiap langkah
Pada laparmu, cinta-Nya merekah
Tataplah wajah-Nya, hatimu pun cerah
Lihatlah,lihatlah mentari baru
Yang terbit dari dalam tekadmu
Sesudah senja diujung duka
Nikmatilah mengalirnya cahaya
(Padhang mBulan)

lagu ini dipopulerkan oleh Franky Sahilatua dan Kiai Kanjeng, kemudian dijadikan soundtrack di film "RAYYA". Lirik oleh Emha Ainun Nadjib. 

#64 : merauke - digoel

foto dari mas Farid Gaban

saya harus mencoba jalan ini!

#63 : melakukan.


dengan itu kemudian aku ingin mempuasai keinginan-keinginanku sendiri, selera dan kesenanganku sendiri. aku duduk diam dalam keadaan tidak terutama karena aku ingin duduk diam, tetapi karena kurasakan jauh di lubuk jiawaku ada sesuatu yang membawaku duduk diam. aku bergerak, berjalan,naik ke mimbar, berbicara, berteriak, menangis, atau apa pun saja- senantiasa kuupayakan tidak terutama didorong oleh energi kehendakku, tetapi sebisa mungkin didorong dari kesunyian di kandungan batinku.
-Tuhan pun Berpuasa, Emha Ainun Najib, 2012.

#62 : usaha.

Pesan pribadi saya kepada para calon penulis atau patriot pemburu masa depan: berapa jam kerjamu dalam sehari-hari? Saya sudah tua, dan justru karena itu saya tidur setelah subuh, kemudian pukul 08.00 pagi sudah siap 'perang' lagi. Seandainya saya ini boleh diangap penulis yang sudah 'jadi', modal saya ada tiga:
- Pertama, anugerah Allah.
- Kedua, belajar dan bekerja keras.
- Ketiga, keikhlasan doa Ibu saya dan Anda semua.
Apa yang harus kita perjuangkan terutama qdalah etos kerja, kesediaan untuk bekerja keras dan 'kejam' kepada diri sendiri. Bukan memimpikan fasilitas. Salah satu wujud kreatiitas adalah 'kesanggupan bekerja maksimal dalam kondisi dan fasilitas yang minimal.'
Tapi anak-anak sekarang baru mau bekerja kalau jelas gajinya. baru mau melakukan sesuatu kalau lengkap fasilitasnya dan ada jaminan hasil. Mereka tidak bisa menjadi pejuang bahkan bagi dirinya sendiri, sebab tidak ada perjuangan yang titik tujuan atau hasilnya bisa dipastikan.
Kalau mereka disuruh masuk hutan, mereka memastikan dulu apakah di dalamnya ada buah yang dicarinya, ada macan atau ular yang rnengancam atau tidak. Bahkan mungkin mereka riset dulu berapa luas hutan, jenis tanahnya, atau ada warung atau tidak, ada pentas dangdut dan metal atau tidak. Kalau sudah jelas semuanya, baru mereka melangkahkan kaki masuk hutan.
(CN)