#20 : Kemis, Legenda Tukang Kayu

Tak ada kayu yang disentuhnya yang tidak menjadi karya. Tangannya ajaib. Mungkin saudara kandung dengan kayu. Pernah bermain bersama dengan pasah, gergaji dan tatah. Sehingga akrab bukan main.

70% perabot rumah saya dibuatnya. Halus, rapi dan memuaskan. Memang ada orang yang diciptakan demikian. Punya keahlian spesifik tanpa tanding.

Dan dia orang yang sudah tahu, mengapa ia turun ke bumi.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#19 : Farid Gaban, Sederhanais

Rumahnya ada di Wonosobo. Bukan rumah gedong, untuk ukuran wartawan senior sukses dan sekarang memimpin majalah baru di Indonesia. Rumah kayu dengan halaman belakang kali, halaman depan kolam ikan. Damai. Tentram.

Farid Gaban mengatakan, hidupnya simple living. Berguru pada Thoreau, filosof Amerika penulis Walden. Sampai saya ketemu, dia tidak memiliki mobil, baginya kalau memang cukup hidup dengan motor, ya sudah. Makan sederhana. Perabot rumah seadanya. Saya lihat sendiri. Ada banyak sekali hal yang bisa saya pelajari darinya. Tentang kesederhanaan hidup.

Meski begitu, ia tidak lepas berkarya. Anaknya kuliah di Jerman.
Ukuran luar biasa.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#18 : Elyas, Papua Itu Saya

Diperawakannya yang atletis, pantas saja, orang Papua selalu kuat berolahraga. Kondisi alamnya yang pegunungan membuat orang Papua selalu bergerak mencari makan. Ketika kemarin saya menonton film dokumenter dari Watcdoc berjudul the Mahuzes, saya semakin percaya Papua itu kaya. Disana tidak perlu menanam atau merawat untuk makan, cukup mengambil seperlunya apa yang ada di alam.

Elyas, teman baik saya ini lulusan Universitas Cendrawasih, Jayapura. Otaknya cerdas, usai S1 dia pergi ke Prancis untuk studi lanjutan. Koneksinya banyak.

Pantas saja, dia kan sekretaris gerakan mahasiswa papua, underbow-nya OPM. Sewaktu bersama, saya tanya, apa kamu mendukung untuk berpisah dengan Indonesia. Lantang ia jawab, ia! Indonesia tidak ada bedanya dengan Belanda, sama-sama penjajah. Mungkin detik itu saya berfikir bahwa dia terlalu termakan propaganda OPM atau doktrinasi seniornya, tapi sekarang saya paham. Betapa Indonesia menjadi hal yang asing di tanah Papua. Yang mereka kenal hanyalah kerakusan orang Jakarta. Patriotisme Elyas pada Papua tidak diragukan lagi. Tanahnya itu tanah Papua.

Yang lebih penting dari itu. Kami tetap bersahabat baik. Saling berkirim kabar. Meski kami nantinya akan berbeda negara, mungkin. Tapi kami junjung satu nilai sama, kemanusiaan. Dan itu yang ia pelajari selama ini.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#15 : Andri Triyanto, Pemburu Tutorial

Meski bangun pagi menjadi kesulitan hidupnya, tapi nomor satu kalau diajak melek malam. Rokok kopi teman setianya. Berkacamata tebal, khas penyandang predikat orang pintar. Yang selalu saya terjemahkan rajin menengok layar komputer.

Andri menjadi semangat saya untuk belajar. Dalam etos belajarnya, ia selalu terdepan. Tidak malu bertanya ke orang lain, bahkan yang lebih muda umurnya. Ikhlas mengendarai motor tuanya, melaju ratusan kilometer untuk menyambung ilmu dengan orang baru yang perjumpaan sebelumnya hanya lewat pesan. Belajar malam hari, via online menjadi fokusnya saat ini.

Dia teman SMP saya. Saya ingat waktu itu bermain playstation bersama, sepulang sekolah. Menyandang tas eiger, naik sepeda. Kami menjadi berandalan kecil, menerobos pagar sekolah yang akhirnya kena guru bahasa. Berolahraga bersama, menendang bola.

Andri, si pemburu tutorial. Hobinya masih, mendownload tutorial. Belajar dari internet.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#17 : Ginanjar Adhi, Teman Jalan

Kalau ada teman jalan yang asyik, itu Adhi namanya. Cerdas, punya banyak kawan, pendiam tapi punya banyak ide. Sekilas orangnya seperti tertutup, tapi sebenarnya menyenangkan diajak diskusi.

Saya berpetualang dengannya berkali-kali. Dari Jawa Timur sampai Aceh, tidak pernah ada perjalanan yang mengecewakan.

Mimpi kami nisbatkan. Perjalanan ke pelosok negeri kami idamkan. Menjelajahi laut, menelusuri kota kecil dan berlatih membuat catatan.
Tak terasa masing-masing kami sudah punya anak. Meski ada segudang mimpi kami yang belum tercapai, kami simpan rapat dalam brankas langit.

Dan diam-diam, dialah yang memperkenalkan Kiai Kanjeng pada saya.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#16 : Tantri Rinukti, Bidan Sakti

Mungkin sudah ribuan bayi lahir yang ditolongnya. Mengingat sudah separuh baya, dan sebagian besar hidupnya ia abdikan sebagai bidan. Dan dirunut-runut, dahulu ibunya adalah memang seorang bidan. Apalagi sekarang anaknya pun menjadi bidan juga. Sudah seperti titisan saja.

Sabar, pro normal, open minded dan sangat keibuan. Keluasan hatinya yang luar biasa, meski ada pertentangan dari lawan kerjanya yang tak pernah ia anggap lawan. Jika ia sedang bingung, pelariannya adalah Tuhan. Ini asyiknya. Kawan dekat saya pernah diminta untuk cesar karena posisi bayinya yang sungsang, dan dengan kesabarannya dbaliknyalah posisi itu dengan berbagai usaha. Menarik.

Pernak pernik dirumahnya sangat menarik. Dari interior sofa, hiasan dinding, keramik, sampai kalender jayabaya saya sangat suka. Gaya bicaranya sangat sederhana, tidak pernah menekan.

Baru pernah saya bertemu bidan yang memang tahu bahwa tugasnya di dunia adalah sebagai bidan. Dan saya kagum setiap kali bertemu dengannya.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#14 : Harianto, MultiTalent

Fikirannya seperti tidak pernah berhenti. Bahkan dalam setiap guyonannya. Mungkin dalam tidurnya ia berfikir. Atau setidaknya mimpinya berfikir juga. Seperti jalan terus, seperti berputar terus. Seperti bekerja terus.

Dalam landasan berfikirnya yang sangat realistis ternyata juga sangat idealis. Dia mampu menggambar kreasi manual maupun digital. Menguasai teori pergerakan kiri sembari praktikum menulis sastra dan berteater. Dalam bidang agama, ekonomi Islam jadi fokus belajarnya. Tapi tasawufpun mampu ia selami. Public speakingnya yang saya salut. Bisa menguasai forum tanpa menjatuhkan orang lain. Terakhir ia didapuk jadi wakil dari Kadipiro, sejajar dengan profesor-profesor lulusan universitas ternama.

Disiplin, dan ternyata sangat berakhlak. Jarang saya menemukan kata meminta dalam dirinya. Bentuk kemandirian yang sudah mengakar. Gagasannya hidup. Mengalir kesana kemari. Dan ternyata memang, tidak pernah berhenti. Beberapa koleksi dirumahnya sungguh aneh. Batu kali sampai batu pra sejarah. Pelan-pelan jadi arkeolog juga.

Mungkin satu yang dia tidak bisa, menyanyi. Meski tampang seperti Bebi Romeo..


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#13 : Hirdan Ikhya, Lurus Panutan

Sekarang dia menjadi bassist Ki Ageng Juguran. Sepulangnya ia menjadi juru tata tata sound music, lalu merangkap menjadi supir perkap. Terkadang ia ikut menulis, atau meng-index buku-bukunya Cak Nun. Bagi saya ini pekerjaan berat. Disela-sela itu semua, ia ikut berfikir tema apa yang cocok untuk diskusi bulan depan. Atau untuk juru asang usung, kurir barang, ia siap stanby 24 jam.

Usianya yang sangat muda, dan sudah mampu mencerna apa yang kami kunyah. Kadang timbul ketakutan, takut limbung ditengah jalan. Tapi dengan wadah yang luar biasa, ia bisa menampungnya pelan-pelan.

Lurus, setia, tak kenal kejahatan, baik dan manutan. Abdi dalem sejati. Pamomong umat. Tentunya ada beberapa life skill yang harus dilatih, tapi itu proses. Bisa dikerjakan sambil jalan. Kesetiaan yang dipegang. Nilai sejati yang digenggam. Bukan pamrih yang dia cari.

Saya penasaran, endingnya seperti apa nanti...

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#12 : Reiza, Pengendara Awan

Dalam setiap penerbangan yang saya ikuti, saya selalu membayangkan disupiri mas Reiza. Meski ternyata, saya baru terbang beberapa kali. Hehe.

Reiza orang yang sangat sederhana. Berkaos tin tin, bercelana jeans biasa. Tapi siapa mengira dia seorang pilot senior penerbangan internasional. Sekarang tinggal di Malaysia. Sebuah bentuk perlawanan dan kekecewaannya terhadap Indonesia. Dan sudah bertahun-tahun dia tidak mengikuti berita tv Indonesia. Meski, setiap seminggu sekali ia berjadwal ke Indonesia.

Yang mengagumkan adalah pencariannya akan kebenaran. Rela melakukan apa saja asal bisa mencapainya. Sikap terbukanya terhadap semua orang sangat menyenangkan. Tidak sombong dan humble luar biasa.

Saya seperti menemukan saudara lama di Malaysia. Bertemu disana dan dijamu sangat luar biasa pula. Di Bali kami ketemu kembali, dan rasanya menyenangkan sekali.

Kesederhanaannya, sikap open minded, mau mendengarkan cerita orang lain, bagi saya luar biasa, untuk ukuran seoranf pengendara awan yang berpuluh tahun menyeberangi angkasa.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#11 : Toto Rahardjo, Penggerak Gerakan

Wajah tuanya yang kokoh, menandakan sebagian besar umurnya habis dilapangan. Bertemu masyarakat, meminang konflik, beranak gerakan. Namanya sudah pasti jadi bahan rujukan gerakan sosial di Indonesia dari tahun 80an. Dari kasus ibu hamil hingga tambang multi nasional. Dari Aceh, Nusa Tenggara hingga Papua. Dari urusan perut sampai konflik agama.

Konsistensinya teruji. Sampai sesenja ini pun masih bergerak dalam gerakan. Bergerak gerak menggerakan gerakan.

Orang sering salah memahaminya. Mereka pikir orang ini komunis sosialis anti tuhan. Padahal dalam dirinya, dia berTuhan sangat sejati. Spiritualis. Beriman penuh. Meski mungkin penampilannya tidak mendukung itu semua.

Dalam dua tahun terakhir, saya belajar padanya tentang struktur berfikir, analisis sosial, kritik masyarakat, gerakan wacana, filsafat tani dan pangan hingga gerakan madinah kanjeng Nabi. Rasa-rasanya kok belum genap semuanya saya serap. Masih dalam sumur yang musti saya timba. Belum cukup waktu saya mempraktekannya.

Ah, haus sekali.

Toto Rahardjo, potret menarik si manusia senja...


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#10 : Ujang, Vokalis Sosialis

Vokalis. Suara melengkingnya bikin merinding. Cocok pula dengan tubuhnya yang ceking. Kalau dirunut, ternyata penyebab utama kurusnya dia karena kebanyakan tirakat dan puasa. Jadilah dia 'wadah' yang luar biasa luasnya yang bisa menampung apapun.

Tidak ada teman yang tidak dekat dengan dia. Semua berhubungan baik. Mau musuh sekalipun, bisa bersahabat baik dengannya. Kuncinya satu, tak mau punya musuh. Senyumnya yang khas, mengalahkan siapa saja. Guyonannya yang pas dirindukan semua teman.

Sosial. Orang sangat sosial. Siap membantu apapun kondisi teman-temannya. Dan tidak ada yang tidak pernah dibantunya. Apapun. Meski sekedar dorong motor ke tambal ban.

Riwayat yang luar biasa hidupnya, penuh perih penderitaan, menyedihkan kalau diceritakan. Tapi justru tak pernah membuatnya bersedih. Air mukanya tetap ceria. Mimik wajahnya menyenangkan. Apa-apanya selalu pas. Dan gestur tubuhnya meladeni semuanya.

Yang selalu jadi masalah buat saya sesama vokalis hanya satu. Dibalik suaranya yang sangat luar biasa saat suluk sholawat, dia sangat pemalu.

Fuh, paling berat mengubahnya!!


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#9 : Meta, Guru TK di Hutan

Meski tubuhnya tambun, tidak menghalangi dirinya untuk selalu lincah dihadapan anak-anak. Meski mungkin sedang bersedih hatinya, harus bisa ia transformasikan dalam muka yang ceria kalau sudah didepan anak-anak. Siapa lagi kalau bukan Meta, teman saya yang satu ini tidak pernah tidak hobi menyanyi.

Usaha yang luar biasa sejak kuliah, sudah mengajar anak berkebutuhan khusus di salah satu lembaga inklusif di Purwokerto. Salutnya tuh disini. Disaat teman-teman lain gemar jalan-jalan, kuliah gak genah, pacaran sana sini, hiburan belanja, eh dia malah 'bergelut' dengan pekerjaannya menangani anak autis.

Dan sekarang, salah satu buahnya, dia sudah dipercaya jadi Kepala Sekolah TK Alam Baturraden. Prestasi luar biasa bagi saya, mengingat umurnya masih sangat muda.

Kerja keras, peduli teman peduli anak-anak, mudah bergaul, mau belajar mungkin salah satu kunci yang saya perhatikan selama ini. Persahabatan kami sudah lebih dari 6 tahun, dan tetap tidak ada masalah apapun.

Fuh, semoga lekas Met. Lekas diperjodohkan. Wong hurung je!


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#8 : Amin, Pasukan Saba Kuburan

Dan saya baru paham beberapa waktu terakhir, melalui film Interstellar. Sungguh, itu film luar biasa kode dari Tuhan tentang komunikasi beda dimensi. Itu si tafsir saya.

Dan Amin, teman saya sudah mempraktekkan ilmu ini lama sekali, bertahun-tahun yang lalu. Bahwa kita mudah berkomunikasi dengan sesorang yang ada disana, di dimensi diatas kita.

Amin, pelaku torikoh ziarah, melakukan rutin setiap malam jumat. Biar saja orang mengatakannya bidah, khurafat, takhayul, tapi bagi Amin, ini usahanya selama ini.

"Kalau ngomong sama yang hidup sudah mentok, ya sudah, ngomong sama wali yang udah ninggal aja", kata Amin tempo hari.

Sekarang, Amin jualan daun. Baginya ini berkah tersendiri. Dari sini dia bisa mengajak beberapa kawannya bergabung. Dalam komunitas kami, dia paling stabil ekonominya.

Bisa jadi dari tirakatnya itu. Meski saya tahu, kerja kerasnya seimbang dan dalam doanya tak pernah sekalipun berucap tentang dirinya sendiri.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#7 : Rouf, Tarikah Ala Timur

Saya belajar untuk tidak tidur setelah shubuh hingga dhuha itu kepada beliau. Tapi baru mempraktekkan 2 tahun kemudian, setelah mas Agus bercerita detail beberapa minggu yang lalu.

Aliran tarikohnya luar biasa. Mengambil dari India. Berperjalanan beberapa hari hingga berbulan-bulan. Mengembangkan diri dalam nuansa disiplin ketat bergaris torikoh. Mempelajari hidup, berbaur dengan masyarakat sekitar. Memadukan metode semata-mata untuk Tuhannya.

Dan dalam tatanan terkecil kehidupan, yaitu keluargapun ditata sedemikian rupa dengan aturan diri yang sangat disiplin. Membaca kisah, memperluas tafsir, menaati hukum, mencari yang benar, dan tidak menjadi asosial.

Kakak saya ini, tetap rajin bekerja. Dan ini perbedaannya. Dimana dibeberapa aliran torikoh, saya melihat orang menjadi malas bekerja. Dan anggap saja saya salah melihat. Kakak saya jago luar biasa dalam bekerja. Melakukan pekerjaan rumah, tukang, beberes, ngopeni anak, sampai betul-betul rumah. Dan orientasinya satu, syukur atas rahmat nya Allah.

Saya banyak sinau, khususnya bab disiplin dan berbaur secara sosial. Kerja kerasnya. Rasanya menyenangkan hidupnya. Disisi lain, saya tahu hidupnya tidak enak-enak amat.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#6 : Bakhtiar Prihono, Raja Debat

Berdebatlah dengan Pak Hono, dan siap-siaplah kalah. Semua jurus dia keluarkan. Teguh pendirian bisa jadi sikap hidupnya, kalau tidak dibilang sebagai keras kepala. Ratusan celah dia bisa masuki. Sehingga argumen seperti apapun ada alibinya. Dia rajanya.

Tapi yang menarik adalah cara dia mau belajar. Dia siap belajar kepada siapapun bahkan mungkin kepada yang dia kalahkan debatnya. Saat menjadi pengacara unggul, tarifnya luar biasa mahal. Paling mahal se Purbalingga. Tapi kalau sedang membela orang tidak punya, pantang baginya menarik bayaran.

Sekarang dia sibuk ngurus warung makan, manajer grup musik dan jualan sayur online. Luar biasa padat jadwalnya dari pagi sampai malam. Produktivitas adalah pegangannya. Maka, kalau melihat anak muda seperti kami malas bekerja dan mengeluh capek, rasanya dia ingin menjotos kami satu persatu.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android