Tampilkan postingan dengan label suyatna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suyatna. Tampilkan semua postingan
kita semakin apatis dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang berkuasa saat ini. perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa kita menciptakan sendiri. membangun desa, salah satu usaha yang paling relevan saat ini. saya percaya, novel ini bisa jadi api pemicu anak muda untuk yakin bahwa kekuatan desa bisa jadi gerakan perubahan. wajib baca!
- rekomendasiku terhadap novel 'Pemuda Republik', karya Suyatna Pamungkas, teman baikku.
---- Sent using a Sony Ericsson mobile phone
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
17 November 2011
Labels:
2011,
anak,
bayur,
muda,
novel,
pemuda republik,
rekomendasi,
suyatna,
suyatna pamungkas
0
kata-kata
tentang menulis, bersama suyatna
Dalam bekerja menulis; ketika mendapat project, ada 3 yang diperhati: (1) link (2) belajar--ilmu (3) honor. satu saja terpenuhi, itu bagus. mengerjakan project bersama armantono aku mendapat 2 paing tidak : ilmu dan link; honor ada, sedikit, ukuranku. link, jelas! kini aku dapat kawan dari IKJ. ilmu? iya. aku mendapat free visiting class di semua kelas armantono di IKJ; kerna selain menulis ia dosen pula. itu, kawan. tidak melulu orientasi fokus kita:uang! ilmu lebih mahal ke? (*logat melayu:)
06:22
suyatna
aku akan belajar ke ahmad tohari, sangat disayangkan kalo ilmunya tidak diwariskan.
06:27
hilmy
aku tertegun. di negeri jiran -- kata guruku armantono -- tiap minggu terbit novel setebal yang kami kerjakan. bayangkan, setiap minggu! dan mereka tidak kehabisan 'stok' penulis. apa pasal? disana masya allah, penulis dijunjung tinggi; dihormati; bahkan apa? mereka --beberapa memenuhi syarat-- digaji!! mereka riset ke berbagai belah dunia; dibiayai negara; semua terfasilitasi; asal pulang bawa novel! ya ituh, boi.
06:44
suyatna
aku pengen jadi travel writer boi!
07:30
hilmy
tolong bikinkan konsep kerjasama kita membangun banyumas; disela-sela kesibukan kawan semua
07:33
suyatna
06:22
suyatna
aku akan belajar ke ahmad tohari, sangat disayangkan kalo ilmunya tidak diwariskan.
06:27
hilmy
aku tertegun. di negeri jiran -- kata guruku armantono -- tiap minggu terbit novel setebal yang kami kerjakan. bayangkan, setiap minggu! dan mereka tidak kehabisan 'stok' penulis. apa pasal? disana masya allah, penulis dijunjung tinggi; dihormati; bahkan apa? mereka --beberapa memenuhi syarat-- digaji!! mereka riset ke berbagai belah dunia; dibiayai negara; semua terfasilitasi; asal pulang bawa novel! ya ituh, boi.
06:44
suyatna
aku pengen jadi travel writer boi!
07:30
hilmy
tolong bikinkan konsep kerjasama kita membangun banyumas; disela-sela kesibukan kawan semua
07:33
suyatna
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
12 Maret 2011
Labels:
me,
mimpi,
pemikiran,
suyatna,
travel writer
2
kata-kata
Langganan:
Postingan (Atom)
