Tampilkan postingan dengan label alfabet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alfabet. Tampilkan semua postingan

E untuk Esemka


aku cuma berharap. mobil ini kelak bisa diproduksi di Indonesia. sehingga tidak perlu kita beli Toyota, Honda, Proton, Bajaj, KIA, Nissan, Ford, BMW dan lain-lain. kita punya produk kita sendiri. kita punya mobil kita sendiri. inilah berdikari. inilah cara kita mengembargo diri kita dengan dunia, menciptakan pasar sendiri, bukan di kuasai asing.


C untuk Cak Nun


Santri tanpa sarung; haji tanpa peci; kiai tanpa sorban; dai tanpa mimbar; mursyid tanpa tarekat; sarjana tanpa wisuda; guru tanpa sekolahan; aktivis tanpa LSM; pendemo tanpa spanduk; politisi tanpa partai; wakil rakyat tanpa dewan; pemberontak tanpa senjata; ksatria tanpa kuda; saudara tanpa hubungan darah…

B untuk Blackberry


Blackberry

pin BB-mu berapa hil?
14HILL14

sudah terlalu banyak orang yang menanyakan hal ini kepadaku. sampai bosan aku menjawabnya. handphone biasa saja. sony ericsson yang tutup baterai-nya hilang. dan bb itu bukan cita-citaku.

aku kagum sekali dengan bb. benda sekecil ini bisa dibilang meningkatkan kepercayaan diri manusia. benda semungil ini adalah tanda sebuah eksistensi diri. benda seimut ini adalah simbol pengejawantahan diri.

tentu bukan untuk semua orang, tapi aku pernah menjumpai orang yang demikian. tanpa bb dia tak bisa hidup. ah, bagi saya sempit sekali dunia.

bolehlah punya bb. mungkin bagi mereka bb itu kehidupan sosialnya. teman ada di bbm. kekasih ada di facebook. selingkuhan ada di twitter. tapi, bukankah interaksi dengan orang lain secara tatap muka itu justru lebih menyenangkan?

aku sering pula melihat orang sedang di cafe lebih sibuk dengan bb-nya daripada teman yang ada dihadapannya. pun melihat orang di keramaian lebih menikmati memijit-mijit tuts bb daripada menikmati keadaan sekelilingnya.

bb, terkadang justru membuat kita tidak peka dengan apa yang ada disekitar kita. dunia kita menjadi ada di layar 2,5 inchi. dengan bb, kita mungkin bisa meraba yang ada dijauh sana, tapi tidak bisa melihat apa yang ada disekeliling kita.

ya, meski tidak semua.

jadi, berapa pin bb-mu hill?



A untuk Ambigu


ada hal yang aku rasa perlu dipertegas lagi, tentang kejelasan, tentang kebenaran, tentang kenyatan, tentang semua hal yang menyangkut pada sebuah kesejatian. kita terlalu membiarkan keabsurdan ini menjadi hal yang lumrah. kita selalu memandang abu-abu menjadi warna yang terang. kita merasa pertengahan itu sebagai hal yang tidak perlu di perdebatkan lagi. sudah final. tak usah diutak-atik.

ambigu itu abu-abu. ambigu itu absurd. semu, maya. semua masih perlu kita gali, agar menjadi bahan yang lebih enak untuk ditelan. semua masih perlu kita cari kejelasannya, agar bisa mengambil kesimpulan lebih tepat dan cermat.

selalu cek ricek pada setiap input yang ada serta membersihkan diri dari peluang kemudahpercayaan.

18 Januari 2012
22:21
selalu tabayyun ya kang.
sembari mendengarkan Tarmijah dan Problemnya - Iwan Fals