Tampilkan postingan dengan label ibu kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu kota. Tampilkan semua postingan

Anti Ibu Kota



Membaca tulisan Mas Ayos di blognya bisa kusimpulkan, ibukota itu bukan kota favorit untuk ditinggali. Walau begitu, aku juga pernah 2 bulan tinggal disana. Dan benar-benar bisa hidup. Setidaknya karena aku dulu begitu penasaran dengan kota besar.

Ibukota itu kejam. Itu sebabnya banyak yang bilang, ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. Individualistic, orang-orang tanpa senyum, ketidakpedulian, urusan sendiri-sendiri, macet lalu lintas, asap polusi, penuh sesak, keruwetan kota, sampah dimana-mana, angka kriminalitas tinggi, lalu apalagi yang diharapkan?

Kadang, aku tak habis pikir, bagaimana mereka bisa bertahan dalam hidup mereka, menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk perjalanan ke kantor. Meski aku tidak mengecilkan mereka, toh mereka ikhlas menjalaninya. Tapi hidup didaerahpun tak kalah asyeek.

Saat ini aku masih kuliah. Setidaknya aku masih bisa memilih, hendak kemana aku akan hidup. Masih ada pilihan, dan masih bisa memilih. Dan aku tidak akan memilih ibukota.

Lebih baik mungkin aku hidup dipedalaman sumatera, kalimantan atau papua. Rasanya lebih damai saja. Kalaupun ke ibukota, ya cukup plesiran wae. Hehe.

Jakarta sudah habis,
Musim kemarau api,
Musim penghujan banjir.

Lagu IV (Jakarta) - Iwan Fals
nb: gambar dari sini

15 Maret 2011
10:14
Keroncong Kemayoran - Keroncong in Lounge
Setidaknya pernah ke Jakarta.