aku dan sepeda

“I thought of that while riding my bike.”
ALBERT EINSTEIN
On the theory of relativity

itu ucapan Om Albert. orang yang kata orang ditakdirkan menjadi orang terjenius didunia. aku ikut mengamini kata-katanya. memang benar. kesukaanku bersepeda sudah timbul sejak aku masih bayi. sejak menikmati sepeda roda tiga di tempat mbah. karena memang aku tak pernah punya sepeda macam ini. aku lupa bagaimana berlatih dan sejak kapan mulai bisa bersepeda roda dua. tau-tau, sudah tk aku bisa naik roda dua. menikmati alam pedesaaan kroya dengan sepeda. menikmati pagi setelah shubuh bersama saudara seumuran. alangkah senangnya.

sewaktu awal-awal masuk sekolah dasar, aku begitu bersemangat naik sepeda. sepeda apapun aku naiki (tentu saja asal sadelnya sampe). apalagi karena memang aku tinggal di daerah yang datar dan sepi. ah, tambah mantab dramatisasinya. namun kecelakaan juga pernah menimpaliku. saking bersemangatnya sepeda, kadang hati-hati menjadi faktor kedua yang diperhatikan setelah jalan. mata kiriku hampir kena stang. 2 cm saja meleset, aku hampir buta seumur hidupku. alhamdulillah, hanya luka kecil, meski penyembuhannya lama.

kelas dua SD aku pindah rumah. rumahku di daerah yang tidak datar. bergelombang dan banyak tikungan. namun ternyata tak menyurutkan langkah anak-anak disini untuk tetap bersepeda. aku masih ingat teman-teman sepermainanku dulu. dan sampai sekarangpun masih akrab, meski sudah punya kesibukan masing-masing. aku masih ingat bagaimana miko menggunakan sepeda federal (istilah MTB jaman dulu), berwarna hijau dan cukup tangguh. masih ingat pula aku akan anto, yang punya BMX torpedo, yang cukup mengerem dengan cara mengayuh kearah belakang. masih ingat pula ade, yang dia punya sepeda federal yang benar-benar bermerk federal. dan aku sendiri, sepeda BMX, peninggalan omku, yang benar-benar bermerk BMX. so oldies...

semasa smp aku semakin menggilai sepeda. kali ini sudah bukan smk pertanian saja sasaran sepedaku. tapi sudah hingga goa maria, banyumas, papringan, banyumas, bahkan ke purwokerto. masih ingat aku dulu, sebegitu gilanya hingga pergi berenang ke purwokerto dengan menaiki sepeda, yang jaraknya hampir pulang pergi 25 KM. weleh. namun dulu tak terasa lelah, apalagi karena bersepeda bareng teman-teman.

meski SMK aku di purwokerto, dan tak mengendarai sepeda untuk ke sekolah, dan selalu pulang sore dari sekolah, bukan berarti aku vakum dari sepeda. galih, teman baikku dari cilacap, dia selalu menaiki sepeda untuk pergi ke skolah. rumahnya sekitar 5 km dari sekolah. cukup jauh dan cukup menderita untuk ukuran anak skolah jaman dulu. sepeda galih pula yang menjadi sarana perjalananku mengelilingi purwokerto. alun-alun gor, unsoed, dan tempat-tempat ramai lainnya tak pernah luput dari kunjungan-kunjunganku dengan sepeda. jika orang lain suka menggunakan angkot untuk pergi kelain tempat, berbeda dengan aku. aku cukup naik sepeda. alasannya? uang tentu saja. sepeda murah, bahkan cenderung gratis. selain harus mengisi tenaga dengan porsi lebih banyak dari biasanya.

masa kuliah aku lama tak bersepeda. galih pergi kesemarang, dan sepedanya hilang ketika di kosan teman. sepeda BMW masa kecilku sudah terlupakan marah, dan dia marah dengan cara meng-karatkan diri. dan sekarang, aku tak punya sepeda. namun bukan berarti pula aku mandeg bersepeda. bapak membeli sepeda tua, hummber merknya. dan aku sudah mencoba bersepeda dari gentasari kroya hingga kerumahku, kalibagor. mencoba ke terminal purwokerto, berkeliling ke notog, dan ketempat-tempat aneh lainnya. aku juga naik sepeda dari petanahan ke suwuk ketika aku berlibur di rumah iwan. juga pernah aku berkeliling jogja hingga kotagede bersama nadia dan teman-temannya.

sekarang?
aku tak punya sepeda, dan sedang merindukan sepeda lipat. untuk apa? agar aku semakin suka berolahraga dan bisa berkeliling kemanapun dengan murah. mungkin belum bisa kucapai dalam waktu dekat ini. karena ada beberapa agenda keuangan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. namun, tidak tertutup kemungkinan, bagi teman-teman yang mau menyumbangkan, aku begitu terharu menerimanya. merknya Element Aero 20". klik info di sini.

2 kata-kata:

A.F.Ismianti mengatakan...

masih ingat sepeda jenis federal buluk yg kupakai pas sekolah dulu?sepeda kesayanganku yg buluk minta ampun itu dicuri orang.iironisnya baru ketauan dicuri setelah hilang beberapa hari

Hilmy Nugraha mengatakan...

@mbak afi : ingat ingat! weleh, lagi fokus organisasi ya?