2 hal yang membuat aku betah di kampus

aku memang bosan dengan kuliah dikampus yang penuh dengan hitungan kalkulator scientific. bosan dengan praktikum kuliah yang mengikat namun tak produktif. malas dengan pertemuan-pertemuan formal dikelas. riweuh dengan urusan-urusan prosedural kampus yang menyulitkan mahasiswanya. apalagi untuk mahasiswa bengal macam aku. sudah puluhan kali kasus aneh melanda, dan tentu itu yang pertama di kampusku.

namun, dibalik kebosanan, kemalasan, ketidaksukaanku pada kampus, ada dua hal yang membuatku mampu berlama-lama dikampus. menikmatinya dan merindukannya (yang terakhir ini jika aku sudah lama tak ekampus, berminggu-minggu lamanya, haha).

yang pertama, aku suka perpustakaan. perpustakaan kampus teknik tentu saja berjubel buku teknik didalamnya. mulai dari buku diktat ms word terbitan kampus hingga buku-buku tebal bahasa inggris dari luar negeri. namun jangan salah, diantara ratusan buku itu (belum ribuan, hehe), akatel ternyata punya beberapa bukua yang sangat cocok denganku. ada buku beternak lobster yang aku pinjam 3 kali berturut-turut, dan ternyata hanya aku yang pinjam selama 4 tahun ini. ada buku-buku sosial mdari resist book, ada buku sejarah yang terbagus dari ahmad mansyur suryanegara (api sejarah), ada buku-buku agama, biografi cak nun, buku pengembangan diri, novel-novel baru dan tak lupa, majalah intisari. ini adalah hal yang mengasyeekan dikampus. aku biasa pinjam 2 buku sekaligus. mungkin habit ini sudah lama kulakukan. sejak smk ku bertemu dengan seseorang yang mengajarkanku untuk makin rajin membaca novel di perpus. di kehidupan kuliah di kampus teknik yang beberapa buku di perpusnya berisi tentang sosial, membuatku semakin menggilai buku. aku sudah azzam, sebelum lulus, kelak kuhabiskan semua buku disini. sesudah luluspun aku masih ingin jadi anggota disini. semoga pak wahyu menetapkan kebijakan yang bijak untuk alumni. ah, mungkin ini hikmahnya aku lulus telat. semoga. (atau ini pembelaan???)

yang kedua, silaturahmi dengan orang-orang. meski aku tak suka dengan urusan-urusan kampus yang ribet, kelas-kelas kuliah yang membosankan, penantian lama akan dosen, namun aku menikmati perjumpaan-perjumpaan dengan orag-orang dikampus. baik dosen, bagian akademik, penjaga perpus, satpam, cleaning service maupun mahasiswa. aku suka ngobrol dengan dosen, dengan orang yang mengetahui tentang ilmu teknik ini. aku suka berdiskusi dengan pak roso, librarian yang paling ramah sedunia. sharing tentang pengalaman apapun. aku suka sharing dengan mas wanto, cleaning sercive yang sederhana dan tak pernah mengeluh apapun pekerjaannya. dan yang tak pernah kulihat dia sedih. aku suka ngobrol dengan satpam, orang yang menjaga kampus ini hingga keadaan aman dan tentaram. aku suka ngobrol dengan mas santo, laboran yang baik hati, tegas dan suka ngobrol juga. aku uska ngobrol dengan mbak asih, bagian keuangan yang cerewet namun baik hati. dan aku suka menikmati perjempuaanku dengan teman-teman satu angkatan, maupun adek-adek kelasku. karena aku sudha tak punya kakak kelas, haha. aku boleh saja tak dapat ilmu dikelas, tapi akan kuserap ilmu-ilmu kehidupan dari mereka satu persatu. aku menikmati obrolan-obrolan kecil kami meski hanya sekedar menanyakan kabar. benar kata ustadz, silaturahmi itu pintu keberkahan. insya Allah.

yup, itu dia hal yang membuatku betah dikampus. setidaknya hingga 4 tahun ini. mungkin karena ini pulalah aku tak lulus-lulus. hahaha. sebuah dalih yang nyaris sempurna.

3 kata-kata:

A.F.Ismianti mengatakan...

Pernah diundang Pak Wahyu untuk main ke perpus akatel, tapi belum sempet.

cosmophotoblog mengatakan...

wah, asiknya perpusnya lengkap, ada novel dan intisari pula, betah dong.. di aku mah, cuma yang berhubungan sama kuliah aja :(

Hilmy Nugraha mengatakan...

@ afi : maen lah, akan kau temui perpus kecil, lucu nan imut, dan ada aku dipojokan. hehe

@cosmophotoblog : di kedokteran ya? weh.. pusing dunk?