Dengan puisi,aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti.
Dengan puisi,aku bercinta
Berbatas cakcrawala.
Dengan puisi,aku mengenang
Keabadian yang akan datang.
Dengan puisi,aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris.
Dengan puisi,aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk.
Dengan puisi,aku berdoa
Perkenankanlah kiranya
(Taufiq Ismail, 1965)
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
D untuk 'Dengan Puisi, Aku'
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
25 Februari 2012
Labels:
1965,
2012,
aku,
dengan puisi,
taufiq ismail
0
kata-kata
Langganan:
Postingan (Atom)