#15 : Pernikahan Kata

Seketika juga aku menulis. Kata-kata itu mengalir saja dari jariku, hingga aku tak kuasa untuk membendungnya. Dari jari lalu menghilir ke arah tuts keyboard laptopku. Muncullah di layar LCD.

Aku tidak menganyam kata. Kata itu sendirilah yang membelah diri, menciptakan dirinya sendiri, hingga bersatu dengan yang lain, menjadi kalimat.

Makna itu datang kemudian. Sendiri pula. Keterkaitan antara kata menjadikan kalimat itu indah. Pada waktunya. Tulisan indah. Bermakna.

Jadi, kadang aku sendiri tak tahu apa yang terjadi. Mereka terus saja berlari-lari kecil di layarku. Membentuk barisan satu-persatu. Dibatasi spasi, koma bahkan titik.

Menciptakan tarian-tarian makna. Sebegitu indah. Ya, aku menyaksikan pernikahan antar kata. Menyulam arti. Merajut niat.

13 Mei 2011
18:41
Sejatinya, kata itu siapa?

3 kata-kata:

Kantong Plastik mengatakan...

kalau benar sudah menyaksikannya, pernikahan antar kata. kenapa tidak dibagi saja? ;p

yuanita handoko mengatakan...

pernikahan kata? mau kondangan kesana gak? hehe..

Hilmy Nugraha mengatakan...

@melyn, menjadi buku?

@nita, hehe, kasih kado.