ayo semangta,
bukan itu yang dicari,
tapi tunjukkan kreasimu..
dahsyat luar biasa!
tiba tiba
tiba- tiba,
aku malas ber-fesbuk,
malas berbicara lagi,
menunjukkan eksistensi,
berkomunitas disini.
aku malas ber-fesbuk,
malas berbicara lagi,
menunjukkan eksistensi,
berkomunitas disini.
masalah di Sekolah
ISAAC NEWTON dituduh anak bodoh oleh gurunya karena suka melamun dan tidak konsentrasi.
THOMAS A. EDISON senang belajar dan suka bertanya, tapi malah dikeluarkan dari sekolah.
ALBERT EINSTEIN senang belajar tapi sering bolos karena menganggap sekolah justru menghambat kesenangannya membaca dan main biola. Ia sempat keluar dari sekolah menengah di Munich karena gurunya galak dan melarangnya banyak bertanya.
BILL GATES (pendiri Microsoft) drop-out dari Harvard, salahsatu sekolah terbaik di dunia.
LEONARDO DA VINCI senang belajar. Ia tidak pernah bersekolah.
Apakah sekolah justru terlalu formal, kaku, terlalu sistematik sehingga akhirnya justru malah menghabisi kesenangan belajar seseorang?
THOMAS A. EDISON senang belajar dan suka bertanya, tapi malah dikeluarkan dari sekolah.
ALBERT EINSTEIN senang belajar tapi sering bolos karena menganggap sekolah justru menghambat kesenangannya membaca dan main biola. Ia sempat keluar dari sekolah menengah di Munich karena gurunya galak dan melarangnya banyak bertanya.
BILL GATES (pendiri Microsoft) drop-out dari Harvard, salahsatu sekolah terbaik di dunia.
LEONARDO DA VINCI senang belajar. Ia tidak pernah bersekolah.
Apakah sekolah justru terlalu formal, kaku, terlalu sistematik sehingga akhirnya justru malah menghabisi kesenangan belajar seseorang?
The Power Of Positive
Sbelum bakal saya kisahin ilustrasi dari buku Setengah Isi Setengah Kosong karya Parlindungan Marpaung.
Seorang staf muda bagian promosi produk pakaian dalam pria diminta pimpinannya utuk melakukan survei pasar di lokasi suku pedalaman. Hal itu dilakukan untuk melihat kemungkinan ekspansi pasar disana. Hari pertama berada di lokasi membuatnya frustasi karena melihat hampir semua pria suku pedalaman ini tidak menggunakan pakaian, apalagi pakaian dalam. ‘tidak mungkin melakukan ekspansi ke tempat ini!” katanya mantap, lalu iapun pergi pulang ke kantor pusatnya.
Si Pimpinan tidak percaya dan mengirim staf muda lainnya untuk mencari pendapat kedua. Begitu tiba di lokasi, si staf muda yang kedua ini langsung terpenrangah menyaksikan ada banyak pria suku pedalaman yang tidak menggunkan pakaian dalam. “Ini kesempatan emas, justru melalui ekspansi pasar membuat mereka semakin beradab!” sergahnya dengan penuh optimis. Iapun segera menghubungi kantor pusatnya, menginformasikan bahwa ada ladang baru yang harus di garap.
Ilustrasi di atas bisa kita jadiin contoh buwat berpikir posisitf. Tapi sebelumnya, apa sih berpikir positif itu?
“Berpikir positif adalah mencari hal-hal positif dari sesuatu yang kita alami setiap hari”
Kita bakalan dapet banyak manfaat kalo kita bisa berpikir positif. Antara lain, hidup kita jadi produktif, karena ga ada keluh kesah dalam ngejalanin hidup. Hidup kita bakal bahagia, karena tetep bersyukur. Kita jadi kreatif dalam beraktifitas, karena selalu dapet pelajaran dalam setiap peristiwa.
“Kalau kita puya keyakinan yang kuat bahwa kita pasti berhasil, kita akan termotivasi untuk melakukan tindakan, sedang orang yang tidak yakin berhasi sering kali sudah menyerah sebelum bertindak atau bahkan tidak bertindak sama sekali”
Kalimat tersebut ada di bukunya Om Tung Desem Waringin yang judulnya Financial Revolution. Keyakinan di atas sama aja dengan kita berpikir positif. Berpikir positif yang bakal mempengaruhi setiap tindakan kita. Bener kata AA Gym, setiap teko pasti ngeluarin apa yang ada di dalamnya, sama kayak kita semakin kita punya pikiran positif tentunya kita bakal melakukan hal-hal yang positif, hal-hal yang bermanfaat buwat diri n orang lain.
Berlaku juga hukum input output disini. Input = positif, maka output = positif. Apa yang kita inputin juga pengaruh bakal jadi output kita. Sering kita masukin pikiran-pikiran ini dengan positif maka mental yang terbentuk adalah mental positif, mental pemenang, mental sukses.
Jjika kita mau survive dalam hidup, kita harus menghadapi dan memenangkan perang mental yang ada dalam diri kita sendiri, yaitu perang antara kekayaan mental dengan kemiskinan mental”
Lawan semua energi negatif kita. Lawan pake mental positif. Kalahin malas pake disiplin, lawan bohong pake jujur, lawan berpikir pendek pake visioner, lawan egois pake kerjasama, lawan tak acuh pake peduli, lawan semua energi negatif pake energi positif. Kuncinya semua ada di pikiran kita. Kalo udah positif tentunya bakal gampang buwat berlaku positif.
Kalo dalam pikiran kita ada kata-kata “ oh kayaknya gak bisa neh”, “kayaknya aku emang gak pinter neh”,”wah, aku males bgt neh”. Lawan semua pake kata-kata kalo perlu teriakan, “AKU BISA!!”,”AKU BISA PINTER KALO MAU BELAJAR”,”KALO MAU SUKSES KUDU DISIPLIN”.
Jadi orang positif, arahkan pikiranmu jadi pikiran positif, bentuk jadi mental positif, lalu mengaplikasikannya dengan tindakan positif. Pasti kita bakal jadi manusia positif yang berguna!
So, apa aja sih ciri-ciri orang positif :
1. Selalu liat masalah sebagai tantangan
Ilangin kata-kata “masalahnya….”, ganti pake kata-kata ”tantangannya…”, kita bakalan optimis bisa nyeleseinnya, karena manusia cenderung negrasa berani kalo dikasih tantangan.
2. Nikmatin hidup
Pemikiran positif bakal bikin hidup itu terasa nikmat. bakal nerima keadaannya dengan besar hati, meski gak berarti dia gak berusaha buwat ngecapai hidup yang terbaik.
3. Pikiran terbuka buwat nerima saran n kritik
Karena dengan gini, bakal ada hal-hal baru yang bakal bikin segala sesuatu jadi lebih oke. Inget, semua yang masuk ke dalam diri kita pasti ada manfaatnya, meski itu caci maki sekalipun! Inget, pasti ada manfaatnya!
4. Ilangin pikiran negatif
Bakal banyak masalah kalo kita tetep memelihara pikiran negatif. For example, kalo kamu ngerasa males n ga bisa dalam melakukan sesuatu, kamu bakal bener-bener males n gak bisa ngelakuin hal tersebut, padahal kamu tu fit n mampu. Inget lagi, kata-kata itu pengaruhnya nyata sekali dalam pikiran kita, n pikiran itu ngaruhnya ke tindakan! Jadi, ati-ati kalo ngomong, jangan sering pake kalimat-kalimat negatif.
5. Menyukai apa yang dimilki
Gak bakal sedih dengan apa yang gak kita punyai, selalu inget nikmat yang udah Tuhan berikan buwat kita.
6. Gak sah dengerin gosip yang gak jelas
Udah pasti, gosip itu temen baeknya pikiran negatif. So, gak perlu banget dengerin kabar-kabar yang gak jelas asal muasalnya, Cuma bikin capek pikiran, n bikin prasangka macem-macem.
7. Gak bikin alasan, langsung aksi!
Gak ada istilah NATO (No Action Talk Only) buwat orang positif. Banyak cincong gak ada kerjanya cuma bikin repot orang lain. Bikin orang lain pengen ngejitakin kita. He 14x... so, lets Action!
8. Pake bahasa positif
Neh penting neh, selalu pake kalimat-kalimat yang nadanya positif, nada optimis, nada semangat, kayak “AKU BISA!!”, “MASALAH INI BAKAL SELESAI”, “PASTI ADA HIKMAHNYA”, “AKU PASTI SUKSES” masih banyak yang laen…
9. Pake bahasa tubuh yang positif
Selalu pake bahasa tubuh yang positif, wajah yang selalu ceria, lengkap pake senyum di bibir, langkah tubuh yang tegap, n gerakan tangan yang ekspresif. Kalo bicara pake intonasi yang bersahabat, antusias, n “hidup”.
10. Bersyukur
Tetep ingat nikmat-nikmat dari-Nya... keep spiritualis bro!
Kata AA Gym :
“Salah sau ciri orang sukses yaitu orang yang berhasil mengembangkan potensi positifnya sehingga hidupnya kian hari kian manfaat bagi sesama juga bagi mahluk lainnya”
Nah udah jelas banget kan beda orang positif n orang negatif. Walau keduanya punya kesamaan, sama-sama nyebarin virusnya masing-masing. Orang positif bakal mikiran n ngelakuin hal-hal yang bermanfaat buwat dirinya n buwat orang lain. Orang negatif itu gak ada gunanya malah bakal bikin rugi orang lain. Tinggal kita mau jadi penyebar virus positif ataw virus negtaif.
Balik lagi, saya ambil kata2 dari teman baik saya,
“life is choice, hidup adalah pilihan”
Tinggal kita pilih, mau jadi apa kita? Orang positif or orang negatif?
Salam semangat!
Hilmy Febrian Nugraha
Seorang staf muda bagian promosi produk pakaian dalam pria diminta pimpinannya utuk melakukan survei pasar di lokasi suku pedalaman. Hal itu dilakukan untuk melihat kemungkinan ekspansi pasar disana. Hari pertama berada di lokasi membuatnya frustasi karena melihat hampir semua pria suku pedalaman ini tidak menggunakan pakaian, apalagi pakaian dalam. ‘tidak mungkin melakukan ekspansi ke tempat ini!” katanya mantap, lalu iapun pergi pulang ke kantor pusatnya.
Si Pimpinan tidak percaya dan mengirim staf muda lainnya untuk mencari pendapat kedua. Begitu tiba di lokasi, si staf muda yang kedua ini langsung terpenrangah menyaksikan ada banyak pria suku pedalaman yang tidak menggunkan pakaian dalam. “Ini kesempatan emas, justru melalui ekspansi pasar membuat mereka semakin beradab!” sergahnya dengan penuh optimis. Iapun segera menghubungi kantor pusatnya, menginformasikan bahwa ada ladang baru yang harus di garap.
Ilustrasi di atas bisa kita jadiin contoh buwat berpikir posisitf. Tapi sebelumnya, apa sih berpikir positif itu?
“Berpikir positif adalah mencari hal-hal positif dari sesuatu yang kita alami setiap hari”
Kita bakalan dapet banyak manfaat kalo kita bisa berpikir positif. Antara lain, hidup kita jadi produktif, karena ga ada keluh kesah dalam ngejalanin hidup. Hidup kita bakal bahagia, karena tetep bersyukur. Kita jadi kreatif dalam beraktifitas, karena selalu dapet pelajaran dalam setiap peristiwa.
“Kalau kita puya keyakinan yang kuat bahwa kita pasti berhasil, kita akan termotivasi untuk melakukan tindakan, sedang orang yang tidak yakin berhasi sering kali sudah menyerah sebelum bertindak atau bahkan tidak bertindak sama sekali”
Kalimat tersebut ada di bukunya Om Tung Desem Waringin yang judulnya Financial Revolution. Keyakinan di atas sama aja dengan kita berpikir positif. Berpikir positif yang bakal mempengaruhi setiap tindakan kita. Bener kata AA Gym, setiap teko pasti ngeluarin apa yang ada di dalamnya, sama kayak kita semakin kita punya pikiran positif tentunya kita bakal melakukan hal-hal yang positif, hal-hal yang bermanfaat buwat diri n orang lain.
Berlaku juga hukum input output disini. Input = positif, maka output = positif. Apa yang kita inputin juga pengaruh bakal jadi output kita. Sering kita masukin pikiran-pikiran ini dengan positif maka mental yang terbentuk adalah mental positif, mental pemenang, mental sukses.
Jjika kita mau survive dalam hidup, kita harus menghadapi dan memenangkan perang mental yang ada dalam diri kita sendiri, yaitu perang antara kekayaan mental dengan kemiskinan mental”
Lawan semua energi negatif kita. Lawan pake mental positif. Kalahin malas pake disiplin, lawan bohong pake jujur, lawan berpikir pendek pake visioner, lawan egois pake kerjasama, lawan tak acuh pake peduli, lawan semua energi negatif pake energi positif. Kuncinya semua ada di pikiran kita. Kalo udah positif tentunya bakal gampang buwat berlaku positif.
Kalo dalam pikiran kita ada kata-kata “ oh kayaknya gak bisa neh”, “kayaknya aku emang gak pinter neh”,”wah, aku males bgt neh”. Lawan semua pake kata-kata kalo perlu teriakan, “AKU BISA!!”,”AKU BISA PINTER KALO MAU BELAJAR”,”KALO MAU SUKSES KUDU DISIPLIN”.
Jadi orang positif, arahkan pikiranmu jadi pikiran positif, bentuk jadi mental positif, lalu mengaplikasikannya dengan tindakan positif. Pasti kita bakal jadi manusia positif yang berguna!
So, apa aja sih ciri-ciri orang positif :
1. Selalu liat masalah sebagai tantangan
Ilangin kata-kata “masalahnya….”, ganti pake kata-kata ”tantangannya…”, kita bakalan optimis bisa nyeleseinnya, karena manusia cenderung negrasa berani kalo dikasih tantangan.
2. Nikmatin hidup
Pemikiran positif bakal bikin hidup itu terasa nikmat. bakal nerima keadaannya dengan besar hati, meski gak berarti dia gak berusaha buwat ngecapai hidup yang terbaik.
3. Pikiran terbuka buwat nerima saran n kritik
Karena dengan gini, bakal ada hal-hal baru yang bakal bikin segala sesuatu jadi lebih oke. Inget, semua yang masuk ke dalam diri kita pasti ada manfaatnya, meski itu caci maki sekalipun! Inget, pasti ada manfaatnya!
4. Ilangin pikiran negatif
Bakal banyak masalah kalo kita tetep memelihara pikiran negatif. For example, kalo kamu ngerasa males n ga bisa dalam melakukan sesuatu, kamu bakal bener-bener males n gak bisa ngelakuin hal tersebut, padahal kamu tu fit n mampu. Inget lagi, kata-kata itu pengaruhnya nyata sekali dalam pikiran kita, n pikiran itu ngaruhnya ke tindakan! Jadi, ati-ati kalo ngomong, jangan sering pake kalimat-kalimat negatif.
5. Menyukai apa yang dimilki
Gak bakal sedih dengan apa yang gak kita punyai, selalu inget nikmat yang udah Tuhan berikan buwat kita.
6. Gak sah dengerin gosip yang gak jelas
Udah pasti, gosip itu temen baeknya pikiran negatif. So, gak perlu banget dengerin kabar-kabar yang gak jelas asal muasalnya, Cuma bikin capek pikiran, n bikin prasangka macem-macem.
7. Gak bikin alasan, langsung aksi!
Gak ada istilah NATO (No Action Talk Only) buwat orang positif. Banyak cincong gak ada kerjanya cuma bikin repot orang lain. Bikin orang lain pengen ngejitakin kita. He 14x... so, lets Action!
8. Pake bahasa positif
Neh penting neh, selalu pake kalimat-kalimat yang nadanya positif, nada optimis, nada semangat, kayak “AKU BISA!!”, “MASALAH INI BAKAL SELESAI”, “PASTI ADA HIKMAHNYA”, “AKU PASTI SUKSES” masih banyak yang laen…
9. Pake bahasa tubuh yang positif
Selalu pake bahasa tubuh yang positif, wajah yang selalu ceria, lengkap pake senyum di bibir, langkah tubuh yang tegap, n gerakan tangan yang ekspresif. Kalo bicara pake intonasi yang bersahabat, antusias, n “hidup”.
10. Bersyukur
Tetep ingat nikmat-nikmat dari-Nya... keep spiritualis bro!
Kata AA Gym :
“Salah sau ciri orang sukses yaitu orang yang berhasil mengembangkan potensi positifnya sehingga hidupnya kian hari kian manfaat bagi sesama juga bagi mahluk lainnya”
Nah udah jelas banget kan beda orang positif n orang negatif. Walau keduanya punya kesamaan, sama-sama nyebarin virusnya masing-masing. Orang positif bakal mikiran n ngelakuin hal-hal yang bermanfaat buwat dirinya n buwat orang lain. Orang negatif itu gak ada gunanya malah bakal bikin rugi orang lain. Tinggal kita mau jadi penyebar virus positif ataw virus negtaif.
Balik lagi, saya ambil kata2 dari teman baik saya,
“life is choice, hidup adalah pilihan”
Tinggal kita pilih, mau jadi apa kita? Orang positif or orang negatif?
Salam semangat!
Hilmy Febrian Nugraha
The Power of Knowledge
The power of knowledge
“Barang siapa menginginkan dunia maka wajiblah baginya dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat maka wajiblah juga baginya dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan dunia dan akhirat maka wajiblah baginya dengan ilmu.”
Sabda Nabiyullah ini menandakan bahwa kita kudu berilmu buwat dapetin dunia, akhirat or keduanya. Pas kita jadi dokter kita pun butuh yang namanya ilmu, belajar palig ngga 10 tahun supaya bisa jadi dokter. Gak cuma dokter hampir disetiap bidang kerjaan pasti butuh ilmu. Sampe jadi kuli batu pun gak cuma tenaga yang dipake tapi ada ilmunya juga lho. Misalnya kayak gimana komposisi semen, pasir, kapur ma aernya biar adonan buwat bikin jadi lebih kuat n tahan lama. Bikin roti ja pake ilmu, kalo gak mau rotinya bantat or gosong. Itu yang dunia, kehidupan akhiratpun sama kayak dunia. Luw pengen masuk surga juga pake ilmu. Lho kok? Gamna caranya to? Ya kalo pengen masuk surga kan kita kudu berbuat baik dengan sesama, beribadah yang baik, apa itu juga gak pake ilmu? Gimana kita bisa baik dengan orang lain kalo menghargai or menghormati orang lain ja kita gak tau ilmunya? Gimana kita mau beribagah kalo kita gak punya ilmunya. Ini merupakan indikasi bahwa ilmu itu penting buwat diri kita. Ya mbok?
Eh di Quran juga ada ayat yang ngejelasin pentingnya berilmu :
“… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS 58:11
Ayat ini ngisyaratin bahwa selain iman, ilmu pengetahuan juga punya fungsi yang gak kalah pentingnya dalam nentuin derajat seseorang. Lho kok? Gimana engga? Orang punya ilmu tu ibarat gula mengundang semut. Dia jalan bakal bawa berkah keman-mana. Baik buwat dirinya maupun buwat lingkungannya. Orang laenpun bakal memuliakannya, coz pengen dapet manfaat darinya.
So, kalo kita sadar ilmu itu penting, apa yang harus kita lakuin biar dapet ilmu? Belajar. Ya iya lah…. Itu pasti! Belajar, cuma itu kunci biar kita bisa dapet ilmu. Ngutip dari buku kerennya Eko Laksono yang judulnya Imperium III :
Bangsa-bangsa terbesar dan para tokoh besar belajar lebih cepat, lebih banyak dan tidak membuang banyak waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang Islam di kekhalifahan Abbasiyah dan Andalusia belajar dengan semangat tinggi seperti halnya mereka akan segera melihat surga dihadapan mereka. Ini adalah hasil dari ajaran Nabi Muhammad Saw. tentang keutamaan menimba ilmu bagi keunggulan dunia dan kahirat. Orang-orang Eropa pada saat renaisans, berusaha saling mengalahkan satu sama lain dalam menimba ilmu. Bangsa Jepang pada masa Restorasi Meiji belajar dengan cepat seakan-akan kehidupan mereka terancam setiap hari. Dan, memang seperti itu keadaannya, tidak hanya bagi Jepang, tetapi bagi semua bangsa yang telambat dalam belajar. Bangsa Jepang memahami betul bahwa kunci keunggulan dan bahkan kebahagiaan adalah terus belajar dan terus berusaha untuk memahami segala sesuatu sampai mencapai kesempurnaan. Sebaliknya, mereka juga paham betul bahwa jika mereka tidak segera belajar dengan cepat, mereka akan makin jauh tertinggal dari bangsa-bangsa yang lebih maju.
Semua tokoh hebat juga memiliki semangat yang unggul dalam belajar. Harun Al- Rasyid dan Al-Ma’mun mengirimkan orang-orangnya untuk menimba ilmu di negara-negara lain. Mereka juga mendatangkan orang-orang pintar dari mana-mana untuk datang ke istana mereka. Penyerapan ilmu dilakukan dengan intens. Al-Ma’mun bahkan membayar buku-buku terbaik dengan emas. Mereka belajar lebih cepat, lebih banyak, dengan semangat dan visi yang lebih hebat dari pada orang-orang biasa. Mereka juga telah mendapat pendidikan yang baik sejak kecil.
Leonardo Da Vinci, Isaac Newton atau Einstein telah mengagumi akan semesta sejak kecil, juga berkat bantuan bantuan orang terdekatnya. Leonardo membedah mayat untuk mendapatkan ilmu yang sempurna tentang anatomi manusia. Ini akhirnya jug terlihat dalam karya-karya lukisannya yang agung. Einsten sampai membolos sekolah untuk belajar dan mebaca lebih banyak karena di sekolahnya ia merasa tidak bebas belajar.
Bill Gates mempelajari komputer sejak kecil dan terus memperdalam ilmunya dengan intens, sementara teman-temannya lebih sibuk hura-hura dan pacaran. Akio Morita sudah sejak dini belajar tentang bisnis dan elektronika dari ayahnya, sama halnya Andrew Carnegie atau John D. Rockefeller. Keunggulan mereka dalam belajar, baik dari segi strategi bisnis maupun teknis produknya, juga menghasilkan kecepatan yang unggul dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan yang terbaru.
Ilmu itu mahal, saking mahalnya dulu jamannya Khalifah Harun Al Rasyid di negeri saudi sana, buku terbaikpun di tukar dengan emas sesuai dengan berat buku itu. Waduh, hebat bgt ya!
Lalu darimana kita dapat belajar semua ilmu itu?
Sebenernya gak cuma disekolah kita bisa dapet ilmu. Toh, banyakan ilmu diluar sekolah. Gak percaya? Kita bisa belajar dari internet, kita belajar apa aja di internet. Dari yang buwat kebaikan ampe buwat kejahatan. Dari neraka ampe surga. Kata orang: jangan tanya apa yang ada di internet, tapi tanya apa yang ga ada di internet. Itu gambaran saking luasnya ilmu di internet. Saking banyaknya. Gak cuma dari internet dari bukupun bisa. Baca buku yang banyak. Emang gak semua buku kita sukai, bahkan ada buku yang menurut kita tuh jelek. Tapi yakinlah, bahwa disetiap buku pasti ada satu ilmu, satu hikmah, satu pelajaran, satu pengetahuan yang bisa kita dapatkan. Satu hal tersebut, barangkali, mengandung manfaat besar yang gak kita sadari saat ini.
Jadi setiap buku pasti ada manfaatnya!
Ngebiasakan diri baca buku berarti ngebiasakan diri berguru pada sumber-sumber ilmu yang dahsyat. Membaca buku berarti berdialog langsung dengan pikiran para guru atau para master dari berbagai zaman. Kandungan dan kekayaan ilmu bisa kita serap dengan begitu mudahnya. Jadi membaca adalah aktivitas pengembangan diri. Bayangkan aja, kalo kita bisa maksain diri buwat baca minimal satu buku dalam seminggu. Maka satu bulan udah terbaca empat buku, dan setahun 52 buku. Jika konsisten membaca, maka dalam lima tahun kita udah membaca 260 buku. Jika buku-buku yang kita baca itu topiknya menyangkut bidang yang kita geluti, maka dalam lima tahun kita pasti udah ahli dalam bidang tersebut.
Hebatnya!
Selain buku, kita juga bisa beljara dari yang lain. Ngutip kata-katanya mas Bayu Gawtama (penulis di eramuslim.com)
“Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”
Ini benar adanya. Ketika kita belajar, setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru, dan setiap peristiwa adalah pelajaran. Kita belajar dimana aja kita berada. Misalnya kita di terminal, banyak ilmu disitu. Anggap itu sekolah, diamana setiap orang yang kamu temui di terminal adalah guru, guru yang mengajarkan ilmu bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, ilmu tentang pantang menyerah dengan keadaan, ilmu tentang tanggung jawab terhadap diri dan keluaraganya, ilmu tentang mencari nafkah dengan harta yang halal. Gak cuma di terminal kayak di pasar juga, belajar tentang bagaimana berdagang yang baik, belajar ilmu melayani orang dengan baik, belajar memberikan yang terbaikuntuk orang lain. bukankah ini yang namanya ilmu? Belajar dari setiap orang dan setiap peristiwa. Ambil istilah dari bang Andreas Harefa yaitu belajarlah di Sekolah Kehidupan Indonesia. Ya kayak tadi itu, belajar dari kehidupan yang lagi kita jalani.
Belajar adalah tugas seumur hidup. Karenanya salah kalo kita dah lulus dari skul maupun kuliah trus gak pernah belajar lagi. Karena ilmu itu dipake buwat menghadapi perubahan yang terjadi. Kita bakal ngalamin perubahan hidup dari setiap detik yang kita lalui. Usia kita bertambah, jatah hidup tambah, kebutuhan tambah banyak. tentu aja kita butuh ilmu. Gimana mungkin kita bisa menghadapi perubahan tanpa ilmu? Dengan kata lain, satu-satunya pilihan untuk sukses adalah mengadakan perubahan diri terus-menerus dan kuncinya adalah belajar tiada henti.
Dan kata orang bijak :
“ sebaik2 ilmu bukanlah seberpaa banyak buku yang sudah kita baca, bukanlah seberapa banyak omongan yang kita diskusikan, bukanlah sebrapa panjang gelar yang ada pada nama kita. Karena sebaik2 ilmu adalah ilmu yang diamalkan”
Ya, bener banget! Percuma banget kita dapet ilmu banyak dari sekolah, buku, internet, maupun kehidupan tapi gak diamalin dalam kehidupan sehari-hari kita. Apa hasilnya kalo kita punya ilmu bikin roti, tapi kita gak pernah bikin roti? Ya roti itu gak akan pernah jadi. Roti itu cuma ada dipikiran kita aja. Sama kayak kita kalo punya ilmu ikhlas, tapi gak pernah bisa berbuat ikhlas dalam setiap langkah perbuatan kita, ya kita gak pernah bisa dapetin pahalanya ikhlas, keutamaan orang ikhlas. Kita punya ilmu gak pernah amalin ilmu kita, maka kita gak bakal dapetin keutamaan orang berilmu, gak bakalan dapetin pahalanya orang berilmu, n gak bakal dapet derajat yang di janjiin ma Allah.
So, amalin tuh ilmu kamu!
Gimana caranya? La kok pake nanya.. ya yang jelas kamu lakuin ja ilmu itu, sebisa mungkin berguna bagi diri sendiri dulu, kemudian berguna untuk orang lain. Ini yang disebut dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang kita sebarin melalui tindakan kita. Atawa kita sengaja memberi tau ilmu ini kepada orang lain. Bukankah ilmu yang bermanfaat itu gak putus amalnya kalo kita udah mati? Itu investasi terbesar dalam hidup kita. Investasi kita ampe kita mati. Bahkan ampe kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Wah keren ya! It’s the power of knowledge!
“Barang siapa menginginkan dunia maka wajiblah baginya dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat maka wajiblah juga baginya dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan dunia dan akhirat maka wajiblah baginya dengan ilmu.”
Sabda Nabiyullah ini menandakan bahwa kita kudu berilmu buwat dapetin dunia, akhirat or keduanya. Pas kita jadi dokter kita pun butuh yang namanya ilmu, belajar palig ngga 10 tahun supaya bisa jadi dokter. Gak cuma dokter hampir disetiap bidang kerjaan pasti butuh ilmu. Sampe jadi kuli batu pun gak cuma tenaga yang dipake tapi ada ilmunya juga lho. Misalnya kayak gimana komposisi semen, pasir, kapur ma aernya biar adonan buwat bikin jadi lebih kuat n tahan lama. Bikin roti ja pake ilmu, kalo gak mau rotinya bantat or gosong. Itu yang dunia, kehidupan akhiratpun sama kayak dunia. Luw pengen masuk surga juga pake ilmu. Lho kok? Gamna caranya to? Ya kalo pengen masuk surga kan kita kudu berbuat baik dengan sesama, beribadah yang baik, apa itu juga gak pake ilmu? Gimana kita bisa baik dengan orang lain kalo menghargai or menghormati orang lain ja kita gak tau ilmunya? Gimana kita mau beribagah kalo kita gak punya ilmunya. Ini merupakan indikasi bahwa ilmu itu penting buwat diri kita. Ya mbok?
Eh di Quran juga ada ayat yang ngejelasin pentingnya berilmu :
“… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS 58:11
Ayat ini ngisyaratin bahwa selain iman, ilmu pengetahuan juga punya fungsi yang gak kalah pentingnya dalam nentuin derajat seseorang. Lho kok? Gimana engga? Orang punya ilmu tu ibarat gula mengundang semut. Dia jalan bakal bawa berkah keman-mana. Baik buwat dirinya maupun buwat lingkungannya. Orang laenpun bakal memuliakannya, coz pengen dapet manfaat darinya.
So, kalo kita sadar ilmu itu penting, apa yang harus kita lakuin biar dapet ilmu? Belajar. Ya iya lah…. Itu pasti! Belajar, cuma itu kunci biar kita bisa dapet ilmu. Ngutip dari buku kerennya Eko Laksono yang judulnya Imperium III :
Bangsa-bangsa terbesar dan para tokoh besar belajar lebih cepat, lebih banyak dan tidak membuang banyak waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang Islam di kekhalifahan Abbasiyah dan Andalusia belajar dengan semangat tinggi seperti halnya mereka akan segera melihat surga dihadapan mereka. Ini adalah hasil dari ajaran Nabi Muhammad Saw. tentang keutamaan menimba ilmu bagi keunggulan dunia dan kahirat. Orang-orang Eropa pada saat renaisans, berusaha saling mengalahkan satu sama lain dalam menimba ilmu. Bangsa Jepang pada masa Restorasi Meiji belajar dengan cepat seakan-akan kehidupan mereka terancam setiap hari. Dan, memang seperti itu keadaannya, tidak hanya bagi Jepang, tetapi bagi semua bangsa yang telambat dalam belajar. Bangsa Jepang memahami betul bahwa kunci keunggulan dan bahkan kebahagiaan adalah terus belajar dan terus berusaha untuk memahami segala sesuatu sampai mencapai kesempurnaan. Sebaliknya, mereka juga paham betul bahwa jika mereka tidak segera belajar dengan cepat, mereka akan makin jauh tertinggal dari bangsa-bangsa yang lebih maju.
Semua tokoh hebat juga memiliki semangat yang unggul dalam belajar. Harun Al- Rasyid dan Al-Ma’mun mengirimkan orang-orangnya untuk menimba ilmu di negara-negara lain. Mereka juga mendatangkan orang-orang pintar dari mana-mana untuk datang ke istana mereka. Penyerapan ilmu dilakukan dengan intens. Al-Ma’mun bahkan membayar buku-buku terbaik dengan emas. Mereka belajar lebih cepat, lebih banyak, dengan semangat dan visi yang lebih hebat dari pada orang-orang biasa. Mereka juga telah mendapat pendidikan yang baik sejak kecil.
Leonardo Da Vinci, Isaac Newton atau Einstein telah mengagumi akan semesta sejak kecil, juga berkat bantuan bantuan orang terdekatnya. Leonardo membedah mayat untuk mendapatkan ilmu yang sempurna tentang anatomi manusia. Ini akhirnya jug terlihat dalam karya-karya lukisannya yang agung. Einsten sampai membolos sekolah untuk belajar dan mebaca lebih banyak karena di sekolahnya ia merasa tidak bebas belajar.
Bill Gates mempelajari komputer sejak kecil dan terus memperdalam ilmunya dengan intens, sementara teman-temannya lebih sibuk hura-hura dan pacaran. Akio Morita sudah sejak dini belajar tentang bisnis dan elektronika dari ayahnya, sama halnya Andrew Carnegie atau John D. Rockefeller. Keunggulan mereka dalam belajar, baik dari segi strategi bisnis maupun teknis produknya, juga menghasilkan kecepatan yang unggul dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan yang terbaru.
Ilmu itu mahal, saking mahalnya dulu jamannya Khalifah Harun Al Rasyid di negeri saudi sana, buku terbaikpun di tukar dengan emas sesuai dengan berat buku itu. Waduh, hebat bgt ya!
Lalu darimana kita dapat belajar semua ilmu itu?
Sebenernya gak cuma disekolah kita bisa dapet ilmu. Toh, banyakan ilmu diluar sekolah. Gak percaya? Kita bisa belajar dari internet, kita belajar apa aja di internet. Dari yang buwat kebaikan ampe buwat kejahatan. Dari neraka ampe surga. Kata orang: jangan tanya apa yang ada di internet, tapi tanya apa yang ga ada di internet. Itu gambaran saking luasnya ilmu di internet. Saking banyaknya. Gak cuma dari internet dari bukupun bisa. Baca buku yang banyak. Emang gak semua buku kita sukai, bahkan ada buku yang menurut kita tuh jelek. Tapi yakinlah, bahwa disetiap buku pasti ada satu ilmu, satu hikmah, satu pelajaran, satu pengetahuan yang bisa kita dapatkan. Satu hal tersebut, barangkali, mengandung manfaat besar yang gak kita sadari saat ini.
Jadi setiap buku pasti ada manfaatnya!
Ngebiasakan diri baca buku berarti ngebiasakan diri berguru pada sumber-sumber ilmu yang dahsyat. Membaca buku berarti berdialog langsung dengan pikiran para guru atau para master dari berbagai zaman. Kandungan dan kekayaan ilmu bisa kita serap dengan begitu mudahnya. Jadi membaca adalah aktivitas pengembangan diri. Bayangkan aja, kalo kita bisa maksain diri buwat baca minimal satu buku dalam seminggu. Maka satu bulan udah terbaca empat buku, dan setahun 52 buku. Jika konsisten membaca, maka dalam lima tahun kita udah membaca 260 buku. Jika buku-buku yang kita baca itu topiknya menyangkut bidang yang kita geluti, maka dalam lima tahun kita pasti udah ahli dalam bidang tersebut.
Hebatnya!
Selain buku, kita juga bisa beljara dari yang lain. Ngutip kata-katanya mas Bayu Gawtama (penulis di eramuslim.com)
“Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”
Ini benar adanya. Ketika kita belajar, setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru, dan setiap peristiwa adalah pelajaran. Kita belajar dimana aja kita berada. Misalnya kita di terminal, banyak ilmu disitu. Anggap itu sekolah, diamana setiap orang yang kamu temui di terminal adalah guru, guru yang mengajarkan ilmu bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, ilmu tentang pantang menyerah dengan keadaan, ilmu tentang tanggung jawab terhadap diri dan keluaraganya, ilmu tentang mencari nafkah dengan harta yang halal. Gak cuma di terminal kayak di pasar juga, belajar tentang bagaimana berdagang yang baik, belajar ilmu melayani orang dengan baik, belajar memberikan yang terbaikuntuk orang lain. bukankah ini yang namanya ilmu? Belajar dari setiap orang dan setiap peristiwa. Ambil istilah dari bang Andreas Harefa yaitu belajarlah di Sekolah Kehidupan Indonesia. Ya kayak tadi itu, belajar dari kehidupan yang lagi kita jalani.
Belajar adalah tugas seumur hidup. Karenanya salah kalo kita dah lulus dari skul maupun kuliah trus gak pernah belajar lagi. Karena ilmu itu dipake buwat menghadapi perubahan yang terjadi. Kita bakal ngalamin perubahan hidup dari setiap detik yang kita lalui. Usia kita bertambah, jatah hidup tambah, kebutuhan tambah banyak. tentu aja kita butuh ilmu. Gimana mungkin kita bisa menghadapi perubahan tanpa ilmu? Dengan kata lain, satu-satunya pilihan untuk sukses adalah mengadakan perubahan diri terus-menerus dan kuncinya adalah belajar tiada henti.
Dan kata orang bijak :
“ sebaik2 ilmu bukanlah seberpaa banyak buku yang sudah kita baca, bukanlah seberapa banyak omongan yang kita diskusikan, bukanlah sebrapa panjang gelar yang ada pada nama kita. Karena sebaik2 ilmu adalah ilmu yang diamalkan”
Ya, bener banget! Percuma banget kita dapet ilmu banyak dari sekolah, buku, internet, maupun kehidupan tapi gak diamalin dalam kehidupan sehari-hari kita. Apa hasilnya kalo kita punya ilmu bikin roti, tapi kita gak pernah bikin roti? Ya roti itu gak akan pernah jadi. Roti itu cuma ada dipikiran kita aja. Sama kayak kita kalo punya ilmu ikhlas, tapi gak pernah bisa berbuat ikhlas dalam setiap langkah perbuatan kita, ya kita gak pernah bisa dapetin pahalanya ikhlas, keutamaan orang ikhlas. Kita punya ilmu gak pernah amalin ilmu kita, maka kita gak bakal dapetin keutamaan orang berilmu, gak bakalan dapetin pahalanya orang berilmu, n gak bakal dapet derajat yang di janjiin ma Allah.
So, amalin tuh ilmu kamu!
Gimana caranya? La kok pake nanya.. ya yang jelas kamu lakuin ja ilmu itu, sebisa mungkin berguna bagi diri sendiri dulu, kemudian berguna untuk orang lain. Ini yang disebut dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang kita sebarin melalui tindakan kita. Atawa kita sengaja memberi tau ilmu ini kepada orang lain. Bukankah ilmu yang bermanfaat itu gak putus amalnya kalo kita udah mati? Itu investasi terbesar dalam hidup kita. Investasi kita ampe kita mati. Bahkan ampe kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Wah keren ya! It’s the power of knowledge!
tentang Azzam KCB
Bagi Azzam, Hidup merupakan kerja keras, tumpahan keringat, perjuangan hidup, dan perjalanan bakti kepada keluarga. Walau tertinggal dalam hal kuliah di Kairo, namun hal tersebut telah mengukir perjuangan hidup mahasiswa Al Azhar University Kairo asal Indonesia itu. Azzam, pemuda berusia 28 tahun yang amat Islami, dengan gigih ia menempatkan tingkah lakunya sesuai dengan pedoman ajaran agama Islam. Ia tak mengenal kata lelah untuk terus menjalankan ibadah. Dalam dirinya memang mengalir figur pekerja keras. Selain itu, Azzam merupakan sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan. Pengalaman dan keteguhan sikap merupakan faktor yang membuatnya dituakan oleh beberapa mahasiswa yang tinggal dalam satu flat bersamanya. Ketepatan dan kecepatannya dalam membaca keadaan dan membuat keputusan membuatnya ia menjadi orang yang terpercaya. Taat pada amanah, jujur, bersahaja, merupakan kelebihan lain yang juga dimiliki oleh tokoh ini.
JW Marriot part 2
ya, hari ini JW Marriot kuningan meledak lagi. Setelah tragedi terakhir di tahun 2003 juga meledakkan hotel terfavorit WNA di Indonesia. Entah apa motif dibalik bom ini, semua belum tahu. Hanya ada media yang sudah menerka-nerka apa dibalik semua ini. Namun semua belum diklarifikasi resmi oleh pihak yang berwenang.
Yang bikin tambah jengkel, adalah pernyataan SBY di konferensi persny sebagai presiden tadi siang, dia justru memelas diri, dengan menunjukkan beberapa foto yang bergambar latihan militer teroris dengan sasaran tembak foto SBY. Entah apa pula maksut dibalik SBY ini. Tapi menjadi tambah panas suasana saja. Sontak pihak JK dan Megapun meradang. Karena tersinggung dengan pernyataan SBY. Ya, kalo tak percaya liat saja pernyataan SBY di televisi-televisi, yang sekarang sedang berkali-kali diputar.
Hufh, mungkin sebaiknya benar dengan pernyataan salah seorang peneliti LIPI tadi malam di TVOne. Bukan saja siapa yang melakukan pemboman ini. Tapi juga perhatikan korban-korban yang ada. Melihat kejadian ini juga dari perspektif korban.
Semoga Indonesia lekas membaik.
berita buruk pula : MU tak jadi datang di Indonesia, EOnya rugi 30 M. Dahsyat..
dari Elis
"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Roda perjuangan ini akan terus berputar DENGAN atau TANPA KITA. Pilihan di tanganmu. Now or Never just because Allah swt."
( Dedicated to GEMA 165 and FOSMA 165 )
perpindahan
Iya, hidup ini merupaan perpindahan dari satu mimpi ke mimpi yang lain. Saat ini aku percaya sungguh. Dari berjuta kejadian itulah yang sesungguhnya sangat berarti dalam hidup. Menciptakan mimpi dan menemukannya disetiap kehidupan.
DVD RW
Pantas saja beberapa kali saya burning CD maupun DVD tak pernah berhasil. Ternyata rusak. Ya, benar, buatan manusia tak ada yang sempurna. Bahkan untuk produk Apple sekalipun. Yang notabene tercipta dengan kelebihan yang lebih banyak daripada kekurangannya. DVD RW saya tak berfungsi maksimum. Untuk baca bisa, tapi untuk mem-burning tak bisa. Untung saja itu bukan fungsi yang digunakan setiap hari seperti sound atupun harddisk. Insya Allah, saya akan bawa ke jogja hari kamis. Bawa ke PuskesMac, Pusat Kesehatan Mac (istilah bikin sendiri, hehe..). Mungkin opname beberapa hari, bukan minggu. Alhamdulillah, walaupun garansi satu tahun saya sudah habis, tapi masih tercover oleh Apple Protection Plan. Yaitu Garansi selama 2 tahun setelah garansi produk. Dan ini resmi. Dijual pula. Saya dapat ini dengan harga murah dibawah rata-rata. Alhamdulillah..
Sesuai dengan pepatah orang jawa, semua pasti ada untungnya...
salah satunya membedakan mimpi bersama dengan mimpi pribadi.
Ini yang sulit boi!
Atau mungkin SDI ini hanya mimpi pribadimu?
Mempunyai LCD Proyektor, Kontrakan, Printer, dan kekayaan bersama..
Bedakanlah...
Harco kemaren

Sesampainya di harco, kita duduk di halte bis harco. Mungkin setengah jam ada. Ngobrol ngalor ngidul, nunggu Danang juga nunggu toko buka. Sesudah bosan, mulai beranjak masuk ke dalam. Benar tebakanku. Belum buka. Padahal udah jam 10 pagi. Dalam hati berkata, pada gak niat jualan apa ya? Setelah itu jalan putar-putar keliling ruko yang belum pada buka. Ya, ratusan ruko disini memang belum pada buka. Sejenak seaktu istirahat di lantai tiga. Duduk lesehan diatas keramik bersih didepan ruko yang masih kosong. berpikir dan berkhayal. Enak mungkin ya tinggal disini kalo malam. Dan tentunya kalo masih terang seperti siang. Biasa naek sepeda keliling Harco, maen airsoftgun, ato mungkin berlarian di sekeliling ruko didalam Harco. Hehe, impian yang aneh.
Sesudah belanja disore harinya, kita tunggu beberapa lama teknisi untuk merakit 8 PC yang kita beli. Hingga pukul 8 malam pekerjaan itu baru selesei. Hingga tak enak kepada para teknisi tersebut.
Yang lucu, kita datang di Harco dari toko-toko belum buka, hingga tutup. Dan kita ada disitu.
Hehe..
Harco, milyaran uang berputar setiap harinya disitu...
Ceker Neysa

Tiba-tiba saja ibu jadi suka membeli ceker ayam untuk lauk dirumah. Waduh. Ternyata iya, ada yang suka ceker di keluarga ini. Neysa. Pendatang baru terfavorit di keluarga kecil kami. Hampir tiap hari ada ceker dirumah. Bukan karena tak mampu beli daging, tapi mungkin karena dulu neysa di awal dibiasain maem ceker. Jadinya sampe umur seginipun masih suka. Kalo gak ma ceker suka gak doyan maem Neysa tuh. Cekei, cekei, dia teriak begitu. Lucu juga.
Mungkin pula ada pepatah jawa yang mengatakan, Kalo orang suka makan ceker, nanti dia pinter cari duitnya, karena ceker itu berfungsi untuk cari makan oleh ayam. Hehe, syukurlah. Ada hikmah dibalik semuanya. Semoga pula besarnya Neysa nanti pinter cari duit.
Langganan:
Postingan (Atom)