#9 : Meta, Guru TK di Hutan

Meski tubuhnya tambun, tidak menghalangi dirinya untuk selalu lincah dihadapan anak-anak. Meski mungkin sedang bersedih hatinya, harus bisa ia transformasikan dalam muka yang ceria kalau sudah didepan anak-anak. Siapa lagi kalau bukan Meta, teman saya yang satu ini tidak pernah tidak hobi menyanyi.

Usaha yang luar biasa sejak kuliah, sudah mengajar anak berkebutuhan khusus di salah satu lembaga inklusif di Purwokerto. Salutnya tuh disini. Disaat teman-teman lain gemar jalan-jalan, kuliah gak genah, pacaran sana sini, hiburan belanja, eh dia malah 'bergelut' dengan pekerjaannya menangani anak autis.

Dan sekarang, salah satu buahnya, dia sudah dipercaya jadi Kepala Sekolah TK Alam Baturraden. Prestasi luar biasa bagi saya, mengingat umurnya masih sangat muda.

Kerja keras, peduli teman peduli anak-anak, mudah bergaul, mau belajar mungkin salah satu kunci yang saya perhatikan selama ini. Persahabatan kami sudah lebih dari 6 tahun, dan tetap tidak ada masalah apapun.

Fuh, semoga lekas Met. Lekas diperjodohkan. Wong hurung je!


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#8 : Amin, Pasukan Saba Kuburan

Dan saya baru paham beberapa waktu terakhir, melalui film Interstellar. Sungguh, itu film luar biasa kode dari Tuhan tentang komunikasi beda dimensi. Itu si tafsir saya.

Dan Amin, teman saya sudah mempraktekkan ilmu ini lama sekali, bertahun-tahun yang lalu. Bahwa kita mudah berkomunikasi dengan sesorang yang ada disana, di dimensi diatas kita.

Amin, pelaku torikoh ziarah, melakukan rutin setiap malam jumat. Biar saja orang mengatakannya bidah, khurafat, takhayul, tapi bagi Amin, ini usahanya selama ini.

"Kalau ngomong sama yang hidup sudah mentok, ya sudah, ngomong sama wali yang udah ninggal aja", kata Amin tempo hari.

Sekarang, Amin jualan daun. Baginya ini berkah tersendiri. Dari sini dia bisa mengajak beberapa kawannya bergabung. Dalam komunitas kami, dia paling stabil ekonominya.

Bisa jadi dari tirakatnya itu. Meski saya tahu, kerja kerasnya seimbang dan dalam doanya tak pernah sekalipun berucap tentang dirinya sendiri.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#7 : Rouf, Tarikah Ala Timur

Saya belajar untuk tidak tidur setelah shubuh hingga dhuha itu kepada beliau. Tapi baru mempraktekkan 2 tahun kemudian, setelah mas Agus bercerita detail beberapa minggu yang lalu.

Aliran tarikohnya luar biasa. Mengambil dari India. Berperjalanan beberapa hari hingga berbulan-bulan. Mengembangkan diri dalam nuansa disiplin ketat bergaris torikoh. Mempelajari hidup, berbaur dengan masyarakat sekitar. Memadukan metode semata-mata untuk Tuhannya.

Dan dalam tatanan terkecil kehidupan, yaitu keluargapun ditata sedemikian rupa dengan aturan diri yang sangat disiplin. Membaca kisah, memperluas tafsir, menaati hukum, mencari yang benar, dan tidak menjadi asosial.

Kakak saya ini, tetap rajin bekerja. Dan ini perbedaannya. Dimana dibeberapa aliran torikoh, saya melihat orang menjadi malas bekerja. Dan anggap saja saya salah melihat. Kakak saya jago luar biasa dalam bekerja. Melakukan pekerjaan rumah, tukang, beberes, ngopeni anak, sampai betul-betul rumah. Dan orientasinya satu, syukur atas rahmat nya Allah.

Saya banyak sinau, khususnya bab disiplin dan berbaur secara sosial. Kerja kerasnya. Rasanya menyenangkan hidupnya. Disisi lain, saya tahu hidupnya tidak enak-enak amat.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#6 : Bakhtiar Prihono, Raja Debat

Berdebatlah dengan Pak Hono, dan siap-siaplah kalah. Semua jurus dia keluarkan. Teguh pendirian bisa jadi sikap hidupnya, kalau tidak dibilang sebagai keras kepala. Ratusan celah dia bisa masuki. Sehingga argumen seperti apapun ada alibinya. Dia rajanya.

Tapi yang menarik adalah cara dia mau belajar. Dia siap belajar kepada siapapun bahkan mungkin kepada yang dia kalahkan debatnya. Saat menjadi pengacara unggul, tarifnya luar biasa mahal. Paling mahal se Purbalingga. Tapi kalau sedang membela orang tidak punya, pantang baginya menarik bayaran.

Sekarang dia sibuk ngurus warung makan, manajer grup musik dan jualan sayur online. Luar biasa padat jadwalnya dari pagi sampai malam. Produktivitas adalah pegangannya. Maka, kalau melihat anak muda seperti kami malas bekerja dan mengeluh capek, rasanya dia ingin menjotos kami satu persatu.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#5 : Mutie, Sobat SMK

Kalau ada yang bisa menjalani hidupnya. Saya akan salut 347%. Berat. Dan sangat awesome.

Teman saya ini adalah manusia langka. Jujur dalam berfikir hingga bertindak. Lurus dan tidak punya fikiran jahat.

Anaknya sudah dua. Menikahi wanita luar biasa anak pak carik di desa lereng gunung slamet. Perjalanan hidupnya liku-liku hingga bisa sampai sekarang ini.

Kalau ada lima jempol dalam tubuh saya, sudah pasti saya berikan semua ke dia. Dengan bapak ibunya saya akrab sekali. Sudah dianggap anak sendiri lah.

Saya selalu bisa belajar darinya setiap saya bertemu. Ya, dia salah satu sobat dan guru saya.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#4 : Gandhie, Asisten Wali

Namanya tak pernah muncul di media massa. Fotonya tak pernah tayang di media sosial manapun. Tapi kiprahnya meraja lela disetiap event Maiyah di seluruh Nusantara, bahkan dunia.

Pekerjaannya memastikan Mbah Nun tidak kapiran. Rokok, kopi, makan dan jadwal aktivitas. Selain itu jadi benteng utama kalau ada apa-apa. Benteng kokoh yang susah ditembus.

Kemampuannya mengorganizer adalah nomor satu. Kerja dibelakang panggung jagonya. Media online Maiyah secara resmi dia yang pegang. Online dan oncall 24 jam. Siap merapat kemana ada event Maiyah jika itu memang tugas.

Totalitasmu sungguh.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#3 : Muhaimin, Dari Nderes Sampai Juragan

Pria berkumis tebal ini selalu menebarkan senyum ke siapa saja. Wajahnya ceria, seperti tidak ada beban hidup. Tentu bukan karena tidak perduli akan hidup, bahkan dia harus menghidupi setengah lusin anaknya dari perguruan tinggi sampai masih TK. Belum adik-adik.dan tetangga dekatnya yang ikut sambung hidup dengan usahanya.

Tapi karena falsafah hidupnya yang jelas, rejeki tidak akan pernah tertukar.

Kerja keras siang malam, berhubungan baik dengan semua stake holder, tidak pernah punya musuh, melayani sepenuh hati setiap pelanggannya merupakan usaha lahirnya selama ini. Saya tahu, dari 2009 kami berkenalan hingga saat ini berlipat kejadian peningkatan hidupnya. Bukan omong kosong, tapi memang luar biasa usahanya.

Pak Muhaimin pernah menderes pohon kelapa belasan tahun. Kini sudah jadi juragan gula jawa. Namun hidupnya masih sederhana, senyum dan sapa ke siapa saja, tak pernah punya musuh, dan melayani total kepada pelanggannya.

Contoh yang baik untuk jadi pengusaha, landasan keyakinannya tentang rejeki, bahwa semua ketepatan rejeki tidak akan tertukar.

Ah, Pak Muhaimin saya selalu betah ngopi dirumahmu... Ngobrol ngalor ngidul...Tapi selalu jelas akhirnya...


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#2 : Suparmin, Pak RT Kemana Saja

Namanya Suparmin. Lelaki paruh baya asal Tambak, selatan Banyumas. Sejauh yang saya kenal, belum pernah ada orang yang menjadi Pak RT selama ini. Sejak masih bujang di Tambak, awal nikah, punya anak di Perumahan Kalibogor, sampai punya cucu di Perumahan Puri Kargin.

Totalitasnya diacungi jempol. Seperti hidupnya untuk melayani umat satu RT. Siang malam siap ditemui. Terlebih sekarang sudah jadi pensiunan. Siang ngecek proyek masjid. Sore keliling pos satpam. Malam ikut ronda ambil jimpitan.

Menariknya lagi, karena bertahun-tahun bertahan dan tidak naik jabatan menjadi ketua RW, apalagi Kades. Duduk jabatan bukan yang dia cari. Pengorbanan dan pelayanan prinsipnya.

Dimana-mana, saya tahu kalau jabatan ketua RT adalah jabatan paksaan. Hampir tidak ada yang mau. Sudah tidak ada bayarannya, kalau bekerja banyak diprasangkai, orang tidak ada yang minat, harus siap 24 jam urus rakyat.

Pak Parmin bukan orang biasa. Seperti sudah menemukan tugas hidupnya di dunia ini. Jadi ketua RT dimanapun dia tinggal. Sekarang masih aktif di RT saya. Siang malam ngurus rakyat satu RT.
Totalitas tanpa pamrih.

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

#1 : Sentot, Parkir Pasar Wage

Badannya penuh tato, lengan dan sekujur tubuh. Kalau telanjang dada,
sama seperti batik yang menempel di tubuh. Piercing dimana-mana. Mulut
kiri. Hidung, alis, telinga tidak lupa. Berpekerjaan sebagai tukang
parkir pagi di Pasar Wage.

Tapi siapa sangka, hampir semua orang yang sentuhan dengannya merasa
aman. bakul godong dibantu angkat dagangan. Ibu-ibu penjual salak
senang, Sentot tak pernah minta upah kalau sedang membantu dia
berjualan. Pekerjaannya markir mobil dan motor sangat rapi.
Teriakannya yang stereo, terdengar dari jarak 20 meter lebih.
Sepanjang jalan dia berteriak-teriak memberi aba-aba penuh detil.
Mobil dan motor tertata apik.

Disitu akhirnya semua orang merasa aman dan nyaman. Beberapa bakul tak
sungkan berbagi rokok dengannya. Beberapa pelanggan parkirnya sering
memberinya uang lebih, dari 5000 hingga 50.000, padahal tarif normal
2000 saja.

Nak, kau musti belajar. Tak perlu melihat tato, tak perlu melihat
piercing. Semua orang bisa jadi manusia.


--
Tabik,
Hilmy Nugraha
- bicycling - traveling - literacy -

40 Hari

40 Hari kedepan, rencananya saya mau menulis tentang orang-orang
disekeliling saya yang bisa menjadi inspirasi saya. Sekaligus ini
hadiah berupa panduan, buat adiknya Bumi nanti.

Nak, cuma ini saja.

--
Tabik,
Hilmy Nugraha
- bicycling - traveling - literacy -

Geng Nglek

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

Nasehat

"Untuk istri dan anakku, ingat selalu lagu-Nya atas diri kita. Perih pahit kita alami, semata-mata untuk penguatan diri kita dan keturunan kita selanjutnya. "Direwangi mlaku abot ben anak putune enteng uripe.", begitu kata simbah pula. Ojo sambat!", kata Ayah sok perkasa sembari meneteskan air mata.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

gerlap gelap senyap

Dalam satu waktu, ada banyak sekali kemungkinan yang terjadi.
Mendung campur panas.
Dua elemen yang kontras.
Hasilnya, angin kencang ditambah sedikit air dari langit.


Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

apalah

Berteriak tapi suaraku tercekat
Menangis tapi air mataku tak tumpah
Bergerak tapi badanku terkunci patri
Berlari tapi kakiku terikat
Melawan tapi aku tak berdaya

Duh Gusti, aku pasrah.

Sumbang, 131215
Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android

Ijtihad Perampok

"Sesekali bolehlah kita merampok. Toh untuk makan sehari-hari anak kita.", kata Ayah.
"Tapi agama melarang kita melakukannya Yah.", kata Ibu.
"Sudah tidak ada jalan lain. Kali ini aku berijtihad, boleh merampok asal yang kita rampok adalah perampok juga, tentunya yang jauh lebih kaya. Aku lebih sering dibayang-bayangi tangis lapar anakku daripada dosaku merampok.", ujar Ayah kembali.


Sumbang, 131215

Hilmy Nugraha

@hilmyhilmyx

- sent from my Lenovo Android