Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
#9 : Iklan TV Favorit (saat ini)
Jika ada acara yang paling kutunggu di televisi, maka iklan inilah jawabannya. :D
Mantapp mamaeeen! Kapan-kapan aku pasti kesana, bismillah cak!
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
10 Mei 2011
Labels:
15 menit,
iklan djarum,
indonesia,
me,
perjalanan
3
kata-kata
Para Pendendam Indonesia
“Kalau engkau berbuat baik seribu kali, bersiaplah untuk tidak menunggu satu orang pun melirik seribu kebaikanmu itu satu kali saja pun. Sebaliknya, kalau engkau berbuat buruk satu kali saja, bahkan sekedar diduga, dituduh atau difitnah berbuat buruk satu kali saja, maka persiapkan dirimu untuk mendengarkan seribu orang memperkatakan seribu keburukanmu yang mereka karang-karang sebanyak seribu kali.”
-EAN
-EAN
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
23 April 2011
Labels:
2011,
cak nun,
indonesia,
me,
pendendam,
perenungan,
quote
3
kata-kata
Satu Jam Saja
Earth Hour tahun ini akan berlangsung pada 26 Maret 2011, pukul 20.30 hingga 21.30.
Perayaan Earth Hour merupakan sebuah gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama 1 jam.
Perayaan Earth Hour dilaksanakan setiap hari Sabtu di minggu ketiga pada bulan Maret. Pelaksanaannya dilakukan mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Tahun ini, perayaan Earth Hour jatuh pada tanggal 26 Maret 2011.
Sumber: Kompas.COM
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
25 Maret 2011
Labels:
2011,
earth hour,
indonesia,
matikan lampu,
me
8
kata-kata
Kecanggihan Manusia Dulu
Siapa bilang orang jaman dulu itu orang yang bodoh-bodoh? Dan orang jaman sekarang itu pintar-pintar?
Lihat saja peninggalan-peninggalan jaman udlu yang masih tersisa. Ambil contoh Candi Borobudur. Apa yang kalian lihat? Eksotis? Luar biasa? Bangunan super rumit? Ya, aku sependapat dengan kalian. Borobudur itu luar biasa. Jangan dibayangkan bahwa orang jaman dulu itu membangun Borobudur sama seperti Sangkuriang membuat perahu besar yang penuh dengan dongeng itu. Atau masih percaya dengan dongeng Roro Jonggrang pada Prambanan? Hm...
Aku melihat bahwa Borobudur itu mungkin diciptakan dengan teknologi yang canggih, bahkan mungkin lebih canggih dari jaman sekarang. Lihat saja akurasi dan presisi dalam pembangunan Candi. Bayangkan cara menumpuk ratus ribuan batu hingga menjadi bangunan yang sangat indah itu. Lihat juga arti filosofi yang ada pada setiap inchi batu Borobudur. Luar biasa. Aku bisa membayangkan bahwa jaman dulu orang itu luar biasa cerdas dan canggih. Bisa jadi jaman dulu sudah ada Crane yang bisa mengangkat batu-batu seperti itu.
Kemudian lihatlah Piramida di Mesir, Stonege di Eropa. Bisa kalian bayangkan, bisa jadi mereka tidak menggunakan teknologi manual seperti yang kita bayangkan. Bisa jadi teknologi mereka sangat canggih. Namun takdir Tuhan meniadakan generasi mereka karena sombong. Bisa jadi. Sama seperti Atlantis, dimana jaman sudah sedemikian canggih, tapi karena kesombongannya hancurlah seketika atas kehendak Tuhan.
Ini semakin membuktikan, bisa jadi teknologi jaman dulu tidak kalah canggihnya dengan jaman sekarang. Apa sekarang kita mampu membuat candi Borobudur kembali? Aku rasa memang sudah tidak relevan. Namun bukan berarti manusia berhenti berkarya dan membuktikan kecerdasan serta kecanggihan mereka. Lihat saja, menara Dubai, lihat pula jembatan Suramadu, atau lihat rancangan terowongan di selat Bosporus yang menakjubkan itu. Bisa jadi itu adalah bangunan-bangunan hebat dimasa kini.
Dan, akan dikenang oleh orang-orang dimasa mendatang sebagai peninggalah bersejarah.
Akalku masih terbatas, membayangkan seperti apa kecanggihan teknologi jaman dahulu. Aku masih yakin, bahwa mereka tidak bekerja secara manual, seperti apa yang kita bayangkan selama ini.
Bisa jadi.
070211
22:03
papuaku kini - dewa budjana
warnet, malam ini penuh.
Pemerintah adalah Buruh Rakyat!
"Sebejat-bejatnya buruh adalah buruh yang sombong,
Semulia-mulianya majikan adalah majikan yang sabar."
Aku rasa masih ada banyak upaya untuk memperbaiki pemerintah yang super bobrok ini. Ya benar, pemerintahnya yang bobrok, bukan Indonesia. Mungkin harus kita pisahkan baik-baik, bahwa pemerintah itu orang-orang yang duduk di kursi kuasa, sedang Indonesia adalah masyarakat jelata macam kita ini.
Pemerintah pada dasarnya dungu bukan main. Membutakan mata hari mereka sendiri. Menutup telinga mereka sendiri. Berpura-pura tak melihat, berpura-pura tak mendengar kami, rakyat jelata. Pemerintah beranggapan bahwa mereka adalah orang atas, sedang kita orang bawah. Mereka tidak merasa bahwa kehidupan mereka sebenarnya ditopang oleh kita. Dalam ilmu ekonomi, inilah yang disebut buruh dan majikan. Siapa yang membayar dan siapa yang dibayar. Pemerintah hidup karena bayaran dari rakyat. Pemerintah bisa beli mobil, rumah, hingga pulau (mungkin) itu karena rakyat yang membelikannya, bukan semata-mata uang mereka. Nah, inilah yang bisa disebut dengan "Pemertintah adalah Buruh Rakyat".
Apalagi memang benar, tugas pemerintah adalah bekerja kepada rakyat, bukan kepada kepentingan mereka sendiri. Rakyat membayari hidup mereka, rakyat menjamin kehidupan mereka, tapi seolah-olah mereka buta, tuli dan tidak merasa, bahwa karena rakyatlah mereka bisa hidup.
Mereka beranggapan rakyat itu orang kecil, orang tertindas, orang bodoh, atau orang yang tidak tahu apa-apa. Sedang mereka orang pintar, orang yang tahu segala hal, orang yang berkuasa dan orang yang menguasai.
Buruh seharusnya bekerja dengan profesional kepada majikannya. Buruh seharusnya hormat kepada majikannya. Jika kewajiban terlaksana, pasti hak akan tercukupi. Apalagi majikannya begitu sayang kepada buruh, sehingga buruh suka mencuripun masih diampuni baik-baik oleh majikannya. Apakah ini bukan kasih sayang namanya?
Pemerintah tidak sadar, atau mungkin pura-pura tidak sadar?
080211
08:02
sudahlah - padi
memahami sedikit, tentang makna.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
Labels:
buruh,
indonesia,
me,
opini,
pemerintah,
pemikiran,
rakyat
0
kata-kata
hari #17 : tentang indonesia

#tentang indonesia
apalagi yang harus kukatakan tentang indonesia?
tanah kaya yang subur, penuh dengan minyak, emas dan jutaan sumber daya yang lain. negeri ini dulunya atlantis. negeri ini pernah berjaya menaklukan negeri-negeri seberang. negeri ini sejatinya tak pernah miskin kecuali dalam angka statistik. negeri ini sejatinya tak pernah kelaparan parah. negeri ini luar biasa.
mau berkeliling ke seluruh indonesiapun seumur hidupmupun takkan mampu. jutaan tempat indah ada di indonesia. setiap meternya merupakan mahakarya maestro terhebat di alam raya, Dia.
semua kekayaan di dunia ada di indonesia. tak terbantahkan. ribuan budaya ada di indonesia. semua terjaga hingga bikin iri tetangga. ribuan bahasa ada disini, namun rakyat kita rukun saling bersaudara.
kita punya laut, kita punya gunung, kita punya danau, kita punya daratan, kita punya hutan, kita punya padang, kita punya semuanya.
orang kita hebat-hebat. berperan besar di ratusan perusahaan penting di amerika. bersekolah di havard, oxford, mit hingga sorbonne. insiyur kita dipakai di jepang, korea dan amerika latin. anak-anak mudanya juara kompetisi bergengsi level internasional.
kurang apa lagi negeri ini?
1 februari 2011
09:00
kampus kemarau - white shoes n the couples company
retro pop, oh indahnya.
ditulis oleh
Hilmy Nugraha
2 Februari 2011
Labels:
2011,
indonesia,
me,
pemikiran,
ulang tahun
0
kata-kata
membangun bangsa
harus di awali dengan membangun diri, disiplin diri… bisa bangun pagi, menata rencana, melaksanakannya dengan seksama, bekerja unutuk akhirat…
berkembang maju, menyelesaikan tantangan…
sadar dan peduli pada sesama..
perubahan pasti terjadi dan harus oleh kami!
berkembang maju, menyelesaikan tantangan…
sadar dan peduli pada sesama..
perubahan pasti terjadi dan harus oleh kami!
semua dipergilirkan
Sebuah Bangsa—saya diberitahu tentang sebuah negeri di dunia, yang panjang garis pantainya terpanjang di dunia menyamai panjangnya keliling bumi. Negeri itu punya kebudayaan beraneka ribu ragam, tarian daerah, lagu daerah, rumah adat, bahasa daerah yang jumlahnya tidak tertandingi oleh negeri manapun di dunia. Negeri itu punya hutan dan sumber daya alam yang jauhnya berlipat lebih dari sekedar ganda dibandingkan negara termaju Jepang dan sang adidaya Amerika. Negeri itu memiliki tempat wisata yang begitu banyak tak terbandingkan dengan negara manapun. Negeri itu memiliki koleksi cerita sejarah yang begitu kaya, syarat dengan kejayaan kerajaan-kerajaan, menggeloranya perjuangan-perjuangan pembaharuan. Negeri itu mempunyai tradisi yang santun, ramah dan amat bersahabat. Yang jelas negeri itu amat kaya, entah negeri mana yang menandingi kekayaannya kelihatannya tidak tahu. Saking kayanya, negeri itu tak bisa terlukiskan dengan ciri tertentu. Ketika kita melihat kuil, kita langsung tahu itu cina, ketika kita lihat istana bertiang tinggi, kita langsung tahu itu roma, ketika kita melihat kimono, kita tahu kalau itu Jepang, ketika kita lihat jubah, kita tahu itu arab. Negeri manakah itu? Adakah yang membantah kalau negeri itu bernama INDONESIA? Betul bukan, tak ada ciri yang bisa mewakili negeri itu. Kalau yang kita jadikan ciri itu pure, kita masih punya joglo, rumah gadhang, honai. Kalau yang dijadikan ciri itu rencong, kita masih punya clurit, keris. Kalau yang dijadikan ciri itu suku dan kebudayaan jawa, kita masih punya minang, tana toraja, dayak dan masih ribuan lagi lainnya. Mungkin inilah yang menjadi alasan kenapa kita tidak membuat istana merdeka baru, karena kita tidak tahu arsitektur seperti apa yang dapat mewakili kekayaan negeri ini. Sekarang saya percaya kalau negeri yang amat kaya itu adalah negeri kita sendiri. Yang saya tidak percaya adalah kenapa negeri sekaya Indonesia bisa jadi seperti ini? Saya lebih percaya kalau ini hanyalah cobaan, ini adalah sebuah titik balik, yang hanya berlangsung tidak lama dan tidak akan lama lagi. Beberapa tahun atau beberapa puluh tahun lagi, negeri ini akan cemerlang dengan jatidirinya yang amat kayaraya ini. Pertanyaan tertuju ke dalam diri kita masing-masing. hanya sedikit yang tahu, yang percaya, yang yakin kalau negeri ini kaya dan akan gemilang dengan kekayaannya. Kita yang tahu, yakin dan percaya kalau saat itu akan tiba tidak lama lagi, apakah kita akan ikut ambil bagian dalam perjuangan menuju kegemilangan itu atau kita akan bertahan dengan rutinitas dan kebiasaan kita seperti orang-orang kebanyakan? Indonesia pernah gemilang, Sriwijaya, Majapahit, Samudera Pasai buktinya. Indonesia pernah jadi buruan dunia, penjelajahan samudera memburu rempah-rempah, disinilah pusat pencarian mereka. Tak ada bantahan sedikitpun Indonesia akan kembali gemilang. Semua dipergilirkan. Siapa yang pernah membayangkan negeri sekecil singapura bisa sehebat saat ini. Siapa yang pernah membayangkan negeri tanpa penduduk asli bisa menjadi adidaya, Amerika saat ini. Sekarang siapa yang bisa membayangkan negeri sekayaraya Indonesia seperti apa keadaannya ketika semua komponennya bergerak menuju ke kegemilangan. Puluhan, ribuan kali lipat lebih digdaya ketimbang negeri sekecil Jepang yang saat ini begitu majunya
Langganan:
Postingan (Atom)
