buwat apa aku

dibilangin abangnya susah,
dibilangin kakaknya manut,

lalu buwat apa aku?

Peringatan


Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

a beautifull mess


You've got the best of both worlds
You're the kind of girl who can take down a man,
And lift him back up again
You are strong but you're needy,
Humble but you're greedy
And based on your body language,
And shoddy cursive I've been reading
Your style is quite selective,
though your mind is rather reckless
Well I guess it just suggests
that this is just what happiness is

Hey, what a beautiful mess this is
It's like picking up trash in dresses

Well it kind of hurts when the kind of words you write
Kind of turn themselves into knives
And don't mind my nerve you could call it fiction
But I like being submerged in your contradictions dear
'Cause here we are, here we are

Although you were biased I love your advice
Your comebacks they're quick
And probably have to do with your insecurities
There's no shame in being crazy,
Depending on how you take these
Words I'm paraphrasing this relationship we're staging

And what a beautiful mess, yes it is
It's like picking up trash in dresses

Well it kind of hurts when the kind of words you say
Kind of turn themselves into blades
And the kind and courteous is a life I've heard
But it's nice to say that we played in the dirt
Cause here, here we are, Here we are
Here we are
Here we are
Here we are
Here we are
Here we are
Here we are
Here we are

We're still here
What a beautiful mess, this is
It's like taking a guess when the only answer is "Yes"

Through, timeless words and priceless pictures We'll fly like birds not of this earth

And tides they turn and hearts disfigure
But that's no concern when we're wounded together

And we, tore our dresses and stained our shirts
But its nice today. Oh the way it was so worth it.


Jason Mraz

Neysa Ultah

Neysa Ultah hari ini, ultah kedua,
sekarang udah pinter lari-lari,
cunal-cunil, jail, usil, petitilan,
udah pinter maem sendiri,
niruin omnya lagi nyuci motor,
niruin kakungnya nyapu halaman,
niruin bundanya nyeterika,
niruin eyangnya masak-masak,
niruin ayahnya nyiramin taneman,

Neys,
om gak bisa kasih apa-apa,
kecuali doa buwatmu,
doa cepet gede, tetep sehat, jadi kebanggaan keluarga,
jadi penyejuk mata, jadi anak yang sholeha...


amin..


nb : tum selalu buwat neysa..

tadi

Ada Eko Prasetyo hari ini, di gedung Rudhiro jam 15.30. Aku di sms Hani tadi. Tapi aku gak bisa dateng. Ada kelas inggris di SPEC. Niatnya mau kuliah tapi kosong. Padahal udah siap mental kuliah dari jam 2 mpe jam 6 sore. Alhamdulillah...

kurangi

ms, fb, berpikir tak fokus, tidur!

negeri 5 menara


aku sudah baca.
tahnx Put, udah minjemin.
so inspired, thanx mas Fuadi...

lebih banyak dan lebih lagi

lebih banyak membaca,
lebih banyak menulis,
lebih banyak menggambar,
lebih banyak menghafal,
lebih banyak belajar,
lebih banyak mendengar,
lebih banyak mengaji,
elbih banyak bersukud,
lebih banyak mencintai,
lebih banyak berbagi,
lebih banyak membahagiakan,
lebih banyak berbakti,
lebih banyak membantu,
lebih banyak untuk semua hal yang positif...

untuk diri saya, maupun untuk sebanyak-banyak orang lain...

insya Allah...

man jadda wajadda....

Dari Imam Syafii

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

aku melihat air menjadi rusak akrena diam tertahan
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika didalam hutan

dari Om Darwis

"Dua puluh tahun dari sekarang, kita akan lebih menyesal atas hal-hal yang tidak pernah kita lakukan, bukan atas hal-hal yang pernah kita lakukan walaupun itu sebuah kesalahan."
(Tere Liye)

Tan Malaka


Tan Malaka atau Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 - wafat Jawa Timur, 21 Februari 1949) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin komunis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.
Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan komunis, ia juga sering terlibat konflik dengan kepemimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Walaupun secara jelas disingkirkan, Tan Malaka dapat memainkan peran intelektual penting dalam membangun jaringan gerakan komunis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara. Ia dinyatakan sebagai "Pahlawan revolusi nasional" melalui ketetapan parlemen dalam sebuah undang-undang tahun 1963.
Tan Malaka juga seorang pendiri partai Murba, berasal dari Sarekat Islam (SI) Jakarta dan Semarang. Ia dibesarkan dalam suasana semangatnya gerakan modernis Islam Kaoem Moeda di Sumatera Barat.
Tokoh ini juga adalah orang yang mendalangi terjadinya pergolakan sosial di wilayah Surakarta setelah pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang berakibat hilangnya status Daerah Istimewa bagi bekas wilayah Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunagaran.

Ya Atau Tidak

Bicaralah nona
Jangan membisu
Walau sepatah kata
Tentu kudengar

Tambah senyum sedikit
Apa sih susahnya?
Malah semakin manis
Semanis tebu

Engkau tahu isi hatiku
Semuanya sudah aku katakan
Ganti kamu jawab tanyaku
Ya atau tidak itu saja

Bila hanya diam
Aku tak tahu
Batu juga diam
Kamu kan bukan batu

Aku tak cinta pada batu
Yang aku cinta hanya kamu
Jawab nona dengan bibirmu
Ya atau tidak itu saja

Tak aku pungkiri
Aku suka wanita
Sebab aku laki laki
Masa suka pria

Ah kuraslah isi dadaku
Aku yakin ada kamu disitu
Jangan diam bicaralah
Ya atau tidak itu saja



Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )

Fred Rogers

Agaknya, ada benarnya ketika Fred Rogers berkata, “Barangkali televisi adalah satu-satunya peralatan elektronik yang lebih bermanfaat justru setelah dimatikan.”

inilah cinta

dan kau pikir enak, dianggap tak ada oleh orang yang kau cintai?
dan kau pikir nikmat, kau tidak dipedulikan olehnya?
dan kau pikir indah, selalu cemburu karena ulahnya?


inilah cinta, yang mungkin dulu kau anggap cinta itu tak ada.

kata mas Fahd

Jadi, salahkah membiarkan hidup mengalir seperti air? Mungkin tak salah, HIlmy. Tapi, setelah apa yang kubicarakan tadi, realakah kau membiarkan hidup hanya mengalir seperti air dan kau hanyut begitu saja terbawa arusnya?