Aku Bercita-cita Menulis di Pro-U

Pertama aku beli buku Pro-U adalah disebuah toko kecil di pojok jalan kampus. satu-satunya toko buku di Purwokerto yang memberikan diskon 20 persen disetiap transaksi. Apapun bukunya. Buku yang kubeli saat itu adalah Nikmatnya Pacaran Saat Pernikahan dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Dua-duanya adalah karya Salim A Fillah. Buku ini luar biasa dahsyat. Memberikan efek yang begitu luar biasa hingga kehidupanku sekarang. Tentu saja, waktu itu aku sedang dalam masa transisi di kehidupan remaja. Masa dimana aku sedang menikmatinya virus merah jambu, jaman jahiliyah dan masa kegelapan. Namun disisi lain, aku juga sedang giat-giatnya mencari ilmu dan segala sumber referensi tentang semua hal yang kulakukan. Apa ini sesungguhnya benar? Apa sesungguhnya ini dianjurkan? Apa ini tidak apa-apa oleh agama? Pertanyaan inilah yang selalu memancingku untuk selalu mencari semua sumber ilmu tentang apa yang kulakukan.

Dan aku menemukan buku ini. Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Apa yang pertama kali menarik dari buku-buku ini? Yang jelas adalah tampilan visual. Cover. Begitu eye catching. Setelah membaca sinopsis dibelakang aku semakin penasaran. Subahnallah, ternyata memang benar, isinya begitu menarik. Satu hal yang kulakukan setelah membaca buku itu adalah menulis surat sama persis seperti yang tertulis di buku Agar Bidadari Cemburu Padamu. Surat ini ditujukan untuk seseorang wanita yang memang aku sedang dekat dengannya. Dengan mantap kuserahkan surat itu. Aku yakin, ini jalan terbaik yang kutempuh saat ini. Kami berpisah karena Allah. Dan ini tak pernah kusesali hingga kini. Alhamdulillah...

Melihat efek yang begitu dahsyat yang terjadi setelah membaca buku ini, aku kemudian semakin giat mencari buku-buku lain dari Pro-U media. Wah, ternyata memang belum banyak. Waktu itu tahun 2004. Buku-buku Pro-U kemudian banyak kuperoleh di kemudian hari. Seiring banyak book fair yang ada di kotaku. Bookmagz termasuk jenis buku yang kusukai. Tampilan grafis yang menarik dan kekinian menjadi faktor utamanya. Konten yang cocok dengan jiwa anak muda serta dikemas dengan bahasa gaul dan enteng membuatku selalu betah menghabiskan beberapa buku sekaligus. Beberapa buku yang kupunya adalah Change Now (Rahman Hanifan), Yes, Ujianku Sukses (Fatan Fantastik), Ramadhan Return (Shofwan Al Banna), Palestine, Emang Gue Pikirin (Shofwan Al Banna), dan Nikah, Emang Gue Pikirin (Shofwan Al Banna). Semuanya kulibas habis dalam sesaat. Mantap!

Penerbit ini unik. Kunjungan ke Pro-U adalah kali pertamanya aku datang ke kantor penerbitan. Yang tergambar dibenakku adalah kantor mewah nan lapang, dengan Front Office yang menarik, hiasan-hiasan formal, serta tentu saja ruang tunggu yang baik. Datanglah aku kesana. Bukan untuk menerbitkan buku namun berniat hendak mencetak poster ukuran A2. Aku diterima baik oleh Mas Fanni, direktur Pro-U. Mas Fanni, meski urusanku remeh (hanya sekedar mencetak) tapi dia melayani kebutuhanku dengan baik. Yang kulihat di kantor Pro-U waktu itu adalah meja tamu seadanya, sampel-sampel percetakan, kesibukan orang-orang yang sedang mendesain di balik komputernya masing-masing juga lalu lalang orang yang entah sedang mengerjakan apa. Dan setelah selesai transaksi, aku berisitirahat di masjid depan. Ketika adzan dhuhur berkumandang yang kulihat dari masjid adalah para pekerja di Pro-U berduyun-duyun keluar dari ruang kerjanya. Mereka meninggalkan semua pekerjaannya dan beringsut menuju ke masjid. Subhanallah. Luar biasa. Bagiku, seorang yang baru selesai kerja di kota besar, pemandangan seperti ini adalah pemandangan yang sungguh menarik, langka dan tentu saja sangat menginspirasi. Boleh saja kantor masih berantakan, tak teratur, namun kepribadian mereka sungguh mencerminkan shunah Rasulullah. Dari situ aku berkesimpulan, penerbit ini memang islami.

Aku pernah membeli buku Bahagianya Merayakan Cinta yang ditulis oleh Salim A Fillah. Buku itu kubaca hingga setengah buku selesai. Namun yang mengecewakan adalah ketika berada ditengah ada beberapa lembar halaman yang hilang. Aku langsung menghubungi nomor Pro-U yang ada di buku. Sebagai solusinya adalah buku itu ditukar dengan yang baru dengan syarat dibawa ke kantor. Setelah itu kontak dengan temanku yang ada di Jogja dan alhamdulillah, dia berbaik hati untuk dititipi buku ini. Sekitar 2 minggu kemudian, buku itu sudah diganti dengan yang baru. Bagiku ini luar biasa. Untuk penerbit yang masih kecil (waktu itu) mau mengganti buku-bukunya yang rusak adalah hal yang luar biasa.

Beberapa kali aku bertemu dengan Mas Salim A Fillah. Penulis muda yang memang berbakat. Aku kagum dengan kepiawaiannya menuliskan kata-kata, menorehkan inspirasi disetiap kalimatnya dan membuat para pembacanya bergairah ketika selesai membaca bukunya. Selain itu juga dia menikah muda sewaktu umurnya masih 19 tahun. Dan yang lebih menarik adalah, modal nikah yang dia gunakan itu berasal dari royalti dia menulis buku Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Luar biasa! Aku ingat dulu ketika sempat mengobrol dengannya, dan dengan polosnya aku menanyakan bagaimana menerbitkan buku di Pro-U. Dia menjawab “Dikirim saja tulisannya ke email Pro-U, nanti dari editor akan menjawab, apakah naskah tersebut layak terbit atau ndak...”. Dan beberapa waktu kemudian aku baru tahu, bahwa dia adalah editor level atas di Pro-U. Hehehe...

Dengan Ustadz Fauzil Adhim aku pernah bertemu dengannya dalam sebuah seminar pernikahan di Unsoed Purwokerto. Aku menyimpulkan bahwa Pro-U memang berisi orang-orang hebat. Lebih tepatnya mungkin orang-orang muda yang hebat. Bahkan, ustadz ngajiku sendiri adalah penulis di Pro-U. Yaitu Mas Ryan Martian. Dia menulis buku tentang pembelajaran yang menyenangkan, buku dengan judul Funtastic Learning. Dia bercerita bagaimana Pro-U begitu peduli dengan para penulisnya. Bagaimana Pro-U benar-benar mempertahankan prinsipnya untuk berjuang menebarkan dakwah lewat buku-buku yang dia terbitkan. Bagaimana Pro-U senantiasa pedulia dengan muslin-muslim di palestina. Bahkan untuk logonya pun aku rasa terinspirasi dari warna bendera palestina. Menurut Mas Ryan, Pro-U memang sedang berjuang melawan penerbit-penerbit lokal yang besar tapi tidak menunjukan kepedulian terhadap Islam. Aku salut.

Aku semakin bergairah. Tidak hanya untuk membacanya, tapi juga menyebarkannya. Dari berbagai hadiah yang kuberikan kepada temanku, pasti selalu kuberikan buku, dan itu adalah terbitan Pro-U. Dari buku pernikahan hingga buku untuk rajin belajar. Pertama kali kucari buku di setiap book fair adalah buku dari Pro-U. Buku Pro-U selalu menjadi rekomendasiku untuk teman yang sedang mencari bacaan tentang Islam.

Aku begitu bersemangat untuk menikah saat membaca buku-bukunya Salim A Fillah. Aku bersemangat untuk menulis ketika membaca buku Inspiring Words For Writers karya Ustadz Fauzil Adhim. Aku bersemangat untuk berubah saat membaca buku Gue Never Die-nya Salim A Fillah, Change Now-nya Rahman Hanifan dan Zero to hero-nya Silokhin Abu Izzudin. Aku semakin tahu hal yang sebenarnya tentang Palestine dan berjanji kepada diriku sendiri untuk lebih peduli terhadap Palestine setelah membaca buku Palestine, Emang Gue Pikirin-nya Shofwan Al Banna. Aku semakin benar dalam belajar, setelah membaca buku karya ustadku, Mas Ryan Martian Funtastic Learning, dan buku karya Fatan Fantastik yang berjudul Yes, Ujianku Sukses. Aku berjanji dalam diriku sendiri untuk tidak melewatkan setiap ramadhan ketika aku selesai membaca Ramadhan Return-nya Shofwan Al Banna.

Yang kutahu, semuanya sungguh mencerahkan dan menginspirasi.

Satu bait kalimat yang berada di halaman 73 buku Inspiring words for writers Ustadz Fauzil menulis, "Aku tidak melihat mata pisau yang lebih tajam melebihi goresan pena seorang penulis. Maka, perhatikanlah ke arah mana ujung penamu membawa gejolak perubahan." Kata-kata yang indah, inspiratif motivatif yang berasal dari kejernihan hati.
Setelah membaca buku-buku Pro-U, melihat semua orang-orang dibalik Pro-U, mengenal para penulis Pro-U, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan menulis. Terus menulis. Menulis dan menggerakan!
Hingga saat ini, aku (masih) bercita-cita tulisanku terbit di penerbit ini, di Pro-U media. Insya Allah...

Saatnya beraksi! Ini giliranku!


Hilmy Nugraha
Senang diskusi, jalan-jalan, membaca sastra, menulis dan bersepeda.
Beralamat di hilmynugraha@gmail.com
Mempunyai Blog : http://menjadihilmy.blogspot.com/


Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html

20 kata-kata:

Rizky mengatakan...

Waah, rajin beli buku ya kamu mas...

Anonim mengatakan...

wahhh kereeeeennn!!
tulisan yang bagussssssssss.
Ayo BOS kamu pasti bisa!!
SUKSES SELALU :)

Pro-U Media mengatakan...

Jangan lupa untuk mengirimkan versi cetaknya ke alamat Pro-U Media ya...

Hilmy Nugraha mengatakan...

@mas rizky, hehe..
@mbak tya, makasih mbak, alhamdulillah
@mas pro-u media, sudah mas...

Haris amrullah mengatakan...

banyaklah membaca.... terus dan terus...

#Bikin Belajar Selezat Coklat-Fattan+Dennis Pro Media Punya, 2005an kayaknya, cukup bagus

Hilmy Nugraha mengatakan...

@haris, cip boi! yoyo, keren kuwe!

meta si loveable mengatakan...

like this
semangad mang!
:)

Kantong Plastik mengatakan...

terbitan pro-U yg udah aku baca baru buku2 nya salim a. fillah aja.
barangkali nanti, buku pro u lain yg aku baca salah satunya buku abang. ;D
amiin.

tetap membaca
tetap menulis
dan perhatikanlah kearah mana ujung penamu membawa gejolak perubahan.
;D

haniemaria mengatakan...

mulailah menjawab tantangan itu.
aku tunggu kejutannya.

hehehehe.

Ibnu J.F mengatakan...

masya Allah,,,, Saya berarti belum apa-apa.... itu berarti Saya harus banyak belajar. dan mungkin salah satu orang yang Saya jadikan guru adalah Mas Hilmy...

kurapninja mengatakan...

Semoga merangkai kata juga menjadi sebagian dari ibadah :D

Sivi B.S. mengatakan...

mas hilmyyy... ayooo kutunggu namamu di barisan penulis pro-U..
semangat mass!!!

- iftien - mengatakan...

belanja buku yuk hil,..

Hilmy Nugraha mengatakan...

@all, terimakasih, saya masih belajar, mari bersama!

Rahman Hanifan mengatakan...

LANJUTKAN!

Hilmy Nugraha mengatakan...

@bang rahman: weh, keren, diampiri bang rahman, hoho, siap bang! lanjutkan!

penulis pebisnis si sanguinist mengatakan...

Senang boi, melihat semangatmu berada pada titik kulminasi tertinggi...

Kapan keliling Indonesia (dahulu) bersama-sama saya, kawan?

Hilmy Nugraha mengatakan...

@suyatna, siap gan! 86!

nova mengatakan...

saya juga suka banget buku2 karangan pro u.bermutu.

UMMU AZIZAH mengatakan...

bagus akhi...
dari tulisan akhi saya jadi lebih tahu ttg Pro-U Media...