18 Pelompat Zaman (cutting edge) Dalam Negeri

Sketsa
Gerald Situmorang dan Dimas Wibisana adalah dua orang yg punya passion tinggi akan musik. mereka pernah berkolaborasi dengan Tohati di ajang PL Fair 2009. duo ini mencoba beragam ekplorasi musik jazz, bossanova pop, folk, country dan etnik. debut album mereka, Childhood's Dream adalah buah dari kreasi mereka yg patut untuk disimak.

Andre Harihandoyo and The Sonic People
mereka hadir membawa ruang atmosfer yg dibangun lewat beragam jenis sound yg tercipta dari instrumen drums, bass, clarinet, according, keyboards dan gitar. terdapat jazz, pop, folk, akustik, a bit electrifed namun dalam tataan frekuensi yg nyaman di kuping. debut album mereka, Good for Soul, baru dirilis tahun ini setelah tahun lalu mereka merilis EP yg bertajuk Room Session.

Armada Racun
kuartet asal jogja yg terdiri dari 1 drum, 1 keyboards, dan 2 bass ini membawa aroma distorsi dengan mengolah suasana berisik itu menjadi artistik. dentuman double bass dengan takaran noise serta melodi keyboards yg non-standard membentuk suasana misteri dari band ini. untuk mendapatkan hasil karya mereka kita harus mengordernya dulu ke perancis, karena disanalah album mereka dirilis. namun untuk karya lainnya dari mereka masih bisa dinikmati di kompilasi Music Beyond No Borders di yesnowave.com.

Frau
pianis dan song-writer ini tahu benar gimana menempatkan nada-nada yg superb, artistically approved. berdomisili di jogjakarta, pianis yg berdarah campuran jogja-jepang & hawaii yg punya nama lani ini akhir-akhir ini menjadi pembicaraan. mesti belum membuat album, namun sebuah EP bertajuk Starlite Carousel sebentar lagi bisa kalian unduh di yesnowave.com.

Funny Little Dream
mereka adalah salah satu nama yg membuktikan bahwa kamar tidur dan internet adalah dua hal yg membawa dirinya bisa mendunia. nama mereka sudah tidak asing lagi bagi penggila indiepop di amrik, jerman dan norwegia. karya-karya mereka berhasil direspon oleh beberapa label seperti Cloudberry Records , Series Two , Vollwert Records . duo Ganesha Mahendra (gitar, programmer) dan Jenny Angeraini (vokal) adalah dua remaja sensitif yg menunjukan bahwa dunia itu bulat dan hubungan pertemanan jauh lebih penting daripada tumpukan kertas kontrak kerjasama.

The Trees and The Wild
tampaknya kata rasuk memang pas menjadi judul album pertama trio asal jakarta ini. dengan berformasikan Andra B. Kurniawan (bass), Iga Massardi (gitar), dan Remedy Walony (vokal), band ini hadir dengan musik folk yg dihiasi dengan orkestrasi yg indah. mereka tak segan untuk bereksperimen dan melakukan ekplorasi dan memasukan beragam macam instrumen yaitu, synthesizer, percussion, serta alat musik tradisional demi memperkaya lagu. kesan megah pun tak dapat terhindari dari beragam aransemen yg menimbulkan ambience seolah melayang.

Zeke Khaseli
selama beberapa tahun, kita telah mengenal Zeke Khaseli dengan karya-karya terbaiknya di Zeke and The Popo. dan ia juga dikenal dengan andilnya dalam beberapa soundtrack film di tanah air seperti, Pintu Terlarang, Rumah Dara dan Fiksi. bahkan Fiksi melambungkan namanya menjadi penata musik terbaik FFI 2008. kini, di luar bandnya, Zeke sibuk dengan proyek solonya. uniknya ia membagikan lagu-lagunya secara gratis di website-nya, zekekhaseli.com.

Morfem
band ini memiliki formasi yg berbahaya, dengan Jimi/The Upstairs (vokal), Pandu/The Porno (gitar), Bram/Just Another Rock Band (bass) dan freddie/Nervous Breakdown (drum). beda dengan The Upstairs yg bernuansa new-wave, lewat proyek barunya ini Jimi bagaikan menapaki kilas balik akan akarnya, yaitu protopunk tahun 70'an. singel pertama “Gadis Suku Pedalaman” cukup kaya distorsi dan didandani dengan aransemen gitar yg megah.

Airport Radio
ekplorasi band asal jogja berformasi Ade (bass), Bennet (vokal), Deon (synth), Wedhar (programming), Moki (drum) telah keluar dari kandang dan Turun Dalam Rupa Cahaya bagaikan sebuah scoring film thriller, menawarkan sebuah keganjilan dalam kemasan yg dingin, gelap dan menawan. debutnya ini memang bukan sebuah album yg ear friendly, mungkin butuh beberapa waktu untuk bisa menikmati seluruh materi. pasokan esensi tradisional jawa dalam “Asmarandhana” terkesan mistis dan eksotis.

Angsa dan Serigala
mungkin anda akan mengira band asal bandung ini berkonsep duo, namun berikutlah formasinya, Araji (vokal, gitar), Mega (vokal, pianika), Danny (lead guitar), Kang Jack (bass), Poppy (drum), Angkuy (glockenspiel), Ardit (keyboard), Afifa (biola), Irwan (trumpet) dan Hamdan (trombone). bagi anda yg tinggal di dekat paris van java mungkin sudah tidak asing lagi dengan band ini yg kerap mewarnai beberapa acara khususnya di bandung. dengan konsep marching band, Angsa dan Serigala mencoba membawa kita ke aura chamber yg belum pernah dilakukan oleh band-band Indonesia sebelumnya.

Goodboy Badminton
mereka tumbuh dengan latar belakang yg berbeda, Mutt (vokal) amat menyukai musik folk rock emo, Neith (gitar) lebih dekat dengan indie rock, Sein (bass) lebih memilih old school hardcore dan Doni, mantan drummer Rocket Rockers yg menyukai band Shelter. dengan tema keseharian seperti skateboard, kejenuhan dalam melakukan pekerjaan dan sekolah hingga cerita perpisahan yg sederhana mampu mengubah semuanya menjadi lebih segar ditambah sentuhan synth yg menggoda. dibawah bendera heaven records, akhirnya band ini mengeluarkan debutnya yg bertajuk Going Out lewat singel pertama “Kartu Mati”.

Respito
Pheps (vokal, gitar), Daff (gitar), Ricky (drum) meretas jalan dalam merengkuh mimpi menjadi musisi rock seutuhnya. Jalan Menuju Surga, debut album yg didominasi dengan lagu-lagu protes sosial ini dilepas pada tahun 2009. selayaknya band grunge kebanyakan yg memilki grass-roots pemberontakan punk, Respito menyalurkan amarah sosial mereka di lagu semisal “Cry”, “Angkuh” atau “Membusuk di Neraka”. tidak seperti Nirvana, band ini lebih pop dengan pendekatan kepada Sunny Day Real Estate yg dibumbui lirik bersayap metaforik.

The Porno
Jauhkan pikiran kalian dari segala sesuatu yg berbau pornografi ketika mendengar band ini, karena Hangga (vokal), Yanu (bass), Pandu (gitar) dan Prabowo (drum) tidak menawarkan sebuah kemaksiatan, melainkan kemonotonan post-punk yg berisik dengan dominasi distorsi mentah. The Porno seakan ingin mendobrak konotasi normatif kata porno yg negatif dengan menjadikan identitas band mereka. sisi gelap dari keterasingan sosial seseorang dapat menjadi indah dengan iringan “Premature”, “So It Goes”, atau “Introvert” dari band ini.

Konspirasi
wabah supergrup lokal mulai memasuki wilayah grunge. Konspirasi yg diprakarsai Edwin Syarif [Coklat], Marcell Siahaan [eks Puppen], Denny Hidayat [eks Perfect Minors] dan Candra 'Che' Johan [Cupumanik]. mereka sepakat untuk sebuah konspirasi rock anti kemapanan kotor yg memberontak pada zaman. walau belum memiliki album, setiap panggung mereka selalu dipenuhi massa grunge yg seakan menemukan idola lokal baru. Konspirasi hadir untuk mengobarkan api perlawanan terhadap banyak band rock palsu cetakan industri yg penuh kepentingan komersil.

Ray D'Sky
siapa sangka jika melihat cover CD-nya yg bertajuk Released By Reality yg hanya terdapat lukisan ombak yg sederhana, tersaji serumput dendangan beraura folk, akustik nan damai. inilah hasil kolekan antara Arya [Steven & Coconut Treez] dan Bongky [BIP] yg katanya sudah tertunda sejak 8 tahun silam. duo ini kemudian menggandeng dua personil Steven & Coconut Treez lainnya yakni Aci (drum) dan Iwano (keyboard), serta gitaris Didit Saad untuk melengkapi kekurangan instrumen. secara gamblang band ini membawa kita ke suasana pantai yg indah nan biru berhembuskan angin sepoi-sepoi. dan album ini rasanya cocok untuk menetralisir gundahnya jiwa seusai menghadapi jalanan macet, kesumpekan, stres hingga kebosanan menghadapi rutinitas pekerjaan.

Gunver
Gunver membawa rock kepada suasana yg depresif. mengambil beberapa pengaruh dari Marcy Playground yg ditubrukan dalam suasana ethereal dari M83, kemudian merangkumnya dalam sebuah perjalanan yg diberi nama Miles Away. sebuah EP ini memperkenalkan musik band yg diawaki Michael (vokal), Jeffry (gitar), David (gitar), Mario (bass) dan Ade (drum). mereka menunjukan bahwa kreativitas tak bisa dibatasi oleh seberapa ringan dan easy listening permintaan pasar.

Om Bagus
ini album solo perdana dari Bagus Dhanar Dhana yg lebih dikenal sebagai Om Bagus. dari judulnya yg bertajuk Edan ini, sudah bisa kita ketahui bahwa sisi keedanan Om Bagus sepertinya muncul kembali. bahkan di album solonya ini, vokalis berkepala botak tersebut pol-polan dalam mengeksploitasi kegilaannya baik dari ide lirik hingga aransemen musiknya yg campur aduk dan lintas genre. nomor “Gagal Maning” cukup mencuri perhatian, selain liriknya yg kocak, versi tongkrongannya sekilas mengingatkan kita akan sebuah orkes yg ngetop diawal 90'an yaitu orkes Pembawa Minum Racun.

Royal Ego
wajar sih jika menaruh harapan pada kualitas band ini, lihat saja deretan personilnya yg merupakan jebolan band-band ternama tanah air. Gilbert/Saint Loco (bass), Ernest/Cokelat (gitar), Eno/Netral (drum) dan Hendra Jawa (vokal) yg dulunya pernah bergabung dengan band indie asal bandung, New Market dan Joga. band ini seolah dibentuk sebagai pelarian bagi para personilnya untuk dapat bereksperimen tanpa dibatasi ruang gerak. meski masih mengangkat tema cinta, tapi band ini coba menulisnya dari sudut pandang berbeda. sakit karena putus cinta dilampiaskan lewat lagu bertempo cepat dan penuh distorsi. sebuah pencerahan bagi pasar musik mainsteam Indonesia yg selama ini didominasi band-band beraliran pop-melayu.


nb : dari IDWS! saatnya search musik mereka!

2 kata-kata:

Kantong Plastik mengatakan...

kok ga ada didi kempot, bang?
ohoo..

Hilmy Nugraha mengatakan...

hoho...

koleksi ya?