HUkum Murphy


Dalil Murphy ( Murphy’s Law ) memang tidak serupa dengan dalil Archimedes atau dalil Pithagoras misalnya. Dia tidak membutuhkan pembuktian empiris untuk mendukungnya.Namun akurasinya tak perlu diragukan lagi. Dan kalau rumus dalil-dalil ilmu fisika atau mekanika itu bisa membuat kening kita berkerut, maka dalil yang satu ini justru membuat kita tertawa bahkan kadangkala menertawakan diri kita sendiri.

Konon Dalil Murphy ini dipopulerkan pada tahun 1949 oleh seorang perwira Angkatan Udara AS bernama Kapten Edward Murphy yang ditugasi untuk melakukan penelitian akan kemampuan manusia menahan deselerasi mendadak misalnya pada saat tabrakan. Maka lahirlah ungkapannya yang terkenal If anything can go wrong, it will. (terjemahan bebasnya : Kalau sesuatu bisa jadi berantakan, dia pasti akan)

Kita lihat dari pengalaman sehari-hari. Anda sedang tergesa-gesa hendak membuka pintu gudang yang terkunci. Di tangan anda ada segepok anak kunci yang tidak diberi tanda. Berarti anda harus mencobai satu per satu anak kunci itu. Dan lihatlah anak kunci yang pas untuk membuka pintu itu justru anak kunci yang terakhir dari 10 kunci yang anda coba. Mengapa bukan anak kunci yang kedua atau ketiga, protes anda dalam hati. Inilah yang disebut Murphy’s Law.

Atau yang lain ini. Anda mencari peniti untuk mengikat kaitan celana yang putus kancingnya. Semua laci dan sudut-sudut lemari sudah anda telusuri namun tetap tidak ketemu. Padahal sehari-hari pada saat anda tidak membutuhkan peniti-peniti itu selalu anda lihat. Jadi bunyi dalil Murphynya : semakin dicari sesuatu barang, semakin tidak ketemu barang itu.

Ada rumus lain lagi di bidang perlalu-lintasan. ” Kalau anda sedang terburu-buru semua lampu lalu-lintas berwarna merah, kalau anda tidak terburu semua lampu berwarna hijau”

Dan mengenai kendaraan : ” Berapapun panjangnya masa garansi kendaraan anda, pada hari garansi mobil anda habis, mobil anda akan mogok”

Atau dejavu berikut ini : begitu anda selesai mencuci mobil hujanpun turun. Padahal berhari-hari anda tidak mencuci mobil cuaca panas terik. Jadi dalil Murphy nya berbunyi :

Mencuci mobil identik dengan ritual tarian hujan orang Indian yang memanggil dewa hujan.

Dan yang ini : ”Ban mobil akan kempes pada saat anda tidak membawa ban serep”

Dalil Murphy ini memang mencakup segala aspek kehidupan manusia dan kadang-kadang disertai pula dengan simbol-simbol matematika. Coba kita lihat salah satu ’rumus’ yang berbicara tentang kecantikan wanita.

”Cantik dari jauh = Jauh dari cantik.”

Atau rumusan mengenai anak balita : ”Intensitas ngambeknya (tantrum) berbanding lurus dengan jumlah orang yang menontonnya” dan satu lainnya : ” Kalau kita mau menggendongnya,dia minta jalan. Kalau kita mengajak dia jalan, dia minta digendong”

Ada pula yang bergaya ilmu statistik seperti : ”Semakin seksi seorang pria semakin tinggi probabilitasnya dia seorang gay”

Dan bicara soal seks : ” Jangan bercinta di halaman belakang, cinta memang buta, tetapi tetanggamu tidak”

Dan dalil soal pernikahan: ” Bila seorang pria ingin isterinya mendengarkannya,

dia tidak mendengarkan. Bila pria itu ingin tidak didengar oleh isterinya, maka dia akan pasang telinga lebar-lebar”.

Dan untuk penutup dalil Murphy ini kita simak salah satu dalam bahasa Inggris:

Kids in cars cause accidents

Accidents in cars cause kids.

Apa komentar anda ?

5 kata-kata:

Fariz Abdullah mengatakan...

wkwk , iya bner smua ini gan :D

jadi teringat , nyari2 flash disk pada saat gw butuhkan , tapi gak ketemu . Besoknya gw pinjam flashdisk tmen , eh taunya ketemu tuh flashdisk gw .
hahaha , ternyata ane pernah ngalamin hukum murphy :v

Fariz Abdullah mengatakan...

wkwk , bner smua gan :v
pengalaman ane tuh :v

Hilmy Nugraha mengatakan...

sama di film Interstellar.

rin rain mengatakan...

Jadi inti dari dalil ini adalah.... "Sometimes, fate betray our hope." like that?

Dewi Novita mengatakan...

jangan bercinta di halaman belakang yayaya