luka

ternyata hal yang paling menyakitkan di muka bumi ini, bukanlah luka tersayat pedang. ternyata hal yang paling membuat perih itu bukan garam diatas sobekan daging. ternyata hal yang paling menyedihkan itu bukan dikhiantai teman sendiri.

hal yang paling menyedihkan adalah ketika melihat orang lain terluka, dan dia adalah orang yang paling kita sayangi.

dibalik matanya kosong. pipinya menjadi tirus. tulang-tulangnya menonjol. gerak tubuhnya lemah. tak ada senyum di bibirnya. makan tak mau. minumpun sedikit. air matanya sudah habis. menangis ia, tinggal sisa suara. serak dan hampir habis.

suaranya lirih, katanya tangannya sakit, kupegang tangan, dia menunjuk kaki. kuelus kaki, dia minta pijit punggung. seluruh badannya luka, luka dalam entah apa.

dalam detik-detik itu, mata air air mataku kubendung. tak ku ijinkan jebol. bibirku harus terus tersenyum menghibur. suaraku harus tetap enak seperti biasa. mataku harus ceria dan yang berat, hatiku harus tetap tegar meski sudah hancur sedari kemarin. semuanya supaya tak menambah energi negatifnya.

ia luka, aku luka.

apapun siap kulakukan untuk kembalinya si mata jernih ini. alam semesta siap ku beli. kalau tak sanggup, aku akan merampok semuanya dari Tuhan. tak apa. biar hukumannya untukku, dan ia kembali seperti semula.

aku siap menukar diriku. menerima rasa sakitnya. biar aku yang dirajam luka, disayat perih. tubuhnya yang kecil, tak ku bayangkan berapa ia tak bisa menerjemahkan apa yang dirasa.

pelan-pelan tangisnya mereda, setelah semalaman sesebentar terjaga dan menangis. kini sudah bisa agak terlelap. meski makan belum banyak. aku berterimakasih padamu, atas kekuatanmu menerima rasa sakit ini.

Tuhan, disetiap rasa sakitnya, aku bertambah sujud kepadaMu.

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

hilang kendali

Meniti pusat jalan
Berujung tepi
Limbung hilang kendali
Mencari keseimbangan

Disaat seperti ini, bukankah lebih baik berdiam dahulu?
Sejenak?

yogya, maret 2017

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

pesan mas helmi

"terus nandur, dan itu dikebun sendiri.
diluar itu, puasa dulu.", itu kata CN pas kemarin.

~jare

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

daur 027

"Satu orang yang pegang senapan, yang di sakunya ada sejumlah granat, dan di saku lainnya tersimpan kunci gudang-gudang makanan, bisa mengendalikan seratus orang di hadapannya"

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

malam hari

"Perang malam hari diperlukan oleh pasukan yang jumlah maupun mesiu dan perangkat-perangkat perangnya kalah dari lawan", Toling juga meneruskan, "maka pelajaran utama adalah menahan diri, membungkam mulut dari sesumbar dan meneriakkan amarah-amarah…."

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

risalah

Imam Ghazali atau Imam Syafi'i menulis buku di antarnya hanya karena ditanya sebuah pertanyaan. Si penanya disuruh kembali minggu depannya, dan saat dia kembali: jawabannya sudah dalam bentuk buku atau risalah. Itulah salah satu yg kemudian jadi kitab yg masyhur bernama Ar-Risalah.

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

yap!

Ketangguhan tidak sama dengan kekebalan. Kedewasaan tidak sama dengan kebebalan. Kematangan tidak sama dengan fatalisme. Dan kesaktian adalah kekuatan rahasia yang disimpan oleh Tuhan di dalam diri manusia, di luar kekuatan alamiahnya. 

daur 32

II 021

"Pantas kita tidak pernah mencapai apa-apa dalam kehidupan kita", Ndusin meneruskan, "kalau membicarakan sesuatu tidak pernah tuntas. Satu soal belum selesai, pindah ke lainnya. Selalu setengah matang. Tidak pernah memuncak, karena tidak jelas pijakannya. Tidak pernah ke ujung, karena tidak jelas pangkalnya. Mbok kalau sudah 'inna lillahi' dituntaskan sampai 'ilaihi roji'un'…."

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

tertawa

"Tertawa itu suci, ia keluar apa adanya dari perasaan melalui mulut. Tertawa itu bukan bermain-main. Tidak semua tertawa itu bergurau. Tertawa itu murni sebagai akibat dari suatu sebab. Hubungan antara sebab dengan akibat yang berbentuk tertawa itu serius dan nyata. Bukan permainan. Bukan cengengesan. Bukan senda gurau"

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

daur 2 017

Tertawanya nongol lagi. "Maaf saya sedang merasa geli kepada diri saya sendiri. Kalau tidak salah ada ayat Allah, saya lupa surat dan ayat berapa, tapi intinya "dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain". [1] (An-Nisa: 32). Bagaimana mungkin saya tidak mentertawakan diri saya sendiri? Atas dasar sejarah keilmuan dan pengalaman yang mana saya kok menyebut ayat Al-Qur`an…."

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

pendidik

-------
Pendidik. Guru. Atau orang yang menyampaikan pengetahuan harus punya landasan sifat penyayang (Rahman). Allah meletakkan fungsi Ar-Rahman untuk mengajarkan Qur'an ('allamal Qur'an), menciptakan manusia untuk pandai menyampaikan pengetahuan (allamahul bayan).
Pengajaran pertama yang sesungguhnya adalah Tadabbur terhadap alam semesta (perumpamaan qs55: 5-6) dengan penuh perhitungan (bihusbaan).

CN tadi malam

tabik
Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

sorot

pada setiap sorot matanya, aku melihat keluasan dalam bersikap, kekuatan dalam melangkah

aku yakin, semua berakhir indah

para pejuang keseimbangan

Hilmy Nugraha

-- sent from my Mi

Daur 221

“Apakah penderitaan manusia dan kesengsaraan rakyat tidak merupakan bentuk persembahan kepada Tuhan agar dibalas dengan pembelaan? Apakah penggelapan sejarah, kekacauan pengelolaan, keterbuntuan manusia dan kebingungan rakyat, tidak merupakan semacam sesaji kepada Allah yang membuat-Nya menunjukkan kasih sayang dan pemihakan?”

daur 220

Markesot tersenyum. Wajahnya bersemangat. “Anak-anak muda wajib ikut campur, sebab kalian adalah pelaku utama masa depan, sekaligus yang paling menanggung akibat-akibat dari apa saja yang dilakukan oleh Bapak-bapak kalian di masa kini. Kalian memang wajib menemukan peluang untuk sedini mungkin turut berproses dalam setiap pengambilan keputusan di masa kini. Kalian harus mengantisipasi untuk jangan sampai diwarisi bencana yang dihasilkan oleh keputusan-keputusan yang salah dari generasi sebelum kalian”

Pemimpin Derita

“Karena dunia hanyalah sepenggal sangat pendek dari rentang waktu alam semesta yang direntangkan oleh Allah. Karena dunia bukanlah ujung waktu yang tak terbatas. Karena manusia akan tidak mungkin menghindar atau mengelak untuk diseret oleh tak terbatasnya keabadian, demi mengalami sebab akibat dari setiap perbuatannya. Saya termasuk orang yang tidak sabar memandang ke depan, dan saya mohon maaf bahwa kalian semua terseret oleh ketidaksabaran saya. Sebenarnya saya menyesal terlanjur menjadi pemimpin derita kalian semua. Tapi saya berpandangan itu lebih baik daripada kita bergembira dan berpesta pora di tengah kegelapan yang terancam oleh amarah Tuhan, meskipun waktunya entah kapan….”

Daur 219